Aktif berolahraga selama pandemi (ilustrasi) | freepik
04 Jul 2021, 11:38 WIB

Ayok Berolahraga di Rumah

Orang yang hendak memulai kebiasaan olahraga gerakannya tak membutuhkan banyak alat.

OLEH FARAH NOERSATIVA, DESY SUSILAWATI 

Melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia memaksa kita untuk tetap berada di rumah saja. Namun, hal itu bukan berarti kita benar-benar tidak bisa berolahraga. Saat berada di rumah saja, kita juga bisa melakukan olahraga dengan nyaman dan aman. 

“Segala macam bentuk olahraga dan aktivitas fisik yang terstruktur dan terprogram serta berkesinambungan secara teratur dapat disebut sebagai olahraga,” ujar spesialis kedokteran olahraga dr Michael Triangto SpKO kepada Republika, pekan lalu. 

Michael mengatakan, dengan di rumah saja, kita bisa mengeksplorasi berbagai macam dan bentuk olahraga. Misalnya, kita bisa berolahraga melalui video streaming di Youtube, mengikuti acara senam di televisi, atau membuat program olahraga sendiri. Pada era media sosial saat ini, banyak info dan tayangan gerakan-gerakan olahraga yang mudah untuk dilakukan. 

Terkait

Dia mencontohkan, gerakan yang sesuai kebutuhan latihan, seperti untuk perut, lengan belakang, lengan depan, paha, dan lain-lain. “Ketika semua informasi itu kita kumpulkan, bisa menjadi suatu program yang akan melatih otot-otot di tubuh kita sesuai dengan kebutuhan,” ujar dia.

photo
Sejumlah orang berolahraga yang terpisahkan oleh dinding plexiglass guna menjaga jarak sosial di pusat kebugaran LUsine Saint Lazare di Paris, Prancis, Rabu (24/6/2020). Prancis telah mengizinkan pembukaan kembali ruang olahraga dengan anjuran memberlakukan aturan jarak sosial bagi pengunjung sejak 22 Juni 2020 lalu. EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON - (EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON)

Michael mengatakan, untuk orang yang hendak memulai kebiasaan olahraga, gerakannya tak perlu membutuhkan banyak alat. Hal yang diperlukan, dia menambahkan, adalah kecermatan untuk melihat gerakan dan ketekunan dalam mengikuti gerakannya dengan benar. Selain itu, olahraganya perlu ketekunan, dijalankan dengan rutin, dan berkesinambungan. 

Menurut anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2020, setidaknya aktivitas fisik dan olahraga di rumah minimal selama 150 menit per pekan. Jika dibagi dalam sepekan, aktivitas olahraga bisa dilakukan selama lima kali dengan durasi minimal 30 menit setiap harinya. “Mengapa butuh dua hari jeda dalam sepekan? Karena tubuh kita perlu ada istirahat, tidak bisa bekerja terus menerus,” kata dia. 

Dia mengakui, kesibukan setiap orang berbeda-beda, walaupun bekerja dari rumah. Hal itu kadang membuat olahraga dan aktivitas fisik jadi berkurang. Namun, Michael menyarankan agar hal itu tidak dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Dia menganjurkan agar dalam satu hari, waktu berolahraganya bisa dibagi tiga kali, yaitu pagi, siang, dan sore dengan durasi masing-masing 10 menit. 

photo
Pengunjung berolah raga angkat beban sambil menggunakan masker di salah satu pusat kebugaran di Kota Blitar, Jawa Timur, Selasa (2/6/2020). Menghadapi tatanan normal baru sejumlah tempat kebugaran yang sebelumnya tutup, mulai beroperasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/foc. - (IRFAN ANSHORI/ANTARA FOTO)

Perlu diperhatikan, ujar Michael, adalah jika durasi olahraganya sudah terpenuhi dalam sehari itu, tidak lantas jadi alasan setelahnya untuk rebahan sepanjang waktu. Kita bisa menambahkan aktivitas fisik dengan membersihkan rumah ataupun merawat tanaman. “Jadi, meski di rumah saja, kita masih bisa menjadi bugar dan sehat, dengan bonus rumah yang bersih dan kita bisa hidup sehat.” 

