Sejumlah siswa didampingi anggota Satlantas belajar Daring dengan memanfaatkan jaringan internet gratis di Balai Desa Meunasah Manyang Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (28/8/2020). Satlantas Polres Lhokseumawe menyediakan jaringan internet gratis dan rua | RAHMAD/ANTARA FOTO
30 Jul 2021, 15:33 WIB

Telkom: Trafik Data Internet Naik Selama PPKM Darurat

Pertumbuhan penggunaan data internet pada masa PPKM tak setinggi era awal pandemi Covid-19.

JAKARTA  — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kenaikan traffic data atau penggunaan data internet pada periode pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat atau PPKM Level 4. Emiten berkode saham TLKM itu mengestimasi pertumbuhan penggunaan data internet selama PPKM Darurat mencapai lima persen.

"Angka asumsi ini bisa berubah lebih tinggi akibat adanya perpanjangan masa PPKM Level 4 di sejumlah daerah,” kata Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relation Telkom Indonesia, Ahmad Reza, kepada Republika di Jakarta, Kamis (29/7).

Kenaikan penggunaan data internet yang terjadi selama masa PPKM Level 4 mengindikasikan adanya peralihan aktivitas masyarakat dari luring menjadi daring. Ia menilai, hal ini merupakan pertanda positif dalam upaya mengurangi laju penularan dan penyebaran Covid-19.

Meski begitu, Reza mengatakan, pertumbuhan penggunaan data internet yang terjadi pada masa PPKM saat ini tidak setinggi era awal ketika pandemi Covid-19 terjadi. "Hal ini diindikasikan terjadi karena saat ini sudah banyak masyarakat yang terbiasa berkegiatan secara daring atau memanfaatkan platform atau layanan digital," ujar Reza.

Terkait

Menurut Reza, kebiasaan baru masyarakat dalam beraktivitas secara digital menjadi sinyalemen bagus untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Telkom rutin melakukan pemeliharaan jaringan, infrastruktur, dan meningkatkan kapasitas perusahaan untuk melayani kebutuhan akses data masyarakat yang terus meningkat. Ia menyebutkan, peningkatan kualitas layanan juga dilakukan Telkom melalui berbagai cara, salah satunya menambah jumlah base transceiver station (BTS) milik anak usahanya, yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

"Per kuartal I 2021, jumlah BTS yang dioperasikan Telkomsel mencapai 234 ribu unit lebih. Angka ini naik 2.800 lebih dibandingkan jumlah BTS yang dimiliki per akhir 2020 sebesar 231.172 unit," kata Reza.

 

Penambahan BTS dilakukan bersamaan dengan upaya perusahaan memperluas akses konektivitas masyarakat melalui penempatan 35.822 tower komunikasi, penyediaan akses fiber optik yang per akhir 2020 sudah melayani 30,1 juta rumah tangga, dan penempatan 386 ribu lebih Wi-Fi Acces Point di berbagai daerah.

Melalui perawatan rutin dan perluasan jaringan, lanjut Reza, Telkom yakin aktivitas masyarakat selama masa PPKM Darurat bisa tetap berjalan lancar. Reza memastikan Telkom berkomitmen terus menjaga dan meningkatkan kualitas serta cakupan layanan bagi masyarakat agar Indonesia segera melompat atau leapfrog menjadi negara terdepan dalam hal pengembangan ekonomi digital di Asia Tenggara serta dunia.

Sementara itu, Telkomsel mencatat trafik layanan broadband pelanggan terhitung stabil selama pemberlakuan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali hingga perpanjangan status PPKM Level 1-4 di sejumlah wilayah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Telkom Indonesia (telkomindonesia)

General Manager External Corporate Communications Telkomsel Aldin Hasyim mengatakan, lonjakan trafik memang terjadi di sejumlah titik, terutama di area residensial dan lokasi pendukung penanganan Covid-19, seperti rumah sakit rujukan, tapi peningkatannya tidak terlalu signifikan dan masih terjaga kualitas dan kapasitasnya oleh Telkomsel.

Aldin menyampaikan, upaya penanganan pengamanan trafik jaringan, khususnya broadband, yang telah dilakukan Telkomsel di antaranya dengan menyiagakan kapasitas tambahan guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi, terutama trafik layanan berbasis data dan digital.


×