Pelajar mengenakan pelindung wajah sebelum mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 07 Medan, Sumatera Utara, Kamis (17/06/2021). | ANTARA FOTO/Fransisco Carolio

Nasional

Zona Merah Belajar dari Rumah

Sekolah tatap muka di seluruh Indonesia tidak bisa disamaratakan.

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menegaskan, bagi daerah yang termasuk zona merah maka muridnya tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah. Hal itu sesuai kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Jadi pada daerah-daerah yang merah, kabupaten kota yang merah, biarlah anak-anak tetap belajar dari rumah,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek, Jumeri, Senin (28/6).

Dia mengatakan, Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas. Terdapat banyak pulau, provinsi, kabupaten/kota yang memiliki kondisi berbeda-beda. Bervariasinya kondisi ini perlu diperhitungkan dalam kebijakan sekolah tatap muka.

Jumeri ingin memberikan kesempatan bagi daerah-daerah di luar zona merah dan yang lebih aman untuk membuka sekolah tatap muka. “Biarlah mereka pembelajaran tatap muka terbatas,” kata dia lagi.

photo
Pegawai sekolah melakukan verifikasi berkas serta sosialisasi protokol kesehatan pada Peserta pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 di SMA Negeri 3 Manado di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (22/6/2021). - (ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONO)

Menurut Jumeri, sekolah tatap muka di seluruh Indonesia tidak bisa disamaratakan. Sebab, anak-anak dinilai sangat membutuhkan kehadiran guru mereka untuk membimbing dan memberi pencerahan.

Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan, keselamatan dan keamanan siswa, guru, serta tenaga pendidikan adalah yang utama. Saat ini, ia mengatakan, perlu melihat perkembangan dari daerah per daerah tentang situasi dan kondisi yang ada terkait dengan penyebaran Covid-19.

Unifah menjelaskan, para guru selalu menyiapkan diri dengan berbagai cara. Baik untuk meningkatkan kapasitasnya melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi. PGRI juga telah melakukan pelatihan terhadap guru terkait pembelajaran selama masa pandemi.

“Banyak juga daerah yang melakukan guru kunjung, termasuk di dalamnya sebenarnya para guru itu selama masa pandemi ini, tetap diwajibkan pemda datang ke sekolah,” kata Unifah.

PGRI mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka. Namun, dalam perkembangannya dengan situasi yang ada saat ini, pembukaan sekolah perlu mengutamakan keselamatan dan keamanan siswa, guru, orang tua, dan tenaga kependidikan.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat