paru-paru | Union-bulletin.com

Sehat

08 Oct 2019, 19:56 WIB

Waspada Penyakit Paru-Paru yang Mematikan

Pencegah masalah penyakit paru-paru dan pernapasan adalah vaksinasi, menjauhi tembakau, dan polutan.

Paru merupakan organ yang paling sensitif terhadap gangguan karena ben da asing yang terhirup melalui hidung akan masuk ke paru-paru. Efeknya pun langsung dirasakan oleh penderitanya.


Meski begitu, kesadaran masya rakat akan kesehatan paru masih kurang. Mereka masih belum mengikuti anjuran dokter untuk menggunakan masker saat ada polusi udara atau kebakaran hutan. Selain itu, mereka mengunjungi dokter paru-paru ketika sudah ada masalah. Namun, mereka tidak berobat secara teratur setelah itu.


Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K) FAPSR mengatakan, penyakit paru memberikan kontribusi sangat besar terhadap angka kesakitan dan kematian pada masyarakat seluruh dunia. Lima penyakit paru yang masuk lima besar, yaitu pneumonia, tuberkulosis, PPOK, kanker paru, dan asma.


"Kami berharap masyarakat mem berikan perhatian terhadap penyakit tersebut. Supaya bisa dideteksi, dikenali dan dicegah," ujarnya di sela acara Peringatan Hari Paru-Paru Sedunia (World Lung Day) dengan tema Paru Sehat Untuk Semua di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Dokter spesialis paru dari PDPI, Dr Andika Chandra Putra PhD SpP(K), juga mengatakan, kelima penyakit paru-paru tersebut paling sering terjadi dan diderita oleh ba nyak pasien di dunia. "Karena itulah, masyarakat dunia perlu waspada terhadap kelima penyakit ini dan harus ditangani dengan baik," kata dia.


Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru yang dapat berisi cairan. Pada pneumonia, kantung udara bisa berisi cairan atau nanah. Infeksi dapat mengancam nyawa siapa pun, terutama bayi, anak-anak, dan lansia di atas 65 tahun. "Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada populasi sangat muda dan sangat tua," ujarnya.


Sebanyak empat juta orang meninggal tiap tahunnya akibat infeksi saluran napas bawah dan pneumonia.Dua anak balita meninggal setiap menitnya karena pneumonia. Sebanyak 99 persen kematian terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah.

photo
Unilab.com.ph


Gejala umum pneumonia adalah batuk, kesulitan bernapas, berdebar- debar, demam, berkeringat, dan menggigil, serta nafsu makan ber kurang dan nyeri dada. Pneumonia dapat dicegah dengan vaksinasi, memperbaiki lingkungan hidup sekitar, nutrisi dan ASI, tidak merokok, mencegah dan mengobati HIV, serta mengurangi polusi udara dalam ruangan.

Tuberkulosis (TB)

Ini merupakan suatu penyakit bakteri menular yang berpotensi serius yang terutama mempengaruhi paru-paru. Bakteri penyebab TB menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.


Sebanyak 10 juta orang sakit tuberkulosis (TB) dan 558 ribu kasus kebal obat. Selain itu, 1,6 juta orang meninggal dunia karena TB setiap tahunnya, menempatkan TB sebagai penyakit infeksius paling mematikan. Sebanyak 4.383 kematian setiap harinya disebabkan oleh TB. "Sebanyak 95 persen dari kasus kematian akibat TB terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah," tambahnya.


TB dapat disembuhkan dan dapat dicegah. Kebanyakan dari kasus TB dapat disembuhkan bila terdiagnosis lebih awal dan diobati secara tepat. TB kebal obat tetap menjadi perhatian utama di dalam kesehatan masyarakat. Pencegahan, deteksi dan pengobatan yang lebih baik akan mengurangi krisis yang terjadi pada kasus kebal obat.


Untuk mengakhiri TB, pemerintah harus mempunyai komitmen untuk mengembangkan penelitian, komitmen untuk mengembangkan penelitian, pembiayaan dan hak-hak warga negara dan akuntabilitas.


