Tangkapan layar saat Presiden Direktur KPM Raden Ridwan Hasan Saputra membuka kompetisi Indonesia International Mathematics Competition (IIMC) 2021, Selasa (27/7), secara online. | Youtube/KPM Seikhlasnya
28 Jul 2021, 09:48 WIB

30 Negara Ikuti Kompetisi Matematika IIMC 2021

Kompetisi matematika internasional ini diikuti oleh 30 negara dari lima benua.

JAKARTA -- Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menggelar ajang bergengsi perlombaan matematika Indonesia International Mathematics Competition (IIMC) 2021. Kompetisi matematika internasional ini diikuti oleh 30 negara dari lima benua.

Presiden Direktur KPM Raden Ridwan Hasan Saputra mengatakan, IIMC 2021 memberi kesempatan bagi para siswa untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan gagasan dalam sebuah ajang kompetisi untuk bersaing secara sehat di bidang ilmu pengetahuan, khususnya matematika.

"IIMC 2021 bagi siswa sekolah dasar dan menengah ini merupakan kompetisi internasional yang sangat bergengsi," kata Ridwan saat memberikan kata sambutan pembukaan IIMC 2021 di akun Youtube KPM Seikhlasnya, Selasa (27/7).

Ridwan mengungkapkan, efek dari pandemi global Covid-19 yang berdampak pada kehidupan umat manusia sedunia membuat tak mungkin menggelar acara sebagaimana sebelum ada pandemi. "Tapi tentu saja, pertujukan harus terus berjalan dan keputusan paling bijaksana adalah menggelarnya secara online," kata Ridwan.

Terkait

Untuk itu, dalam IIMC 2021 kali ini, kata Ridwan, semua peserta mengikuti lombanya tetap dari negara masing-masing dengan pertimbangan memprioritaskan keamanan dan kesehatan peserta. Namun, itu semua tak mengurangi nilai-nilai dari ajang kompetisi IIMC ini.

Ridwan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak atas terselenggaranya acara ini secara baik, termasuk guru, orangtua, dan tentunya para siswa yang bekerja keras untuk berkompetisi dalam ajang ini.

Kepala Diklat dan Lomba KPM, Herman Hadiwijaya, menambahkan, KPM kembali dipercaya oleh Badan Komite Internasional untuk mengadakan olimpiade matematika internasional. KPM, kata dia, menyambut baik kepercayaan itu menggelar kompetisi ini.

"Ini adalah sebuah event internasional yang paling bergengsi untuk bidang matematika di tingkat SD maupun SMP. Awalnya, memang ini dilaksanakan pada tahun 2020. Namun karena kondisi pandemi, ditunda dulu yang 2020," kata Herman kepada Republika, Selasa (27/7).

Berbeda dari kompetisi lain sebelum masa pandemi, IIMC digelar secara daring. Kompetisi secara daring, kata Herman, memang menjadi tantangan tersendiri bagi KPM. Walaupun demikian, KPM berupaya yang terbaik dalam menyelenggarakannya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KPM Seikhlasnya (kpmseikhlasnya)

IIMC nantinya memiliki dua kategori, yakni individu dan kategori tim. Masing-masing tim akan terdiri atas empat peserta. Lomba akan dilaksanakan pada hari yang sama bagi semua peserta yang ada di Indonesia maupun luar negeri

"Masing-masing tim terdiri atas empat siswa. Itu sudah ditentukan oleh masing-masing negara. Nah, kemudian setelah itu untuk negara sendiri yang berpartisipasi di IIMC ini ada 30 negara untuk saat ini," kata dia.

 
Kemudian setelah itu untuk negara sendiri yang berpartisipasi di IIMC ini ada 30 negara untuk saat ini.
 
 

Beberapa negara yang mengikuti kompetisi ini, antara lain, Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Bolivia, Botswana, Bulgaria, Cina, Ghana, Hong Kong, India, Iran, Korea Selatan, Makau, Malaysia, Meksiko, Filipina, dan tentunya Indonesia. Untuk Indonesia, peserta yang mengikuti olimpiade ini sebelumnya merupakan siswa yang lolos Kompetisi Sains Nasional (KSN). Setelah menjadi juara KSN, mereka dikirim mengikuti olimpiade ini.

Untuk peserta dari negara lain, kata Herman, merupakan siswa terbaik dari negara masing-masing. Setelah peserta ini dipilih, dilakukan pembinaan khusus sebelum akhirnya mengikuti lomba. "Artinya, mereka adalah siswa-siswa terbaik di seluruh dunia," kata dia.

Perlombaannya dibagi ke dalam beberapa tahapan. Pertama, siswa mengerjakan soal secara individual. Soal ini akan berbeda antara SD dan SMP. Peserta SD mengerjakan soal yang tipenya isian singkat dengan waktu sekitar 90 menit. Untuk siswa SMP, mengerjakan isian singkat dan soal dalam bentuk rangkaian selama sekitar 120 menit.

Setelah itu, siswa akan diberi waktu istirahat sebelum nantinya mengerjakan soal tim. Dalam sesi ini, mereka akan diberikan 10 soal, delapan soal dikerjakan di awal dan dua soal lainnya dikerjakan terakhir bersama-sama.

"Jadi, selama 10 menit pertama masing-masing tim berdiskusi kemudian menentukan, setiap anggota tim akan mengerjakan nomor soal berapa saja," kata dia.


×