Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
27 Jul 2021, 05:55 WIB

Erick Thohir: Himbara Kontributor Terbesar KUR

Erick Thohir mengatakan, BUMN menyiapkan delapan klaster KUR pertanian.

JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi kontributor terbesar penyalur kredit usaha rakyat (KUR) tahun 2021. Himbara tercatat berkontribusi 92 persen dari total kuota KUR yang sebesar Rp 253 triliun.

"Dari kuota KUR 2021 dari Himbara yang targetnya Rp 253 triliun, kami memang menjadi kontributor terbesar, yaitu 92 persen lebih," kata Erick dalam konferensi pers virtual seusai menghadiri rapat terbatas mengenai Pinjaman Kredit Usaha Rakyat Pertanian yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (26/7).

Erick menyebutkan, penyaluran KUR selama Januari sampai 25 Juni secara keseluruhan meningkat Rp 143,14 triliun atau 56,58 persen dari target Rp 253 triliun pada 2021.

"Ini sesuai dengan penugasan yang kami terima. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendukung program KUR ini, terutama di pertanian,” ujar Erick.

Terkait

Erick juga mengatakan, Kementerian BUMN sudah menyiapkan delapan klaster, yaitu klaster padi, jagung, sawit, tebu, jeruk, tanaman hias, kopi, dan klaster korang sehingga nanti bisa bersinergi dengan program-program yang ada di Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

Erick menyebutkan, bank BUMN sudah memberikan pinjaman kepada 6.150 penggilingan padi (rice mill). Dari total pinjaman ke 6.150 rice mill tersebut, nilainya mencapai Rp 2,7 triliun.

“Kami tentu terbuka dan bisa mengembangkan juga siap mendampingi, seperti yang kami sudah lakukan di rice mill unit di Ciamis dan Kebumen di mana hal itu menjadi kerja sama yang baik antara Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan Kementerian BUMN," kata Erick.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kredit Usaha Rakyat (KUR) (kur.perekonomianri)

 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar dilakukan korporatisasi pertanian atau melalui koperasi. Presiden juga meminta pengucuran KUR dipermudah dan tidak ada regulasi yang menghambat.

"Sebagai contoh untuk pengembangan rice milling unit yang investasi Rp 5 miliar bisa dilakukan dengan skema KUR di mana tingkat suku bunganya rendah 3 persen untuk 5-7 tahun bisa diperuntukkan kepada kelompok petani, misalnya 10 petani berkumpul, maka dari 10 KUR bisa mencapai Rp 5 miliar, itu sebagai contoh," kata Airlangga.

Airlangga menyebutkan, secara keseluruhan KUR pangan Rp 26,8 triliun, KUR hortikultura Rp 7,84 triliun, perkebunan Rp 20,3 triliun, dan peternakan Rp 15,1 triliun.

Airlangga mengatakan, realisasi KUR terus meningkat pada periode semester I 2021 meskipun pemerintah harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai daerah untuk mengurangi laju penularan Covid-19.

“Terkait penyaluran KUR, kita lihat penyaluran KUR itu meningkat selama PPKM. Dapat kami sampaikan pada Januari itu Rp 17 triliun itu sudah bisa disalurkan,” ujar Airlangga.

Tren penyaluran KUR terus meningkat pada bulan-bulan berikutnya pada semester I 2021. Pada Februari 2021, realisasi KUR mencapai Rp 22,07 triliun, kemudian Maret 2021 sebesar Rp 25,47 triliun, April 2021 sebesar Rp 23,42 triliun, Mei 2021 sebesar Rp 16,4 triliun, dan Juni Rp 26,5 triliun.

Airlangga menduga perbaikan realisasi KUR ini karena kegiatan ekonomi mulai pulih dan rendahnya tingkat suku bunga KUR, yakni sekitar tiga persen, setelah disubsidi pemerintah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Airlangga Hartarto (airlanggahartarto_official)

Bank Mandiri merealisasikan penyaluran KUR sebesar Rp 19,68 triliun pada semester I 2021 kepada 200.339 debitur. Penyaluran KUR Bank Mandiri tersebut terdiri atas KUR kecil sebesar Rp 16,01 triliun serta KUR mikro senilai Rp 3,63 triliun.

Dari nilai penyaluran itu, sebanyak 58,03 persen atau setara dengan Rp 11,42 triliun telah disalurkan ke sektor produksi yang meliputi subsektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, jasa produksi, dan turunannya.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus Koernianto Triprakoso mengatakan, pada sisa akhir tahun ini Bank Mandiri akan lebih banyak memfokuskan penyaluran KUR pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

"Menurut pemantauan kami, sektor-sektor tersebut masih memiliki potensi penyaluran KUR yang relatif besar karena menunjang ketahanan pangan dalam negeri. Selain itu, prospek sektor-sektor tersebut masih baik dikarenakan tidak terdampak pandemi Covid-19 secara signifikan,” kata Josephus.

Dalam mendukung pemulihan ekonomi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Mandiri juga melakukan program restrukturisasi bagi debitur KUR yang terdampak pandemi Covid-19 berupa penundaan pembayaran pokok dan bunga.


×