Hikmah Republika Hari ini | Republika

Hikmah

08 Jul 2021, 03:30 WIB

Penyakit dan Keutamaannya

Sesungguhnya, penyakit adalah utusan Allah yang bersifat sebagai ujian bagi hamba-Nya.

OLEH SATRIO WAHONO

Meski sudah setahun lebih, wabah korona justru kian merajalela di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat kita pun jadi sering dirundung waswas apakah mereka atau orang-orang terdekat pada gilirannya akan terinfeksi Covid-19 nanti.

Padahal, rasa gelisah justru akan menurunkan imunitas tubuh yang merupakan senjata utama kita melawan segala serangan virus. Saat ini, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berupaya menenteramkan diri dengan menebalkan keimanan kepada Allah dan mengingat janji-janji-Nya.

Sesungguhnya, penyakit adalah utusan Allah yang bersifat sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya. Segala penyakit pasti bisa sembuh asalkan kita ikhlas berserah diri sembari berdoa memohon perkenan-Nya.

Allah sendiri berjanji, “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya, dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS ath-Thalaq: 3).

Selain itu, Allah memberikan keutamaan khusus bagi orang sakit. Pertama, orang yang menderita sakit akan mendapati penyakitnya itu sebagai penebus bagi dosa-dosa yang pernah dilakukannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada musibah yang menimpa, seperti keletihan, kelesuan, sakit, duka, susah, dan gangguan sekadar tusukan duri sekalipun, melainkan dihapuskan Allah sebagian dari dosa-dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, doa orang sakit termasuk doa yang kemungkinan besar dikabulkan sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Jika kamu mengunjungi si sakit maka mintalah ia berdoa untukmu karena doanya seperti doa malaikat.” (HR Ibnu Majah).

Ketiga, bagi orang yang biasa mengerjakan kebaikan semasa lapang dan sehatnya, pahala kebaikan itu akan tetap dicatatkan untuknya jika ia berhalangan melakukannya karena sakit. Allah menegaskan ini kepada para malaikat dalam satu hadis Qudsi, “Jika Aku menguji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, maka berilah dia pahala sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan kepadanya.” (HR Ahmad dan Thabrani).

Jadi, bagi kita umat Islam yang sedang menjalani pandemi Covid-19, tetaplah mengingat Allah sembari bersabar. Teruslah berdoa untuk terhindar dari penyakit atau diberikan kesembuhan jika kita memang sedang menderita sakit. Allah selalu mendengar dan menjawab doa kita.

Ibn Jauzi dalam Shaidul Khatir berkata, “Ketahuilah bahwa doa orang mukmin itu tidak pernah ditolak, hanya saja yang lebih utama baginya itu diundur jawabannya atau diganti dengan yang lebih baik dari permintaannya, cepat atau lambat.”

Dengan bersabar dan tak putus berdoa, sakit yang menimpa penderita justru akan mengantarkan dia menjadi manusia bertakwa lagi mulia yang ganjarannya di akhirat nanti adalah surga. Kesabaran juga merupakan sarana kita meraih energi spiritual yang berguna membantu proses penyembuhan diri.

Wallahu a’lam bisshawab.


×