Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah bersiap melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Ind | ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
30 Jul 2021, 15:41 WIB

Godaan Paras Menawan di Olimpiade Tokyo

Banyak juga perempuan berparas menawan yang ikut meramaikan gelanggang Olimpiade Tokyo.

OLEH EKO SUPRIYADI

Olimpiade selalu identik dengan pria maupun perempuan yang bertubuh proporsional dan kekar, dengan tampang yang sangar. Namun, anggapan tersebut saat ini sudah tidak berlaku.

Karena banyak juga perempuan berparas menawan yang ikut meramaikan gelanggang Olimpiade Tokyo. Namun, perlu dicatat, kalau kehadiran perempuan-perempuan cantik tersebut bukan semata-mata karena parasnya, melainkan kemampuan mereka di arena pertandingan yang tidak bisa diremehkan.

Sejumlah nama pun menjadi perhatian banyak orang karena parasnya yang menawan tersebut. Salah satunya adalah Zehra Gunes, atlet voli asal Turki. Parasnya yang menawan membuat warganet langsung membanjiri akun media sosial miliknya.

Terkait

Pada usianya yang menginjak 22 tahun, aksi Zehra sebagai middle blocker telah mencuri perhatian ketika Turki berhasil mengalahkan Cina dengan skor 3-0. Wajah menawan dan aksi gemilang di lapangan voli langsung membuat nama Zehra menempati daftar teratas nama atlet yang dicari di dunia maya.

Atlet menawan lainnya adalah Seonaid McIntosh. Penembak yang mewakili Inggris tersebut menarik perhatian dalam Olimpiade Tokyo dengan prestasinya yang mentereng.

Perempuan asal Skotlandia tersebut memenangkan emas dalam Kejuaraan Dunia di Rio De Janeiro, Brasil, dengan kelas 3 x 40, lalu meraih perak dalam kelas 10 meter. Ia menjadi perempuan Inggris Raya pertama yang memenangkan medali emas. Sayang, aksinya terhenti sebelum masuk final kelas senapan angin 10 meter.

Atlet berparas menawan lainnya adalah Laura Kenny. Pesepeda Inggris itu jadi atlet perempuan paling sukses di tim Britania Raya, dengan segudang prestasi. Kenny telah mengoleksi empat medali emas Olimpiade dari dua ajang, pada 2012 dan 2016.

Lalu ia juga pernah menjadi juara tujuh kejuaraan dunia dan memegang 14 rekor untuk gelar terbanyak kejuaraan Eropa. Kini Kenny kembali turun dalam Olimpiade Tokyo untuk bertanding di kelas sprint 4.000 meter. Ia berpeluang menambah koleksi medali emasnya pada usia 33 tahun.

 

Selanjutnya ada Ariarne Titmus. Perenang Australia itu bahkan telah mengoleksi dua medali emas di Tokyo, dari gaya bebas 400 dan 200 meter. Titmus membuktikan dirinya kelas di atas kompetisi, memenangkan final dalam waktu rekor Olimpiade 1:53,50, di depan Siobhan Haughey dari Hong Kong, Cina (perak), dan juara 100 m gaya bebas Rio 2016 Kanada Penny Oleksiak (perunggu).

Setelah memenangkan kelas 400 meter pada Selasa lalu, Titmus memberi penghormatan kepada Katie Ledecky yang memegang rekor dunia di kelas tersebut. Ia mengatakan, lawan yang tangguh di sampingnya memberinya dorongan ekstra untuk meningkatkan permainannya.

"Jika saya tidak memiliki seseorang seperti dia untuk dikejar, saya pasti tidak akan berenang seperti saya," kata Ariarne, dikutip dari laman resmi Olimpiade, Rabu (28/7).

Ada lagi atlet berwajah cantik di Olimpiade Tokyo, yaitu Vladislava Urazova. Anggota tim senam Rusia itu tampil bersinar seusai meraih medali emas dan mematahkan dominasi Amerika Serikat di cabang senam. Urazova akan merayakan ulang tahunnya yang ke-17 bulan depan.

Ia pernah memenangkan medali perak di Eropa awal tahun ini. Ia juga pernah menjadi juara dunia junior pada 2019. Urazova telah berlatih senam saat usianya baru empat tahun dan hidup dengan moto yang membimbingnya selama ini. "Buatlah mimpi dan itu akan menciptakan Anda," kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by The Olympic Games (@olympics)


×