Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin Covid-19 Moderna untuk disuntikkan kepada rekannya di RSUP Dr. M Djamil Padang, Sumatra Barat, Jumat (30/7/2021). Sebanyak 3.900 dosis vaksin COVID-19 Moderna diberikan kepada tenaga kesehatan di rumah sakit itu sebagai | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
31 Jul 2021, 03:45 WIB

Erick Ingin Indonesia tidak Bergantung Impor Vaksin

Indonesia harus mampu menghilangkan ketergantungan impor vaksin dengan memproduksi vaksin Covid-19 sendiri.

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Indonesia harus mampu menghilangkan ketergantungan impor vaksin dengan memproduksi vaksin Covid-19 sendiri. Erick menugaskan holding BUMN farmasi bekerja sama dengan lembaga Eijkman dan sejumlah universitas dalam negeri untuk memproduksi vaksin Merah Putih.

Erick menyebut Bio Farma selama ini telah dikenal sebagai salah satu perusahaan yang mampu memproduksi berbagai vaksin seperti polio hingga meningitis. “Memang untuk vaksin Covid-19 kita harus belajar lagi. Kita sedang fokuskan vaksin Merah Putih yang memang kerja sama BUMN dan universitas di dalam negeri dan juga lembaga penelitian,” ujar Erick, di Jakarta, Jumat (30/7).

Bio Farma juga telah bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, dalam pengembangan vaksin yang telah didaftarkan ke WHO. Nantinya, vaksin BUMN-Baylor akan disinergikan dengan universitas dalam negeri untuk uji klinis dan produksi. “Kita usaha mudah-mudahan di pertengahan tahun depan di Mei atau Juni kita bisa mulai,” ujar Erick.

Terkait

Erick menjelaskan, Bio Farma juga telah meningkatkan kapasitas produksi dari satu miliar menjadi 1,5 miliar. Sebanyak 250 juta sudah digunakan untuk produksi vaksin dari bahan baku Sinovac. “Yang 250 juta masih proses perizinan di BPOM. Fasilitas ini yang bisa untuk vaksin Merah Putih ke depan,” kata Erick.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah saat ini terus mendatangkan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi di dalam negeri. “Setiap bulan kita menerima stok vaksin dan Juli kita akan menerima 40 juta dosis vaksin,” kata Nadia.

Sementara itu, jumlah stok vaksin Covid-19 yang saat ini tersedia di pemerintah pusat mencapai 55 juta dosis. Namun, vaksin-vaksin ini masih dalam proses pengolahan untuk menjadi vaksin jadi. “Sebanyak 55 juta dosis yang sedang diproses untuk vaksin jadi dan quality control di BPOM. (55 juta) ini sudah vaksin jadi,” ujar dia. 


×