CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra. Sepanjang 2020, Amartha memberdayakan lebih dari 168.356 pengusaha mikro. | Republika/Putra M. Akbar

Ekonomi

Penyaluran Pinjaman Amartha Tembus Rp 914 Miliar

Sepanjang 2020, Amartha memberdayakan lebih dari 168.356 pengusaha mikro.

JAKARTA -- Perusahaan teknologi finansial (tekfin) peer to peer lending Amartha telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 914 miliar sepanjang semester I 2021. Penyaluran tersebut tumbuh 35 persen secara year on year (yoy).

Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, momentum semester pertama tahun lalu merupakan periode yang cukup berat bagi perusahaan. Namun, pada paruh kedua 2020, kondisi perekonomian membaik dan bisnis Amartha mulai tumbuh kembali.

"Pada awal tahun Amartha sempat tumbuh dengan confidence, tapi tiba-tiba harus setop karena pandemi. Semester II 2020 Amartha mulai recover hingga semester I 2021 kembali on track," kata Andi dalam konferensi pers virtual, Senin (19/7).

Sepanjang 2020, Amartha memberdayakan lebih dari 168.356 pengusaha mikro. Sementara, pada semester I 2021, Amartha sudah memberdayakan hingga 203.165 usaha. Jika ditotal, jumlah peminjam perempuan pengusaha mikro di platform Amartha sudah mencapai 700 ribu lebih.

Sesuai misinya, Andi mengatakan, Amartha akan meningkatkan akses pendanaan perdesaan agar para pengusaha di daerah mempunyai daya saing tinggi. Selain memberikan pendanaan, Amartha juga memberikan layanan nilai tambah melalui pendampingan dan pelatihan.

Selain itu, menurut Andi, Amartha juga akan mendukung UMKM di luar Jawa agar bisa terus tumbuh. Pada semester I 2021, lebih dari 60 persen dana disalurkan bagi UMKM di luar Jawa.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Amartha (amarthaid)

Untuk semester II 2021, Amartha akan menaikkan porsi penyalurannya menjadi sekitar 70 persen, terutama di Sumatra dan Sulawesi.

"Wilayah yang akan kita perkuat di luar Jawa. Kalau semester I bisa Rp 500 miliar, mudah-mudahan akhir tahun bisa lebih," ujar Andi.

Dari sisi kualitas portofolio, Andi menjelaskan, Amartha mampu menjaga tingkat keberhasilan bayar (TKB90) berada di level 99,86 persen. Artinya, tingkat kredit macet Amartha selama masa pandemi ini hanya 0,2 persen.

Andi berharap Amartha dapat terus menjaga pertumbuhan bisnis hingga akhir tahun ini. "Dengan bisnis model yang kami lakukan, pada akhir 2021 diharapkan Amartha bisa melayani lebih dari satu juta perempuan pengusaha mikro," tutur Andi. 

Memberdayakan pengusaha wanita

Fintech lending, Amartha berupaya memberdayakan satu juta mitranya untuk melakukan transformasi secara digital pada 2021-2022. Hal ini mengingat akses terhadap informasi dan teknologi yang kurang menjadi hambatan dalam transformasi tersebut.

Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto mengatakan hambatan perempuan khususnya perempuan pelaku usaha mikro dalam partisipasi ekonomi dipengaruhi oleh banyak aspek, salah satunya kurangnya adopsi digital dalam kehidupan sehari-hari. 

“Oleh karena itu, Amartha tidak hanya melakukan penyaluran modal usaha, tetap juga memberikan pendampingan serta edukasi literasi keuangan dan digital yang rutin di seluruh wilayah cakupan Amartha,” ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Ahad (4/7).

Menurut Aria pada era digital seperti ini perlu dipastikan literasi keuangan dan literasi digital perlu berjalan beriringan. Selain itu, intervensi untuk mendorong adopsi digital juga dinilai perlu dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan baru pada era digital.

"Solusi Amartha untuk memitigasi timbulnya kesenjangan ini adalah dengan adanya petugas lapangan atau business partner Amartha yang berfungsi sebagai edukator sekaligus pendamping para mitra untuk meningkatkan literasi keuangan dan digitalnya. Peran business partner ini sangat penting untuk transformasi digital di desa yang akan menciptakan akselerasi pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan bagi perempuan di pedesaan,” ucapnya.

Berdasarkan Laporan Akuntabilitas Sosial Amartha 2019, Amartha telah berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi mitra sebesar 94,3 persen. Tak hanya itu, sebesar 97,7 persen dari mitra Amartha dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi setelah bergabung menjadi mitra.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat