Model bergaya di samping mobil pikap Tata Xenon HD saat diluncurkan di Binjai, Sumatra Utara, Ahad (28/1). Pikap Tata Xenon HD memakai mesin diesel berkapasitas 3.000 cc dan dilengkapi mesin turbo-intercooled dan high gear ratio untuk menunjang kemampuan | ANTARA FOTO
22 Jul 2021, 11:47 WIB

Hindari Gunakan Mobil Pikap dengan Muatan Berlebih

Matan berlebih juga bisa membuat performa mesin mobil pikap berkurang.

OLEH ERIC ISKANDARSYAH Z

Pelaku usaha logistik tentu ingin melakukan mobilisasi barang dengan cepat dan sebanyak mungkin demi keuntungan yang optimal. Tapi, jika kendaraan seperti mobil pikap dipaksa untuk mengangkut muatan yang berlebihan, tentu malah berpotensi menimbulkan kerugian.

Asst to Service Dept Head PT Suzuki Indomobil Sales Hariadi mengatakan, penggunaan mobil pikap sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi dari pabrikan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif. "Mobil pikap dengan muatan berlebih tentu tidak aman untuk digunakan. Muatan yang melebihi kapasitas dapat menghilangkan keseimbangan mobil, sulit saat bermanuver, hingga berpotensi menyebabkan kecelakaan," kata Hariadi, beberapa waktu lalu.

Selain itu, muatan berlebih juga bisa membuat performa mesin berkurang. Ini karena saat membawa muatan berlebih, mesin dipaksa untuk bekerja lebih keras. Jika dilakukan terus-menerus, dalam jangka panjang hal tersebut berpotensi mengurangi performa mesin dan kendaraan secara keseluruhan.

"Hal ini juga membuat kendaraan boros bahan bakar. Karena, muatan maksimal yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan membuat mesin bekerja lebih keras agar mobil dapat berjalan mengangkut muatan. Hal ini membuat bahan bakar yang dikeluarkan juga semakin besar dan akhirnya biaya bahan bakar membengkak," ucapnya.

 
Muatan maksimal yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan membuat mesin bekerja lebih keras agar mobil dapat berjalan mengangkut muatan.
 
 

Selanjutnya, beban berlebih juga berpotensi mengganggu kinerja sistem suspensi kendaraan. Karena, suspensi kendaraan didesain dengan kelenturan dan jarak main untuk beban yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Kerusakan pada sistem suspensi membutuhkan penanganan khusus dalam waktu yang tak sebentar. Artinya, jika persoalan suspensi terjadi saat proses pengiriman barang, otomatis hal ini akan mengulur waktu dan membuat biaya operasional menjadi meningkat.

"Memaksakan muatan secara berlebihan juga berisiko besar pada ban karena membuat bagian ban yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan bekerja lebih berat dan cepat aus. Selain itu, hal ini juga memperbesar risiko pecah ban seiring adanya peningkatan suhu pada ban karena kelebihan muatan," ucapnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar mobil pikap digunakan untuk mengangkut beban yang sesuai dengan kemampuan optimal dari mobil tersebut. Dengan begitu, proses pengiriman barang dapat dilakukan dengan aman, efisien, dan tepat waktu. 


×