Anggota TNI AU melakukan pengisian ulang tabung oksigen di Pabrik Zat Asam (Pazam) 731 di Kompleks Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (26/7). TNI AU mengoperasikan Pabrik Zat Asam (Pazam) 731 di bawah Komando Pemeliharaan Materiil (Koharmat) A | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
27 Jul 2021, 03:45 WIB

Angka Kesembuhan Lampaui 40 Ribu Pasien Sehari

Angka kesembuhan ini menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi melanda Indonesia.

JAKARTA – Jumlah pasien sembuh dari Covid-19 kembali pecah rekor. Satgas Penanganan Covid-19 merilis, ada 40.374 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada Senin (26/7). Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi melanda Indonesia.

Grafik penambahan pasien sembuh harian menunjukkan bahwa tren lonjakan jumlah pasien sembuh mulai terjadi pada pertengahan Juli 2021. Hal ini memang sejalan dengan lonjakan angka kasus Covid-19 yang juga signifikan pada momen yang sama.

Di sisi lain, angka penambahan kasus Covid-19 harian dilaporkan menurun signifikan. Pada Senin (26/7) dilaporkan ada 28.228 kasus positif baru. Angka ini menjadi yang terendah dalam tiga pekan terakhir, atau kembali ke kondisi di awal Juli 2021. Tapi, ada catatan yang perlu jadi perhatian.

Turunnya tren kasus Covid-19 ini sejalan dengan merosotnya kapasitas testing harian. Pada Senin (26/7), misalnya, jumlah yang diperiksa hanya 160.589 spesimen. Angka ini jauh di bawah kemampuan testing pada pekan-pekan sebelumnya yang bisa tembus nyaris 300 ribu spesimen per hari.

Terkait

photo
Pekerja memberikan kupon antrean tabung oksigen untuk isi ulang di Ninda Oksigen, Yogyakarta, Senin (26/7/2021). Di Yogyakarta, kelangkaan oksigen masih terjadi hingga kini. Warga harus mengantre sejak malam untuk mendapatkan jatah isi ulang oksigen. Beberapa konsumen berasal dari luar Yogyakarta. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Sayangnya, tingginya angka kesembuhan ini juga ‘dikejar’ oleh angka kematian yang belum kunjung menunjukkan tren penurunan. Pada Senin (26/7), dilaporkan ada 1.487 orang meninggal dengan status positif Covid-19. Artinya, sudah 11 hari berurutan angka kematian Covid-19 selalu tembus 1.000 orang per hari.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Presiden Jokowi telah memberikan arahan kepada rumah sakit terkait penanganan para pasien untuk mencegah tingginya angka kematian. Menkes mengatakan, salah satu penyebab tingginya kasus kematian saat ini, yakni karena terlambatnya penanganan pasien di rumah sakit.

“Saya sudah cek dengan direktur utama rumah sakit, penyebabnya telat masuk. Saturasinya sudah sangat rendah,” kata Menkes.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Satuan Tugas Covid-19 (satuantugascovid19)

Karena itu, Menkes menekankan pentingnya keluarga memantau kondisi pasien dengan menggunakan alat oximeter. Jika hasilnya di bawah 94 persen, maka pasien perlu segera dibawa ke rumah sakit.

“Di seluruh dunia dari 100 sakit, yang masuk rumah sakit cuma 20 persen, yang wafat mungkin sekitar 1,7 persen lebih rendah dari TBC atau HIV, tapi harus dirawat dengan tepat dan cepat,” kata Budi.


×