Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pelajar di Sentra Vaskin Pelajar SMK Negeri 1 Jakarta, Selasa (3/8/2021). Vaksinasi pelajar diharapkan dipercepat agar sekolah bisa segera dibuka. | Prayogi/Republika.
06 Aug 2021, 03:45 WIB

Vaksinasi Pelajar Digencarkan

Vaksinasi pelajar diharapkan dipercepat agar sekolah bisa segera dibuka.

SURABAYA -- Pemerintah di Pulau Jawa tengah menggencarkan vaksinasi Covid-19 di kalangan pelajar untuk mempercepat kekebalan kelompok (herd immunity) di lingkungan sekolah. Gubernur Jawa Timur, Khofiah Indar Parawansa, pada Kamis (5/8) mencanangkan program vaksinasi pelajar secara serentak di 38 kabupaten/kota di wilayah setempat.

Khofifah mengungkapkan, Jatim mengalokasikan 38 ribu dosis vaksin tahap I kepada 38 ribu siswa SMA/SMK se-Jawa Timur, yang didistribusikan melalui dinas kesehatan kabupaten/kota. Pengendalian pandemi Covid-19 melalui vaksinasi adalah kunci yang sangat menentukan.

Melalui vaksinasi ini, dia berharap masyarakat bisa bekerja kembali, anak-anak bisa belajar di sekolah, dan masyarakat bisa kembali beribadah dengan tenang.

"Karena itu saya mencanangkan vaksinasi serentak untuk pelajar SMA/SMK se-Jawa Timur, dengan harapan herd immunity yang akan menjadi pelandaian dalam pengendalian pandemi Covid-19 ini bisa segera kita wujudkan di Jawa Timur," kata Khofifah, Kamis (5/8).

Terkait

photo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pelajar di Sentra Vaskin Pelajar SMK Negeri 1 Jakarta, Selasa (3/8/2021). Sentra vaksin yang berlangsung hingga Jumat (6/8) tersebut menyedikan kuota 300 dosis vaksin perhari yang diutamakan untuk para pelajar di wilayah Kecamatan Sawah Besar.  - (Prayogi/Republika.)

Khofifah meminta bupati/wali kota di Jawa Timur segera melakukan percepatan vaksinasi terhadap penduduk remaja tersebut, yaitu usia 12-17 tahun. Vaksinasi pelajar harus dipercepat karena metode pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan selama pandemi Covid-19 dinilai kurang efektif.

"Kita berharap melalui penuntasan vaksinasi untuk pelajar, pembelajaran tatap muka secara bertahap dan terbatas bisa segera digelar kembali. Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi menyatakan, vaksinasi serentak itu diharapkan menjadi momentum mempercepat penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah dinanti para siswa, guru, dan orang tua. Vaksinasi untuk pelajar akan melengkapi pemberian vaksin yang sudah dilakukan untuk guru dan tenaga kependidikan di Jawa Timur.

"Semoga capaian untuk vaksin pelajar juga bisa segera kita percepat sehingga PTM terbatas bisa segera digelar," kata Wahid.

Di Jawa Barat, vaksinasi pelajar tengah digencarkan setiap daerah. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surachman mengatakan, hingga Rabu (4/8), pihaknya sudah memvaksin 5.000 anak berusia 12-17 tahun dari target 293.330 anak usia sekolah.

photo
Sejumlah pelajar mengikuti vaksinasi Covid-19 di SMA Negeri 3 Solo, Jawa Tengah, Rabu (4/8/2021). Vaksinasi perdana untuk pelajar di Solo diikuti 500 siswa usia 12 tahun hingga 17 tahun guna mempercepat kekebalan kelompok. - (ANTARA FOTO/Maulana Surya)

Asep mengatakan, vaksinasi dilakukan terpusat di Pendopo Garut dan setiap sekolah. Animo pelajar mengikuti vaksinasi semakin meningkat. "Ini membuktikan bahwa harapan kami di awal masyarakat secara sadar mau divaksinasi," kata Asep, Rabu (4/8).

Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, juga mulai meluncurkan vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun. Peluncuran vaksinasi ini dilakukan bersamaan dengan perayaan Hari Anak Nasional 2021 tingkat Kabupaten Cirebon, Kamis (5/8).

Bupati Cirebon, Imron menargetkan, vaksinasi terhadap 3.000 anak dalam sepekan ke depan. Jika PTM di sekolah sudah dilaksanakan, anak-anak tersebut dalam kondisi divaksin. "Nanti kita akan door to door ke sekolah-sekolah untuk vaksinasi. Supaya target vaksinasi untuk anak-anak bisa tercapai," kata Imron dalam acara tersebut.

Harus cepat

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan, target vaksinasi anak usia 12-17 tahun dikejar agar sekolah tatap muka kembali digelar. Kemarin, Bintang meninjau vaksinasi di SMP Islam Al Azhar 31 Summarecon Bekasi dan SMP Negeri 5 Kota Bekasi.

photo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada seorang remaja saat vaksinasi massal di Gedung Graha Widya Wisuda IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/8/2021). - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Bintang mengapresiasi vaksinasi di sekolah tersebut karena anak-anak diatur agar terhindar dari berkerumun. Vaksinasi di sekolah juga membuat mereka tidak bercampur dengan orang dewasa.

"Pelaksanaan vaksinasi di sekolah akan menjauhkan anak anak dari kerumunan, kemudian anak anak pasti mengikuti aturan sekolah yang ada," kata dia.

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan pada Rabu mengatakan, varian Delta Covid-19 lebih cepat menular pada anak-anak. "Karena daya tahan menempel yang kuat, sehingga penularan lebih cepat. Kondisi ini (membuat orang) akan mudah tertular, terutama juga kepada anak-anak,” kata dia. 

Sumber : Antara


×