Sejumlah siswa SMP belajar secara daring saat peluncuran WiFi Publik dan Pedoman Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Kota Bogor di Kampung Bubulak RT 04/16, Kelurahan Tegal Gundil, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (21/9/2020). Pemerintah Kota Bogor memasang WiFi p | ARIF FIRMANSYAH/ANTARA FOTO

Bodetabek

10 Aug 2021, 17:16 WIB

Agar Anak tak Bosan PJJ

Guru harus berinovasi dalam PJJ agar anak tidak bosan.

 

JAKARTA— Sudah hampir dua tahun anak Indonesia belajar secara daring, tanpa tatap muka dan bersosialisasi secara langsung dengan guru dan teman-teman di sekolah.Rasa jenuh dan lelah pasti muncul, namun demi kesehatan dan kepentingan bersama, PJJ dinilai masih efektif untuk menghindari anak dari bahaya virus Covid-19.

Sebagai orangtua, terdapat beberapa cara dan upaya yang dapat dilakukan untuk hindari rasa jenuh di tengah belajar daring anak, seperti dikutip dari siaran resmi Zalora yang diterima di Jakarta, Selasa.

Pertama, lebih sering hadir untuk dampingi anak belajar daring Dampingi anak belajar secara daring tentu membutuhkan dedikasi waktu khusus bagi orang tua di tengah kesibukan sehari-hari. Namun, orang tua sebagai pendamping aktif dapat mengajak anak diskusi, ulang instruksi guru bila dibutuhkan selama proses belajar hingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bersama anak.

Kedua, lengkapi dan ubah ruang belajar anak secara berkala Ruang belajar anak tentu menjadi faktor penting dalam menjaga kondusifnya proses belajar daring. Jika anda memiliki ruang lebih, tidak ada salahnya untuk mendedikasikan ruangan tersebut untuk menjadi ruang belajar anak, terlebih lagi pastikan ruangan tersebut jauh dari distraksi seperti televisi, kasur, dan lainnya.Lengkapi dan mengubah tata letak ruang dapat dilakukan bersama anak guna menumbuhkan rasa semangat dan memiliki, dan tentu dapat disesuaikan dengan kesukaan anak, seperti dalam pemilihan warna meja dan sebagainya.

Ketiga, sediakan perlengkapan belajar anak sesuai dengan kesukaannya Perlengkapan belajar yang diperlukan diantaranya seperti tempat pensil, alat tulis, buku tulis, tempat minum, lampu belajar, hingga kursi ergonomis. Kebutuhan ini juga bisa disesuaikan dengan kesukaan anak dan ajak anak memilih karakter favorit mana yang mereka inginkan. Misalnya dalam memilih tempat pensil dengan karakter kartun kesukaan anak.

Keempat, jangan lupa bermain. Bermain merupakan hak dan kebutuhan semua anak. Orang tua dapat melengkapi permainan yang sesuai dengan usia anak guna mengasah kreativitas anak.Kegiatan bermain anak yang terganggu ternyata menjadi suatu masalah serius lho bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama proses anak dalam membangun watak atau karakter sosial.

Zalora sebagai destinasi online fashion, beauty, lifestyle utama di Asia, berupaya untuk terus hadir dalam memenuhi kebutuhan pelanggan Indonesia, tidak terkecuali untuk kebutuhan anak-anak. Untuk itu, Zalora menggandeng Kidz Station pada kampanye Kids Carnival yang berlangsung pada 8 hingga 14 Agustus guna menghadirkan berbagai produk anak-anak, seperti kebutuhan sekolah dan bermain yang dapat dilengkapi untuk aktivitas dari rumah.

"Kami sangat senang mengumumkan kemitraan strategis dengan Kidz Station. Di tengah waktu yang tidak pasti seperti saat ini, penting bagi kami untuk juga mendukung kebutuhan pelanggan Indonesia tidak terkecuali untuk kebutuhan anak-anak," ujar Associate Marketing Director Zalora Indonesia Bimo Darmoyo. Bimo mengagakan pihaknya percaya bahwa kegiatan belajar dan bermain sama pentingnya dan merupakan aktivitas yang baik untuk tumbuh kembang anak, baik secara kognitif, fisik, maupun emosional.

