Sejumlah petugas medis dari TNI AL memeriksa kesehatan warga sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19 di Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021). | ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
23 Jul 2021, 03:45 WIB

Semua Harus Mengambil Peran (Habis)

Penerjunan militer dalam penanganan pandemi dibutuhkan dalam kasus-kasus tertentu.

OLEH INAS WIDYANURATIKAH, RONGGO ASTUNGKORO

Meski dominasi peran militer dalam penanganan pandemi dikritik, tapi secara substansi semua sepakat butuh kerja sama untuk menyelesaikan pagebluk ini. Tak akan bisa jika wabah diserahkan hanya ke ‘pundak’ satu instansi. Semua harus bergotong royong, termasuk masyarakat yang harus berkomitmen dan disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, penerjunan militer dalam kegiatan penanganan pandemi dibutuhkan dalam kasus-kasus tertentu. Di lapangan, peran yang harus dilaksanakan akan berbeda-beda baik itu dari sipil ataupun militer.

Pada dasarnya, yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi yang saat ini sedang terjadi adalah kerja sama antara berbagai macam pihak. “Sinergitas,” kata Nadia kepada Republika, Selasa (20/7).

Terkait

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan, Presiden Joko Widodo memerintahkan TNI untuk mendistribusikan paket obat-obatan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman). Presiden, kata dia, meminta TNI memastikan obat-obatan tersebut sampai ke tangan yang tepat.

Di samping itu, kata dia, jajaran tim kesehatan komando daerah militer (kodam), termasuk komando distrik militer (kodim), komando rayon militer (koramil), dan Babinsa akan melaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pihak terkait yang dia maksud, yakni para pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan jajaran.

Panglima juga menegaskan, TNI akan terus mendukung serbuan vaksinasi massal. “Ini beberapa dokter yang sedang melaksanakan Pendidikan Pertama Perwira Prajurit Karir saya terjunkan untuk membantu serbuan vaksinasi,” kata Hadi.

Hingga 22 Juli 2021, sudah lebih dari 43 juta orang mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan 16 juta lebih orang sudah mendapatkan dosis kedua. Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Imam Sugianto mengatakan, pencapai tersebut merupakan hasil daripada kerja sama semua stakeholder. Capaian ini tak hanya dilakukan oleh Kemenkes, TNI, dan Polri saja. Pihak swasta maupun kelompok masyarakat dan perseorangan pun juga turut andil.

Badan Intelijen Negara (BIN) pun turut melakukan serbuan vaksinasi ke masyarakat. BIN melakukan vaksinasi door to door ke berbagai daerah di Indonesia, dari Tangerang, Bandung, Semarang, dan beberapa daerah lainnya.

Langkah ini pun diapresiasi Presiden Jokowi. Vaksinasi door to door merupakan upaya jemput bola yang efektif untuk mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok.

photo
Petugas medis dari TNI AL memeriksa kesehatan warga sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19 di Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021. Sebanyak 1.500 vaksin disiapkan TNI AL untuk nelayan, pekerja pelabuhan dan warga sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19. - (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)

Kepala BIN Budi Gunawan mengatakan, metode vaksinasi door to door mengadopsi sistem serupa di negara lain. Cara ini sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk divaksin.

BIN juga menjadi bagian dari penemuan obat Covid-19 pada tahun lalu yang merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair), TNI AD, dan BPOM.

Peran serta setiap instansi, swasta, maupun individu, semuanya penting. Dalam situasi sulit seperti saat ini, tak bisa ada pihak yang bisa dianggap paling besar jasanya atau sebaliknya.

Pada akhirnya, semua ada peran dan sumbangsihnya untuk menghentikan pandemi ini. Gotong royong dan empati harus selalu ditumbuhkan di tengah kesulitan. Semoga pandemi selekasnya usai.


×