Tentara PLA Cina bersiap menjalani parade militer pada 2017. | Reuters
29 Jul 2021, 03:45 WIB

AS Khawatirkan Nuklir Cina

Citra satelit menunjukkan Cina membangun 110 silo rudal yang baru di Hami.

WASHINGTON – Pentagon dan anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik AS mengungkapkan kekhawatiran terbaru mereka mengenai Cina. Mereka khawatir Cina membangun kekuatan nuklir setelah muncul laporan yang mengatakan Beijing membangun 110 silo rudal.

Dalam laporannya Senin (27/7), Federasi Ilmuwan Amerika (AFS) mengatakan foto satelit menunjukkan Cina membangun ratusan silo di sebuah tanah lapang di dekat Hami, bagian timur Xinjiang. Silo adalah bangunan berbentuk silinder yang masuk ke dalam tanah. Tempat ini biasanya dipakai untuk menyimpan sesuatu, dalam hal ini, kemungkinan adalah rudal.

Beberapa pekan sebelumnya juga ada laporan yang menyebutkan Cina membangun 120 silo rudal di Yumen. Sebuah daerah gurun sekitar 240 mil atau 380 kilometer di bagian tenggara negara itu.

"Ini kedua kalinya dalam dua bulan, dunia menemukan apa yang selama ini kami katakan tentang meningkatnya ancaman yang dihadapi dunia dan kerahasiaan yang mengelilinginya," cicit Komando Strategis AS di Twitter sambil menautkan artikel New York Times mengenai laporan AFS, Selasa (28/7).

Terkait

photo
Tangkapan citra satelit menunjukkan pulau buatan Cina di Laut Cina Selatan, beberapa waktu lalu. Pulau tersebut dikhawatirkan bertujuan sebagai pangkalan militer. - (AP Photo)

Juli lalu, Departemen Luar Negeri AS juga memperingatkan tentang pengembangan nuklir Cina yang mengkhawatirkan. AS meminta Cina untuk mengikuti “langkah-langkah nyata untuk mengurangi resiko destabilisasi yang disebabkan perlombaan senjata”.

Menurut AS, kini Beijing tampaknya menyimpang dari strategi nuklir minimal deterrence yang mereka terapkan selama puluhan tahun. Minimal deterrence adalah strategi nuklir di mana suatu negara tidak memiliki senjata nuklir lebih dari yang diperlukan untuk mencegah musuh menyerang.

Anggota Kongres AS dari Partai Republik Mike Turner mengatakan, pengembangan nuklir yang Cina lakukan “tidak pernah terjadi sebelumnya”. Anggota Sub-komite Angkatan Bersenjata pada Pasukan Strategis House of Representative itu menegaskan, Cina berpontensi “mengerahkan senjata nuklir untuk mengancam Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya”.

Turner mengatakan, penolakan Cina untuk menegosiasikan kontrol senjata “Harus memicu kekhawatiran dan dikecam oleh semua negara yang bertanggung jawab”.

Hal senada juga disampaikan anggota sub-komite lainnya, Mike Rogers. Menurutnya, pembangunan nuklir yang dilakukan Cina menunjukkan bahwa AS harus segera memodernisasi penangkal nuklir.

 
Beberapa pekan sebelumnya juga ada laporan yang menyebutkan Cina membangun 120 silo rudal di Yumen.
 
 

Dalam laporannya 2020 lalu Pentagon memperkirakan hulu ledak nuklir Cina “di bawah angka 200 unit”. Mereka mengatakan, diproyeksikan jumlahnya bertambah setidaknya dua kali lipat saat Beijing memperkuat dan memodernisasi angkatan bersenjatanya.

Menurut pengamat, Amerika diperkirakan memiliki sekitar 3.800 hulu ledak nuklir. Menurut lembar fakta Departemen Luar Negeri AS hingga 1 Maret lalu ada sekitar 1.357 yang dikerahkan.

Washington berulang kali mengajak Cina untuk bergabung dalam perjanjian pengendalian senjata yang mereka sepakati dengan Rusia. Sementara laporan mengenai ratusan silo rudal Cina ini muncul ketika Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman menggelar pembicaraan pengendalian senjata dengan Rusia di Jenewa pada Rabu ini.

Awal pekan ini Sherman berada di Cina. Sementara Cina menuduh Washington menciptakan “musuh bayangan” untuk mengalihkan diri dari masalah dalam negeri AS dan menekan Cina.

Negeri Tirai Bambu mengatakan persenjataanya kalah jauh dari AS dan Rusia. Beijing mengatakan siap menggelar dialog bilateral mengenai strategi keamanan “berdasarkan kesetaraan dan sikap saling menghormati”. 

Sumber : Reuters


×