Petugas Public Safety Center 119 (PSC 119) bersama petugas puskesmas mengevakuasi jenazah pasien Covid-19 yang meninggal saat isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Jalan Cibarengkok, Sukajadi, Kota Bandung, Ahad (18/7/2021). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
24 Jul 2021, 03:45 WIB

DKI Telusuri Data 1.215 Pasien Isoman Meninggal

Laporan itu mencatat jumlah kematian saat isoman dan di luar rumah sakit di Jakarta mencapai 1.215 orang.

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menelusuri data dari kanal koalisi warga 'Lapor Covid-19' yang menyebutkan sekitar 1.200 warga meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman). Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku masih ragu dengan kebenaran data tersebut.

"Kami sedang mengecek kembali kebenaran data itu untuk memastikan apa betul, rasanya tidak mungkin sebesar itu," kata Riza di Balai Kota, Jakarta, Jumat.

Riza menyebut, pengecekan dilakukan dengan mengumpulkan dari sejak 1 Januari 2021. Setelah pihaknya mencoba melakukan inventarisasi, baru sebagian yang terkonfirmasi. "Itu baru 40 persen terkonfirmasi, kami sedang cek kembali," kata dia.

Kanal laporan warga yang diunggah melalui laman LaporCovid-19.org menyebutkan statistik data warga yang meninggal saat menjalani isoman. Laporan tersebut mencatat jumlah kematian saat isoman dan di luar rumah sakit di Jakarta mencapai 1.215 orang.

Terkait

Rinciannya, di Jakarta Timur mencapai 403 kematian, Jakarta Selatan 289 kematian, Jakarta Utara 205 kematian, Jakarta Pusat 162 kematian, dan Jakarta Barat 156 kematian.

photo
Polisi memberikan bantuan sembako kepada warga yang melakukan isolasi mandiri Covid-19 di rumahnya di kawasan Jalan Kini Balu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (21/7/2021). - (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Data tersebut didapatkan dari gabungan data Lapor Covid-19 dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang dicatat mulai 8 Juni 2021.

Riza tidak secara spesifik mengatakan akan melakukan evaluasi terkait mekanisme isoman. Namun, ia mengaku selalu mengevaluasi semua hal yang menjadi bagian rutin. Di sisi lain, ia meminta warga yang menjalani isoman melaporkan kepada petugas, misalnya tingkat RT/RW agar ditindaklanjuti petugas kelurahan setempat.

"Kami minta seluruh masyarakat agar yang isoman melaporkan, kemudian nanti petugas memberi tanda di setiap rumah dan yang lebih baik selain isoman di rumah, di tempat-tempat yang sudah disediakan," kata dia.

Bukan saja di Jakarta, daerah penyangga Ibu Kota juga sedang mengalami masalah isoman karena kapasitas rumah sakit yang mulai rentan. Pemerintah Kota Tangerang meminta warganya yang sedang menjalani isoman rutin melaporkan kondisinya melalui aplikasi yang telah dibuat. Aplikasi itu berfungsi memantau kondisi harian para pasien dan memberikan layanan telekonsultasi dengan dokter serta menjadi referensi penyaluran bansos.

Hingga saat ini, sudah ada 1.685 pasien isoman yang mendaftar dan 1.166 di antaranya telah terverifikasi. "Melalui aplikasi ini warga yang isoman bisa mendapatkan layanan pemantuan kesehatan dan juga bantuan sosial lain," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Mulyani dalam keterangannya, Jumat (23/7). 

photo
Sejumlah tenaga kesehatan memberikan obat bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di Antapani Kidul, Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Sebelumnya, LaporCovid-19 melacak pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isolasi mandiri dan di luar rumah sakit sebanyak 2.313 orang hingga Kamis (22/7). Data analyst LaporCovid-19 Said Fariz Hibban mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari kontributor maupun laporan warga bahwa angka kematian pasien Covid-19 saat isoman dan di luar rumah sakit masih terjadi. 

"Total kematian isoman dan di luar rumah sakit sebanyak 2.313. Ini sumbangsih dari rekap LaporCovid-19 sebanyak 1.901, rekapitulasi CISDI 412, rekap dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta 1.161," ujarnya saat konferensi virtual Lapor Covid-19 bertema "Puncak Gunung Es Kematian Covid-19 di Luar Fasilitas Kesehatan", Kamis (22/7).

Namun, setelah pihaknya memilah lagi, ternyata ada data yang tercantum rangkap atau dobel. Pihaknya melacak kematian isoman dan rumah sakit terutama paling tinggi, yaitu pada tanggal 29, 30, dan juga 13 hingga 14 juli. 

Sementara itu, LaporCovid-19 mencatat, enam provinsi utama yang mempunyai angka kematian yang lebih besar dibandingkan provinsi lain, yaitu DKI Jakarta sebanyak 1.214, Jawa Barat sebanyak 249, Jawa Tengah 141, DI Yogyakarta sebanyak 134, Jawa Timur 72, dan Banten 68. 

Ia menambahkan, jumlah provinsi yang terlacak sebanyak 16 atau hampir setengah total provinsi di Indonesia. Kemudian, kabupaten/kota yang terlacak sebanyak 78. "Berdasarkan temuan kami, provinsi yang terbanyak terpapar Covid-19 adalah DKI Jakarta sebanyak 1.214," katanya. 

Ia menambahkan, kota yang terbanyak terpapar Covid-19 adalah Jakarta Timur 403 dan kabupaten terbanyak yakni Klaten sebanyak 99. Menurutnya, masih banyak angka kematian di luar yang tercatat.

Sebab, pihaknya juga mendapatkan laporan kematian yang dihimpun CISDI hanya dari 100 puskesmas di 12 kabupaten. Jadi, pihaknya percaya masih banyak angka kematian di luar itu. "Informasi ini harus ditindaklanjuti lembaga-lembaga terkait," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by LaporCovid-19 (@laporcovid19)

Sumber : Antara


×