Wi-Fi publik tak diperpanjang di Bogor 

Keberadaan Wi-Fi publik untuk siswa-siswi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Bogor tidak dilanjutkan hingga Desember mendatang. Alasannya, para siswa akan mendapat bantuan kuota dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat. Di samping itu, kata dia, dikhawatirkan terdapat duplikasi jika Wi-Fi publik dan kuota dari Kemendikbud disediakan secara bersamaan.

Update tentang Wi-Fi publik untuk PJJ tidak dilanjutkan, karena ada bantuan kuota dari Kemendikbud. Selain itu juga khawatir terjadi duplikasi,” kata Rahmat kepada Republika, Ahad (1/8).

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Diskominfo Kota Bogor mengajukan anggaran sebesar Rp 2.197.250.000 di pergeseran anggaran untuk perpanjangan Wi-Fi publik, di 799 RW se-Kota Bogor. Dana miliaran rupiah tersebut akan digunakan untuk perpanjangan Wi-Fi publik selama lima bulan.

Rahmat mengatakan, Wi-Fi publik yang sempat diajukan untuk tahun ini tak hanya digunakan untuk PJJ, tapi juga diharapkan bisa digunakan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif yang melakukan penjualan secara daring.

“Iya (anggaran sebesar Rp 2.197.250.000, red), tapi tidak jadi dianggarkan di pergeseran karena ada bantuan kuota dari Kemendikbud,” ucap dia.

Untuk pengadaannya, Rahmat menuturkan, sebelumnya Wi-Fi publik gratis yang sempat aktif pada September hingga Desember 2020 menggunakan operator berbeda. Sebab, setiap wilayah lebih mengetahui jaringan operator yang kuat di daerah masing-masing.

Sehingga, sambung dia, anggaran dari Diskominfo didesentralisasikan ke wilayah. Di mana yang menjadi penunjuk penyedia layanan Wi-Fi di setiap wilayah merupakan lurah.

“Jadi, ada beberapa operator, Telkom, Telkomsel, dan Indosat. Yang menunjuk penyedianya lurah karena anggarannya didesentralisasikan ke wilayah. Karena, wilayah lebih tahu jaringan operator yang lebih kuat di daerahnya masing-masing,” jelas Rahmat.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, mengatakan, secara pribadi dia dan fraksi PKS akan menerima jika Pemkot Bogor mengajukan anggaran untuk perpanjangan Wi-Fi publik. Sebab, dia menyatakan, anggaran untuk perpanjangan Wi-Fi publik sudah direkomendasikan oleh anggota dewan. Bahkan, sudah ditanyakan sejak awal pembahasan anggaran 2021 di akhir 2020.

“Kalau saya pribadi dan fraksi PKS akan menerima. Karena, memang dari awal pembahasan anggaran 2021 di akhir 2020 kemarin, sudah kami tanyakan dan rekomendasikan untuk adanya anggaran Wi-Fi publik,” jelasnya.

Politisi PKS ini menuturkan, kebutuhan terhadap Wi-Fi publik untuk para pelajar masih tinggi karena seluruh siswa saat ini masih menjalani PJJ. Ditambah lagi, mulai besok seluruh siswa mulai dari SD, SMP sederajat, dan SMA sederajat sudah serentak belajar pada tahun ajaran baru.

Oleh karena itu, saat itu pihaknya merekomendasikan untuk melanjutkan perpanjangan Wi-Fi publik. Kendati demikian, sambung Atang, jika Kemendikbud sudah memberikan bantuan kuota internet bagi seluruh siswa, anggaran Wi-Fi untuk PJJ tidak perlu lagi dialokasikan dan bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

“Seperti Wi-Fi publik bagi masyarakat yang membutuhkan untuk kegiatan usaha UMKM maupun pengemudi daring. Bisa diadakan untuk beberapa titik strategis dan anggarannya tidak sebesar untuk PJJ,” ujarnya.


×