Layanan telemedicine (lustrasi) | Pexels/Edward Jenner
23 Jul 2021, 18:54 WIB

Akses Kesehatan Makin Luas dengan Telemedicine

Berbagai layanan digital untuk menunjang aspek kesehatan, saat ini terus bermunculan.

Saat ini, sektor kesehatan terus menjadi perhatian utama masyarakat. Berbagai layanan digital untuk menunjang aspek kesehatan pun terus bermunculan. 

Pada Jumat (23/7), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dengan beberapa BUMN yang bergerak dibidang kesehatan meluncurkan platform kesehatan, FitAja! Aplikasi ini hadir untuk memperluas akses layanan kesehatan digital ke tengah masyarakat. 

FitAja! Lahir dari sinergi bersama beberapa BUMN, antara lain Mandiri Inhealth, Mandiri Capital Indonesia, Telekomunikasi Indonesia, Bio Farma, BRI Life, BNI Life, Axa Mandiri Financial Services, dan Pertamina Bina Medika IHC. 

photo
Mnteri BUMN, Erick Thohir memberi sambutan dalam peluncuran aplikasi platform kesehatan sinergi BUMN, FitAja!, Jumat (23/7). - (Dok Telkom )

Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan, aplikasi FitAja! bertujuan untuk mempermudah penggunaan layanan kesehatan melalui sarana aplikasi digital. “FitAja! merupakan super app yang dinantikan dan hasil gotong royong BUMN untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujarnya. 

Terkait

Hal ini, Erick melanjutkan, karena semua aktivitas yang selama ini merepotkan pasien dan keluarganya, seperti menelepon dokter, mengantre, mengisi form, sampai tebus obat, sudah bisa dilakukan langsung melalui satu aplikasi. "Insya Allah dengan niat tulus, aplikasi ini akan bermanfaat untuk banyak orang. Transformasi dan inovasi BUMN harus dirasakan rakyat,” ia menambahkan. 

Aplikasi FitAja! merupakan transformasi dari Mandiri Inhealth Mobile (MiMo) yang sudah digunakan oleh para peserta Mandiri Inhealth dan memiliki ekosistem kesehatan luas. Kondisi masyarakat yang saat ini lebih aktif menggunakan smartphone, dan semangat untuk memberikan layanan kesehatan tanpa perlu khawatir akan risiko penularan Covid-19, menjadi semangat awal pengembangan aplikasi layanan kesehatan berbasis digital ini.

FitAja! menawarkan berbagai macam layanan dalam satu aplikasi. Pengguna dapat mengakses berbagai layanan pemeliharaan kesehatan. Ternasuk juga, chat, voice dan video interactive, pemberian resep elektronik hingga pesan dan antar obat. 

photo
Peluncuran aplikasi platform kesehatan sinergi BUMN, FitAja!, Jumat (23/7). - (Dok Telkom)

Saat ini, FitAja! sudah mulai dapat diunduh melalui Google Play Store dan Apple Store. Pengguna yang dapat mengakses aplikasi FitAja! adalah khusus peserta korporasi Asuransi Mandiri Inhealth, yang selanjutnya dapat diakses oleh peserta korporasi asuransi BRI Life, BNI Life dan AXA Mandiri. 

Dengan jumlah existing captive market yang besar dari empat asuransi tersebut menjadi fondasi yang sangat kuat bagi aplikasi ini untuk terus bertumbuh secara progresif. Di masa mendatang, aplikasi ini tidak hanya akan dapat melayani peserta dari asuransi grup BUMN, tapi juga peserta asuransi korporasi lainnya. 

Layanan Kesehatan Terintegrasi

Pembatasan aktivitas masyarakat yang harus tetap dilakukan di tengah pandemi Covid-19 masih memberikan dampak besar, khususnya pada aktivitas bisnis yang bergerak di sektor pelayanan kesehatan.

Pada industri pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan klinik, terdapat perubahan perilaku konsumen. Dimana kini masyarakat cenderung memiliki kekhawatiran mendatangi rumah sakit untuk menghindari terpapar virus Covid-19. 

Hal ini mengakibatkan penurunan signifikan pada jumlah pasien rawat jalan. Selain itu, dengan digalakkannya program vaksinasi, diperlukan sistem Cold Chain yang dapat memastikan kualitas produk terjaga selama proses pengiriman dan penyimpanan. 

Kebutuhan distribusi logistik terutama komoditas yang sensitif terhadap lingkungan dari produsen sampai ke konsumen di masa pandemi, menjadi penentu keberhasilan perusahaan dalam manjalankan bisnisnya. Sehingga diperlukan pemantauan terhadap kondisi asetnya secara real time.

Memahami kebutuhan akan kondisi ini, Indosat Ooredoo Business menghadirkan layanan inovasi iDok dan Smart Asset, beberapa waktu lalu. iDok merupakan platform dengan teknologi yang dapat memudahkan pasien melakukan konsultasi dengan dokter secara daring. 

Termasuk juga untuk melakukan pemesanan dan pengiriman obat sampai ke rumah pasien. Sementara Smart Asset merupakan layanan manajemen aset Cold Chain untuk membantu operasional bisnis dari perusahaan manufaktur dan logistik untuk menjaga kualitas produk selama pengiriman dan penyimpanan.

Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena, mengungkapkan, untuk menghadapi dampak besar perubahan akibat pandemi, seluruh sektor industri perlu beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital yang tepat. “Untuk itu kami menghadirkan inovasi iDok dan Smart Asset yang dapat bermanfaat bagi pelaku bisnis untuk mengurangi biaya operasional serta mendukung produktivitas demi mendapatkan high returns on investment,” ujarnya. 

Menurut Bayu, layanan iDok dihadirkan sebagai one stop healthcare application platform bagi industri layanan kesehatan yang memiliki teknologi untuk membantu digitalisasi operasional rumah sakit. Sehingga dapat mmengurangi resiko masyarakat terpapar penyakit atau virus, memfasilitasi kebutuhan konsultasi pasien-dokter, serta efisiensi biaya operasional. 

Dari sisi pengguna iDok, ia melanjutkan, nantinya di tahap awal mereka dapat merasakan fitur utama yaitu konsultasi langsung atau telemedicine dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi iDok. Selain itu, resep pengobatan juga dapat dipesan lalu diantar langsung ke tempat pasien. 

 

 
Aplikasi FitAja! bertujuan untuk mempermudah penggunaan layanan kesehatan melalui sarana aplikasi digital.
ERICK THOHIR, Menteri BUMN
 
 

 


×