Warga mengantre untuk diperiksa terkait Covid-19 di Pantai Bondi, Sydney, Australia ,Jumat (25/6/2021). Pengetesan itu menjelang lockdown yang diberlakukan di sebagian Sydney. | (Dean Lewins/AAP Image via AP)

Internasional

30 Jun 2021, 03:45 WIB

Empat Kota Australia Jalani Lockdown

Empat ibu kota negara bagian Australia menerapkan lockdown mencegah meluasnya Covid-19.

SYDNEY -- Empat ibu kota negara bagian Australia menerapkan lockdown atau penguncian untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Pihak berwenang berupaya untuk menahan varian baru virus korona yaitu varian Delta yang sangat menular.

Perth, ibu kota Negara Bagian Western Australia memulai penguncian empat hari pada Selasa (29/6) tengah malam. Sementara Brisbane, ibu kota Queensland, akan memasuki penguncian tiga hari mulai Selasa malam. Sebelumnya, ibu kota New South Wales, Sydney dan ibu kota Northern Territory yaitu Darwin, sudah melakukan penguncian terlebih  dahulu.

Secara kolektif, keempat kota tersebut memiliki populasi lebih dari 10,2 juta orang. Hingga Senin (28/6) sore, keempat kota itu secara kumulatif memiliki 271 kasus aktif, yang sebagian besar berasal dari New South Wales (NSW).

Penduduk Perth dan wilayah Peel harus tinggal di rumah kecuali untuk alasan mendesak. Pejabat setempat mendeteksi kasus ketiga Covid-19, yang terkait dengan wabah di Sydney. Sementara di Brisbane, orang-orang akan diminta untuk tinggal di rumah kecuali untuk pekerjaan penting, perawatan kesehatan, belanja bahan makanan, atau olahraga.

Sydney, rumah bagi 25 juta populasi Australia, menjalani lockdown selama dua pekan yang baru akan berakhir pada 9 Juli mendatang. Sementara lockdown di Kota Darwin diperpanjang selama 72 jam yang akan berakhir pada Jumat (2/7) mendatang. Pertemuan dibatasi dan masyarakat juga wajib memakai masker di mana pun.

Kekhawatiran strain Delta dapat memicu wabah yang signifikan. Pihak berwenang pada Senin malam mengatakan, orang yang berusia di bawah 60 tahun sudah bisa mendapatkan vaksin AstraZeneca jika disetujui oleh dokter mereka. Vaksinasi juga telah diwajibkan bagi pekerja perawatan lanjut usia dan karyawan yang berisiko tinggi di hotel karantina.

"Saya benar-benar tenang dengan peluncuran vaksin di sektor perawatan lansia," kata kepala petugas medis Australia Paul Kelly kepada Australian Broadcasting Corporation.

Penerapan lockdown, pelacakan kontak dengan cepat, dan aturan menjaga jarak sosial yang ketat telah membantu Australia menjaga kasus Covid-19 yang relatif rendah. Sejauh ini Australia mencatat sekurangnya 30.528 kasus dan 910 kematian.

Tetapi peluncuran vaksin di Australia mengalami hambatan. Pihak berwenang Australia dua minggu lalu membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca hanya untuk orang berusia di atas 60 tahun karena masalah pembekuan darah. Pemerintah merekomendasikan suntikan Pfizer kepada semua orang di bawah 60 tahun.

Sejauh ini, Australia telah memvaksinasi hampir lima persen dari populasinya. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai 46 persen, dan Inggris 48 persen. 

Wakil PM didenda

Wakil Perdana Menteri Australia Barnaby Joyce didenda karena tepergok tak mengenakan masker di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Ia dilaporkan seorang anggota masyarakat di daerah pemilihannya pada Senin (28/6).

“Penyelidikan mengungkapkan seorang pria berusia 54 tahun tak mengenakan masker saat berada di toko,” kata kepolisian NSW. Joyce, yang tidak disebutkan namanya dalam pernyataan polisi, didenda 200 dolar Australia.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Joyce mengakui kelalaiannya. Dia mengungkapkan sedang dalam perjalanan ke bandara saat peristiwa itu terjadi. Ia mampir ke SPBU untuk mengisi bahan bakar, tapi lupa mengenakan masker saat keluar dari mobil.

“Mengisi mobil dengan bahan bakar, masuk 30 detik, kemudian harus membayar 200 dolar Australia karena lupa mengenakan salah satu dari ini (masker). Itulah hidup,” kata Joyce. 

Sumber : Reuters


×