Jadi, olahraga sebenarnya sebagai gaya hidup yang tak dipisahkan. Karena itu, menurut praktisi kebugaran Kimmy Zee, olahraga bisa dilakukan di mana saja dan tak melulu di pusat kebugaran. “Di dalam rumah bisa, di luar rumah juga bisa,” kata Kimmy kepada Republika

Ada dua pilihan jenis olahraga, yaitu kardio yang melatih jantung dan efektif membakar lemak dan body weight training (latihan beban). Kedua jenis ini perlu dilakukan oleh siapa pun, hanya disesuaikan dengan masing-masing kebutuhannya. “Dua jenis itu perlu karena densitas tulang, kekuatan otot, dan kekuatan massa tubuh akan ditunjang oleh latihan beban,” ujar Kimmy.

photo
Warga berlatih olah raga bootcamp di pusat kebugaran Bodyfit, Kemang, Jakarta, Sabtu (17/10/2020). Selama berolahraga agar mengenakan pakaian yang nyaman untuk aktivitas fisik tersebut. - (ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO)

Bagi pemula, latihan beban di rumah mungkin tak membutuhkan alat lengkap, bahkan bisa dengan menggunakan beban tubuh sendiri. Jika rutin berolahraga beban, kita akan terbiasa menambah beban dumbell yang diperlukan. Saat sudah rutin, Kimmy mengatakan, pasti dibutuhkan beberapa alat dan pendukung program latihan, dan alat-alat itu biasanya punya standar yang telah disesuaikan untuk latihan.

Kimmy juga menyarankan agar selama berolahraga kita mengenakan pakaian yang nyaman untuk aktivitas fisik tersebut. Bahan katun combed atau dry fit yang elastis bisa dipilih untuk itu. Pakaian bagi perempuan berhijab saat ini pun telah tersedia dan sangat cocok bila dipadupadankan untuk berolahraga. 

“Sekarang banyak brand mengeluarkan baju olahraga dengan desain kerudung. Meski terlihat ketat atau membentuk tubuh, biasanya bagian bawah tubuh diberi rumbai agar tidak terlalu terlihat membentuk tubuh,” kata Kimmy. Dia juga menyarankan untuk memakai sepatu olahraga saat latihan, meskipun di rumah. Sepatunya dipilih jenis multitraining atau sepatu running agar mencegah cedera pada kaki.

Kenyamanan sepatu olahraga

photo
BOGOR, 6/6-SEPATU PRODUKSI LOKAL. Seorang pedagang sepatu buatan lokal menata dagangannya di kawasan Taman Topi, Kota Bogor, Jabar, Selasa (5/6). Sepatu yang didominasi oleh sepatu olahraga tersebut merupakan sepatu yang diproduksi oleh industri kecil di Bogor dengan harga jual relatif terjangkau. FOTO ANTARA/Jafkhairi/ss/NZ/12 - (ANTARA)

Ada kalanya muncul perasaan ingin terus berlari jauh saat Anda merasa sangat nyaman dengan olahraga dan berbagai perlengkapan pendukungnya. Berlari menjadi ringan tanpa banyak mengeluarkan tenaga dan angin berhembus di belakang jadi idaman setiap pelari. 

Itulah yang membuat Under Armour terinspirasi untuk membuat terobosan agar sepatu-sepatu produksinya mampu memberikan rasa nyaman dan meningkatkan performa penggunanya. Riset dilakukan untuk membuat sepatu yang ringan, tapi kuat dan dihasilkanlah sejumlah kreasi Under Armour setelah tiga tahun dan berulang kali pengujian dengan sol Under Armour, UA Flow Midsole.  

