Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat diberlakukan penyekatan di Jalan Raya Mampang Prapatan, Jakarta, Kamis (15/7/2021). Ditlantas Polda Metro Jaya menambahkan lokasi penyekatan menjadi 100 titik di wilayah DKI Jakarta untuk mengurangi mobilitas war | Republika/Putra M. Akbar
16 Jul 2021, 03:45 WIB

PPKM Darurat Masih Dievaluasi

Pemerintah telah menyiapkan skenario jika kasus Covid-19 naik signifikan.

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah masih melakukan evaluasi dan pengamatan perihal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Luhut pun tak menampik, penambahan kasus Covid-19 masih terjadi.

Pada Kamis (15/7), kasus harian Covid-19 kembali mencetak rekor. Kasus Covid-19 bertambah sebanyak 56.757 kasus. Luhut yang merupakan Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 sudah diprediksi. Namun, ia mengaku tak menduga bahwa laju kenaikan akan secepat saat ini.

Menurut Luhut, lonjakan kasus Covid-19 terjadi karena varian Delta yang memiliki daya tular enam kali lebih cepat dari varian lama. Kendati kasus Covid-19 terus meningkat, Luhut belum bisa memberikan kepastian mengenai wacana perpanjangan PPKM Darurat. Kata dia, tim masih melakukan evaluasi dan perhitungan dengan mengajak seluruh pihak untuk berdiskusi.

"Tentu kita harus cermat lihat ini PPKM Darurat ketat relatif naik, tapi terkendali. Saya baru akan segera lapor ke Presiden soal ini," kata Luhut dalam konferensi pers, Kamis (15/7).

Terkait

Menurut Luhut, pemerintah berupaya agar penambahan kasus Covid-19 tidak mencapai 60 ribu per hari. "Jangan lebih daripada 60 ribu kasus, karena itu nanti mesti ada perkiraan lain lagi," ujar Luhut.

Ia menegaskan, pemerintah telah menyiapkan skenario jika terjadi peningkatan kasus yang signifikan. Penambahan kapasitas tempat tidur rumah sakit sudah disiapkan, termasuk pembukaan rumah sakit lapangan atau darurat untuk perawatan isolasi dan intensif.

Selain itu, tempat diklat dan wisma yang dimiliki kementerian atau lembaga juga akan dimanfaatkan untuk tempat isolasi Covid-19. OVID-19. Rumah sakit dan fasilitas yang dimiliki TNI-Polri juga dimanfaatkan maksimal. "Kami kerahkan semua sumber daya yang ada. Harapannya ini bisa mengendalikan kondisi," ujar Luhut.

Wacana perpanjangan PPKM Darurat belakangan muncul seiring terus meningkatkan kasus Covid-19. PPKM Darurat Jawa-Bali telah diberlakukan sejak 3 Juli dan akan berakhir pada 20 Juli.

Menyikapi wacana tersebut, Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan pihaknya saat ini fokus memaksimalkan PPKM Darurat yang sedang berjalan. ‘’Kalau saya tentu berharap PPKM Darurat tidak diperpanjang. Oleh karena itu, penerapannya kita maskimalkan,’’ ujar Nina, kemarin.

Nina menilai, mobilitas warga selama penerapan PPKM darurat mulai menurun. Dengan demikian, ia meyakini penyebaran Covid-19 akan lebih mudah dikendalikan.

photo
Petugas memeriksa surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat tugas pengendara saat diberlakukan penyekatan di Jalan Raya Mampang Prapatan, Jakarta, Kamis (15/7/2021). Ditlantas Polda Metro Jaya menambah lokasi penyekatan menjadi 100 titik di wilayah DKI Jakarta untuk mengurangi mobilitas warga selama masa PPKM Darurat. - (Republika/Putra M. Akbar)

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, Pemkot Bogor mendukung apabila pemerintah memperpanjang PPKM Darurat. "Apa boleh buat, apabila pemerintah pusat sudah menghitung. Itu (rencana perpanjangan PPKM darurat) merupakan jalan terbaik, maka kita harus ikuti," kata Dedie.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Bogor, pada Selasa lalu tercatat 648 kasus baru. Jumlah itu merupakan kasus harian tertinggi selama masa PPKM Darurat.  Sebelum masa PPKM Darurat, angka kasus harian di Kota Bogor berada di angka 200 kasus.

“Masa PPKM darurat, mobilitas masyarakat masih tinggi. Akibatnya jumlah orang yang terpapar Covid-19 semakin banyak," kata Dedie.


×