Kanker Paru-Paru

Kanker yang dimulai di paru-paru dan paling sering terjadi pada orang yang merokok.Sebanyak 1,76 juta orang meninggal setiap tahunnya akibat kanker paru-paru, membuat kanker paru-paru sebagai kanker yang paling mematikan.


Kanker paru-paru merupakan penyebab hampir 1 dari 5 kematian yang diakibatkan oleh sebab apa pun. Kanker paru-paru memiliki ketahanan hidup lima tahunan (17,7 persen)yang lebih rendah dibandingkan kanker di tempat lain. Sebanyak 58 persen kasus kanker paru-paru terjadi pada daerah kurang maju.


Gejala umum kanker paru-paru adalah batuk yang tidak sembuh- sembuh atau sering infeksi saluran napas. Gejala lainnya adalah batuk darah, sakit, atau nyeri saat batuk atau bernapas, rasa sulit bernapas, mudah lelah, dan nafsu makan berkurang atau berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.


Merokok merupakan faktor risiko utama kanker paru, perokok pasif, gas buang diesel, radon, asbestos, dan karsinogen-karsinogen yang terdapat di lingkungan atau tempat kerja.


Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Kelompok penyakit paru-paru yang menghalangi aliran udara dan membuat sulit bernapas. Emfisema dan bronkitis kronis adalah kondisi paling umum yang menyebabkan PPOK. Kerusakan paru-paru akibat PPOK tidak dapat dipulihkan. Sebanyak 384 juta orang menderita PPOK di seluruh dunia, 3 juta orang meninggal tiap tahunnya karena PPOK.


Penting diketahui, saat ini, PPOK merupakan penyebab kematian nomor tiga di seluruh dunia. PPOK paling banyak terdapat pada negara dengan sarana dan prasarana yang kurang. "Faktor risiko terbesarnya merokok, polusi udara dalam dan luar ruangan, kemudian paparan debu dan bahan kimia di tempat kerja,"ungkapnya.


Gejalanya meliputi sesak napas, batuk berulang, peningkatan produksi dahak, merasa lelah, sering mengidap infeksi saluran napas, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penyembuhan infeksi saluran napas atau flu.


Asma

Kondisi ketika saluran udara mera dang, sempit, dan membengkak serta menghasilkan lendir berlebih hingga menyulitkan bernapas.


Asma bisa ringan atau bisa juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan serangan yang mengancam jiwa.
Sebanyak 334 juta orang menderi ta asma. Asma memengaruhi 14 persen anak-anak di seluruh dunia.

Sebagian besar kasus TB dapat disembuhkan jika didiagnosis lebih awal dan diobati dengan tepat.


Sebanyak 489 ribu kematian per tahunnya disebabkan oleh asma. Hampir 80 persen kematian akibat asma terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah.


Asma dapat menyebabkan mengi, susah bernapas, sesak napas, batuk, sangat mungkin untuk mengontrol penyakit untuk mengurangi dan men cegah serangan asma. Asma dapat dicegah dengan menghindari pencetus, asap, debu, polusi udara luar ruangan dan flu.


Pencegahan

Agus mengatakan, berbagai upaya untuk mencegah adalah mengurangi faktor risiko, seperti kebiasaan merokok, perokok pasif dihindari, polusi udara dikontrol, dan upaya dengan vaksinasi.Kesehatan paru saat ini menjadi salah satu yang harus diperhatikan. Karena masalah kesehatan paru-paru di dunia akan terganggu dan menyebabkan angka kematian yang tinggi.


Andika juga mengatakan, untuk mencegah masalah penyakit paru dan pernapasan, sebaiknya Anda tidak merokok selama kehamilan dan meng hindari paparan asap pasif setelah bayi lahir. Selain itu, pencegahan bisa dilakukan dengan mencegah individu merokok dan mendorong perokok untuk berhenti merokok.


Ia menambahkan, sebagian besar kasus TB dapat disembuhkan jika didiagnosis lebih awal dan diobati dengan tepat. Cara pencegahan lain dengan pengendalian tembakau juga vaksinasi.(ed: dewi mardiani)


×