Pengunjung melihat busana yang dijual di Neo Soho Mall, Jakarta Barat, Sabtu (8/5/2021). Kualitas tinggi memperlihatkan standar suatu produk atau sistem yang bagus, tahan lama, model yang berstandar tinggi. | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
18 Jul 2021, 11:46 WIB

Utamakan Material Busana Berkualitas

Kualitas produk busana menentukan tingkat kenyamanan, keamanan, dan kepuasan konsumen.

Kualitas tinggi memperlihatkan standar suatu produk atau sistem yang bagus, tahan lama, model yang berstandar tinggi, dan sejenisnya. Standar tinggi ini juga menjamin penggunanya mendapatkan hasil yang maksimal, juga manfaat yang optimal. 

Karena itu, kualitas suatu produk menentukan tingkat kenyamanan, keamanan, dan kepuasan dari konsumennya. Faktor kenyamanan dan kepuasan ini pun diperlukan dalam busana Muslimah. Itu sebabnya, bahan berkualitas dibutuhkan dalam menciptakan busana ini. 

Jenama fashion Kami Idea mengaku menggunakan bahan berkualitas untuk koleksinya yang terkini sesuai tren, baik pada scarf maupun pakaiannya. Dalam merencanakan koleksinya, Pendiri Kami Istafiana Candarini mengatakan, mereka selalu mengkaji dan menyeleksi tren atau inspirasi sesuai kebutuhan pasar.

“Segala koleksi yang kami keluarkan selalu dipersiapkan dengan matang agar produk tetap memiliki kualitas yang tinggi,” kata Istafiana kepada Republika, akhir Mei lalu.

Terkait

photo
Kualitas suatu produk menentukan tingkat kenyamanan, keamanan, dan kepuasan dari konsumennya - (Dok Kami Idea)

Menurut dia, Kami Idea yang mengeluarkan tren jilbab saat ini mengalami perkembangan pesat. Saat ini, muncul jilbab untuk olahraga sesuai kebutuhan pelanggannya yang memulai hidup sehat. Konsep jilbabnya adalah praktis dan nyaman, tapi tetap bernilai estetis dengan signature printed scarf berbahan delicate voal, airy voal, nuvoile, dan material lainya. 

Ada juga yang bahan terbaru, yaitu grid voal dengan kelebihan antibakteri. “Paling diminati saat ini scarf delicate voal dan airy voal karena bahan yang nyaman, ringan, dan mudah dibentuk saat styling,” ujar Istafiana.

Mereka juga berinovasi dalam bahan dari delapan variasi materialnya. Bahan terfavorit adalah airy voal dari bahan delicate voal sebagai signature Kami Idea. Inovasi serupa juga diterapkan untuk pasmina instannya.

Namun, inovasi khususnya adalah untuk bahan pakaian yang menggunakan serat alam pada dua model tunik koleksi Cadiya berbahan katun tencel. “Ke depannya, Kami mencoba mengeksplore bahan organik dan ramah lingkungan,” ujar Istafiana.

Sementara, jenama RiaMiranda, milik desainer busana Muslim Ria Miranda sebelumnya juga merilis koleksi Danastri. Koleksi ini perpaduan 80 persen bahan serat alam tencel dan 20 persen katun untuk mengarah pada produk ramah lingkungan. “Ini akan jadi tren pada 2021 karena melihat kondisi pabrik, limbahnya sudah mulai merusak,” kata Ria, dua bulan lalu. 

Meski serat alam lebih mahal dari bahan lainnya, Ria mengatakan, bahan bakunya lebih ramah lingkungan. Khusus untuk jilbab, modelnya lebih ke pasmina yang digemari pada tahun ini. Dia mengatakan, jilbab pasmina pernah digemari pada kisaran 2010. Namun, kali ini, dia mengatakan, pasmina hadir dengan bentuk dan tampilan lebih sederhana. 

Deyn Scarf juga tak mau ketinggalan dalam koleksi kerudung instannya. Tampilannya yang sederhana tetap memperlihatkan kemewahan, terutama dalam koleksi terbaru Kirana Instant Scarf, hasil kolaborasi via virtual antara Deyn Scarf dan selebritas Citra Kirana.

photo
Kualitas suatu produk menentukan tingkat kenyamanan, keamanan, dan kepuasan dari konsumennya - (Dok Deyn Scarf)

“Aku itu suka sesuatu yang simpel. Aku ingin ciptakan sesuatu yang memudahkan aku, tapi masih tetap terlihat elegan dan mewah," ujar Citra dalam pernyataan yang diterima Republika, tiga pekan lalu. Dia juga mengaku suka dengan kualitas bahan Deyn Scarf. 