Dengan teknologi ini, sepatu Under Armour menciptakan alas kaki olahraga dengan daya traksi dan performa tinggi dari UA Flow Velociti Wind. Sepatu ini dirancang untuk kecepatan dalam jarak yang lebih jauh, membuat Anda merasakan angin di punggung Anda di setiap langkahnya.

photo
Sejumlah orang berolahraga yang terpisahkan oleh dinding plexiglass guna menjaga jarak sosial di pusat kebugaran LUsine Saint Lazare di Paris, Prancis, Rabu (24/6/2020). Berlari menjadi ringan tanpa banyak mengeluarkan tenaga dan angin berhembus di belakang jadi idaman setiap pelari. . EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON - (EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON)

UA Flow menyingkirkan sol karet di tapak sepatu, dengan tetap mempertahankan kenyamanan, kelenturan, dan traksi di setiap langkah. “Flow seperti arti sesungguhnya adalah sebuah perasaan yang mulus saat berlari dan perasaan yang mengalir mulus karena berkurangnya gangguan," ujar Direktur Inovasi Kreatif Alas Kaki Under Armour Tom Luedecke, tiga bulan lalu. 

Pengembangan UA Flow berkat kemitraan berbagai pihak dengan tim Under Armour, termasuk ratusan atlet lari. Teknologi UA flow midsole memulai debutnya di kategori bola basket, yaitu Stephen Curry dan Curry Flow 8 di bawah merek senama barunya. Rancangannya, kata Luedecke, adalah dengan kolaborasi bersama para atlet agar didapat rancangan solusi alas kaki yang tepat untuk basket dan lari. 

Sementara, jenama alas kaki olahraga, Puma juga tak mau kalah dengan berbagai desain sepatunya. Kali ini unsur klasik dipadankan dengan paduan gaya yang modis. Untuk itu, Puma berkolaborasi dengan jenama fashion Maison Kitsuné. Maison Kitsuné adalah gabungan kata “Maison” alias rumah dalam bahasa Prancis dan “Kitsuné” atau rubah dalam bahasa Jepang. "Keduanya adalah perpaduan gaya Paris dan Tokyo yang menghasilkan Puma X Maison Kitsuné," kata Luedecke.

photo
Pekerja membuat sepatu untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor di rumah produksi Waris Shoes, Polehan, Malang, Jawa Timur, Senin (28/6/2021). Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan nilai ekspor alas kaki nasional pada tahun 2021 dapat tumbuh 10 persen yakni mencapai 5,28 miliar dolar AS atau setara Rp 76,22 triliun mengingat permintaan ekspor masih terus meningkat. - (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Desain sepatu olahraga ini, dia mengatakan, menggabungkan elemen klasik Puma dengan desain Jepang. Maison Kitsuné yang khas dengan bentuk dan talinya dipadukan dengan elemen siluet khas Puma lewat warna-warna cerah. Contohnya pada koleksi Ralph Sampson Mid dengan bagian atas dari bahan nilon dan karet cokelat pada bawahnya, ditambah perpaduan warna hitam, kuning, dan putih. 

Ada pula The Roma yang merupakan koleksi dengan atasan kulit putih, dijahit kontras dan outsole warna cokelat. Lapisan karet ada di bagian terakhir sebagai pelindung dari lumpur sebagai warisan Jepang dalam Maison Kitsuné. Penambahan lain untuk kolaborasi ini adalah penyematan co-branding sebagai koleksi street style dengan Logo rubah khas Maison Kitsuné di seluruh koleksi.

Sebagai pelengkap, koleksi kolaborasi ini menghadirkan beberapa potong jaket ala militer dan celana kargo. Koleksi lainnya, seperti baju olahraga, kaus, dan hoodie yang menampilkan desain bordir dan minimalis. Minimalis bertemu dengan fungsionalitas menjadi tema untuk aksesori dalam koleksi ini, termasuk ransel, tas pinggang, topi, dan bucket hat.


×