Olahraga
Bersama Messi, PSG Makin Bergigi
PSG resmi mengumumkan Messi jadi pemain mereka untuk dua musim ke depan.
PARIS — Pembahasan masa depan Lionel Messi selama berbulan-bulan di jagat maya dan media tuntas pada Rabu (11/8) dini hari WIB. Paris Saint Germain (PSG) resmi mengumumkan Messi jadi pemain mereka untuk dua musim ke depan. Ada opsi memperpanjangnya setahun lagi.
PSG, kata Messi, memenuhi kriteria tim yang dapat memenuhi semua ambisinya di lapangan hijau. Skuad PSG dipenuhi pemain-pemain berbakat, sebagian bahkan ia kenal dekat. Leandro Paredes, Angel Di Maria, dan Neymar, di antara orang yang ikut ‘membujuknya’ untuk datang ke Paris.
“Target dan mimpi saya adalah memenangkan Liga Champions sekali lagi,” kata Messi saat diperkenalkan kepada awak media di Parc des Princes, Rabu sore, dikutip dari BBC.
Kedatangan sang megabintang boleh jadi torehan terbesar dalam satu dekade era Qatar Sports Investment (QSI) di Paris. Semuanya tidak pernah sama lagi buat PSG sejak QSI menjadi pemilik saham mayoritas klub asal ibu kota Prancis tersebut pada 2011.
Di bawah kendali Sheikh Tamim Hamad bin Al Thani, yang saat itu masih menjadi putra mahkota emir Qatar, QSI mengakuisisi kepemilikan PSG dari perusahaan asal Amerika Serikat, Colony Capital. Jumlahnya sekitar 70 persen pada 2011. QSI akhirnya membeli saham PSG secara penuh pada 2012. Kabarnya QSI menggelontorkan dana lebih dari 131 juta dolar AS (Rp 1,8 triliun) demi bisa mengambil alih secara penuh.
Tonggak sejarah baru pun ditorehkan di klub yang berdiri pada 1970 tersebut. Kucuran dana segar mengalir ke kubu Les Parisien. PSG selalu berada di peringkat 10 besar dalam hal kekayaan di antara klub-klub Eropa.
Sebelum era QSI, PSG dikenal hanya tim yang berkutat di papan tengah Ligue 1. Bahkan, dalam dua dekade sebelumnya, PSG hanya mampu mengemas satu trofi Liga Prancis. Sementara di pentas kompetisi Eropa, titel Piala Winners jadi prestasi terbaik PSG sebelum masuknya QSI, yang diketahui merupakan bagian dari Badan Investasi Qatar (QIA). Bersama QSI, les Rouge et Bleu merengkuh tujuh gelar Ligue 1 dalam 10 musim terakhir. PSG melengkapinya dengan sederet gelar Piala Prancis dan Piala Liga.
Lihat postingan ini di Instagram
Berjaya di kompetisi domestik hanya sebagian kecil target PSG. Ambisi terbesar mereka adalah menjadi raja Eropa alias juara Liga Champions.
Kami memiliki visi yang jelas. Dalam lima tahun mendatang, kami ingin menjadi salah satu klub terbaik di Eropa dan menjuarai Liga Champions.
NASSER AL KHELAIFI, Presiden PSG
Target itu sudah di depan mata dua musim lalu. Namun, PSG dibungkam Bayern Muenchen di final. Musim lalu, PSG hanya sampai empat besar. Mereka disingkirkan Manchester City, klub yang juga didanai uang asal Timur Tengah dan sama-sama penasaran dengan gelar juara Liga Champions.
Terhitung dari 2011 hingga 2018, QSI diketahui telah menggelontorkan dana investasi lebih dari 1,3 miliar euro (Rp 21,9 triliun) dalam upaya membawa PSG meraih berbagai trofi. Pengeluaran terbesar PSG diketahui berasal dari transfer pemain.
Sejak mendatangkan Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Javier Pastore, hingga Edinson Cavani, aktivitas PSG di jendela transfer pemain selalu menjadi sorotan. Terakhir, pada 2017, PSG memecahkan rekor transfer pemain termahal saat mendatangkan Neymar dari Barcelona dengan banderol transfer mencapai 222 juta euro (Rp 3,7 triliun).
Tidak berhenti sampai di situ, semusim kemudian, PSG kembali memecahkan rekor transfer pemain, kali ini dengan perekrutan Kylian Mbappe dari AS Monaco. Tebusan sebesar 180 juta euro (Rp 3 triliun) yang digelontorkan PSG ke AS Monaco menjadikan Mbappe sebagai pemain muda termahal sepanjang sejarah.
Aktivitas PSG di bursa transfer musim panas kali ini pun tidak lepas dari sorotan. Namun, berbeda dari sebelumnya, sorotan terletak pada keberhasilan PSG memboyong pemain-pemain bintang tanpa mengeluarkan dana transfer sepeser pun.
Dari enam pemain yang telah direkrut di jendela transfer musim panas kali ini, PSG hanya mengeluarkan dana transfer tidak lebih dari 80 juta euro. Achraf Hakimi direkrut dari Inter Milan dengan banderol transfer sebesar 60 juta euro, sementara Danilo Pereira direkrut secara permanen seusai ditebus dengan nilai transfer 16 juta euro.
Selebihnya, Giorgio Wijnaldum, Gianluigi Donnarumma, Sergio Ramos, dan terakhir Lionel Messi, datang ke PSG secara gratis. PSG hanya perlu membayar gaji mereka, yang walau besar, masih sangat menguntungkan dari sisi bisnis. Selain makin memperkuat tim di lapangan dan menghemat uang, PSG juga mendapatkan pemasukan dari penjualan kostum dan merchandise. Saat kostum Messi resmi dijual di toko ofisial PSG, semuanya langsung ludes dalam hitungan menit.
Belum lagi, adanya potensi sponsor baru. Bukan rahasia kalau perusahaan-perusahaan Jepang mendukung Barcelona karena sosok Messi.
Dengan kedatangan pemain-pemain ini, ambisi untuk mengangkat trofi si Kuping Besar harusnya bisa segera diwujudkan. Dengan bergabungnya Messi, pemain dengan koleksi Ballon d'Or terbanyak sepanjang sejarah, sepak bola menyerang PSG di bawah pelatih Mauricio Pochettino semestinya bakal makin menakutkan.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