Owner Deyn Scarf Rania Assegaf mengatakan, sosok Citra pas sekali untuk Women of Deyn yang merupakan perempuan aktif yang tak suka ribet. "Aku lihat Citra sering pakai produk Deyn Scarf. Jadi, aku tertantang mengajak Citra menciptakan produk Kirana Instant ini." Kirana Instant ini scarf polos dengan beberapa varian warna serta terlihat seperti square scarf yang mudah diterapkan dalam berbagai gaya.  

Kolaborasi virtual Deyn dan Citra diakui Digital Content Executor Yusuf Abdullah, sempat mengalami kesulitan dengan jarak. Deyn ada di Surabaya dan Citra di Jakarta. "Komunikasi kami hanya bisa melalui zoom meeting dan baru ketemu saat proses produksi konten.”

Mengenalkan Indonesia lewat busana

Busana-busana Muslim Indonesia banyak dikenal di penjuru dunia. Beragam jenama pun sudah merambah ke pasaran internasional untuk memperkenalkan busana Muslimnya. Busana-busana yang dikenalkan tentu saja bernuansa budaya Indonesia. 

Sebagai contohnya adalah gelaran yang dilaksanakan pada April lalu. Tujuh jenama fashion Muslim Indonesia unjuk gigi dalam perhelatan fashion show atas kerja sama Kedutaan Besar RI (KBRI) di Ankara, Turki, dengan perusahaan modest fashion Markamarie, dalam “Introducing Indonesia: a Hybrid Fashion Event”.

Ketujuh brand yang ikut serta dalam peragaan busana tersebut, antara lain, Elzatta, Wearing Klamby, Jawhara Syari, Medina Zein, Restu Pratiwi, Te-thuna, dan Hwan Eco Ethnic. Mereka menampilkan 10 koleksi unggulannya sebagai gambaran fashion nusantara.

“Diplomasi itu banyak sekali channel-nya dan fashion adalah salah satu dari channel yang ada. Fashion adalah media alternatif yang bisa merepresentasikan bagaimana kebudayaan dan busana Muslim di Indonesia. Acara ini juga menjadi ikhtiar kami untuk membawa fashion anak negeri ke luar negeri,” kata Duta Besar Indonesia untuk Turki Dr Lalu Muhammad Iqbal, secara virtual, sebelum gelaran itu dilakukan. 

Gelaran secara terbatas dan disaksikan Ibu Negara Turki Emine Erdogan itu memang memperlihatkan fashion Muslim yang inklusif. Itu sebabnya, kata Co-founder Markamarie Franka Soeria, ketujuh jenama fashion yang dipilih merepresentasikan masing-masing mode Muslimnya. 

"Semua memiliki style dan busana yang berbeda. Intinya kami ingin memberi akses busana Muslim yang inklusif,” kata Franka dalam kesempatan yang sama. Franka juga mengungkapkan, ketujuh jenama itu punya stok koleksi siap dijual dan sebagai upaya untuk bangkit dari pandemi Covid-19. 

Vice President Elzatta Tika Mulya mengaku membawa koleksinya yang menonjolkan kekuatan motif nusantara dengan dimodifikasi gaya busana Muslim Turki. “Dimintanya koleksi yang sudah jadi dan kebetulan kami sudah menyiapkannya,” kata Tika.

Menampilkan busana di luar negeri menjadi pengalaman pertama bagi brand Tethuna dan Jawhara Syari. Desainer Tethuna Moh Ramdhan Mopangga menampilkan koleksi dari sulaman Karawo khas Gorontalo yang rumit. "Proses pengerjaannya itu harus dilakukan dengan teliti karena sulit." 

Sementara untuk Jawhara menampilkan koleksi bertajuk "Tahniah". "Kami juga bersyukur karena Jawhara Syari bisa terpilih dari sekian banyak brand busana syar’i lain," kata Founder Jawhara Syari Cynthia Mahendra.

"Introducing Indonesia" juga didukung Ekipman, Kementerian Perdagangan Indonesia, Ottogonale, Mecan Ağim Makeup Studio, Elzatta, GD Global, Alami, dan JJ Royale. Selain itu community partner yang mendukung adalah MUSWIB, Istanbul & I, Council of Modest Fashion, Hijab Latino America, dan Modest Russia.


×