Warga membeli masker medis di penjual masker dadakan di Yogyakarta, Kamis (24/6/2021). Efektivitas penyaringan elektrostatis dari masker semakin baik bila bahannya tidak elastis. | Wihdan Hidayat / Republika
25 Jun 2021, 13:45 WIB

Mengupas Masker yang Pas

Efektivitas penyaringan elektrostatis dari masker semakin baik bila bahannya tidak elastis.

OLEH DESY SUSILAWATI

Pada masa pandemi Covid-19, apalagi di tengah lonjakan kasus infeksi virus korona di masyarakat, semua orang wajib menjalankan protokol kesehatan (prokes). Salah satu prokesnya adalah menggunakan masker. Saat ini pun banyak varian masker dan bahan-bahannya, termasuk masker kain.

Dosen Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi dan Pengurus Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Universitas Trisakti Dr Erni Erfan SPd MBiomed mengatakan, masyarakat berhak memperoleh informasi yang cukup soal berbagai hal tentang Covid-19 ini. Dengan demikian, mereka lebih ‘sukarela’ dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan prokes, termasuk dalam pemakaian masker. 

Informasi yang kurang sampai ke masyarakat, misalnya, soal virus korona penyebab Covid-19 (SARS CoV-2), media penularannya, sifatnya, dan sebagainya. Droplet ataupun aerosol berupa butiran air liur yang terlontar saat berbicara atau bersin. Diameter pori kain katun masker sekitar 5.000 kali diameter SARS CoV-2 atau 500 kali diameter aerosol dan 100 kali diameter droplet.

Terkait

"Jika virus menempel di permukaan masker, virus dalam aerosol atau droplet akan mengalami penyaringan mekanik, bila masker terdiri dari lebih dari satu lapis kain dan penyaringan elektrostatik," kata Erni dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, tiga pekan lalu.

Saat virus menempel pada permukaan masker, perlahan virus terlepas dari 'pengangkutnya' dan masuk bersama aliran udara lewat serat halus anyaman berliku dari masker. Virus pun tertahan dalam serat-serat bahan masker. Selama masker digunakan, virus di situ mengalami gerak brown (zigzag terus-menerus) akibat pernapasan.  

Penyaringan elektrostatik dihasilkan oleh muatan listrik statik di bahan masker yang dapat menarik partikel bermuatan listrik yang berlawanan. Penyaringan ini efisien saat kecepatan aliran udara yang rendah, misalnya, saat bernapas biasa. Saat batuk dan bersin, udara dari mulut sangat cepat dan meningkatkan tekanan di dalam masker. Masker bisa merenggang dari wajah dan udara bisa menyusup keluar masuk tanpa penyaring. Efektivitas penyaringan elektrostatis semakin baik bila bahan semakin tidak elastis.

Erni menyebutkan, efektivitas penyaringan elektrostatis dari beberapa bahan dari yang terbesar sampai terkecil, yaitu linen, rayon, wol, katun, dan poliester. Setelah empat kali dicuci dan dikeringkan, daya saring masker kain menurun sebesar 20 persen.

Selain itu, situs Massachusetts Institute of Technology Medical menginformasikan tiga hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih masker kain. Ketiga aspeknya adalah kerapatan kain, kesesuaian masker dengan bentuk wajah, dan ketebalan kain. 

Sementara, dosen Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Nafrialdi PhD SpPD SpFK mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan masker dengan tiga lapisan. WHO juga merekomendasikan jenis bahan dari setiap lapisannya. 

Lapisan terdalam dari bahan hidrofilik yang menyerap air seperti katun; lapisan tengah hidrofobik dari bahan tanpa tenun sintetis (polipropilena atau lapisan katun); dan lapisan terluar dari bahan hidrofobik tak mudah menyerap air (polipropilena, poliester, atau campurannya). "Masker tiga lapis memiliki daya saring lebih tinggi," kata Erni.

Dokter penyakit dalam dan anggota dewan penasihat Boomer Naturals Mary Clifton mengatakan, masker yang efektif memberikan filtrasi yang memadai, pas, aman, dan nyaman adalah yang lebih dari satu lapisan. Pastikan masker menutupi hidung dan mulut, tanpa celah. "Tujuannya untuk melindungi dari tetesan yang dapat disebarkan seseorang di dekat Anda atau untuk melindungi orang lain ketika Anda berada dalam jarak dekat," ujarnya seperti dilansir dari laman KSAT.

Lalu, masker jenis apa yang paling baik? Menurut dia, ada banyak jenis masker dengan tingkat efektivitas berbeda, seperti pada buatan sendiri, medis, N-95, dan Boomer Naturals. Menurut dia, saat memilih masker perlu dilihat dari perlindungannya serta pas pada wajah. "Salah satu yang sangat efektif adalah penutup wajah Boomer Naturals dengan teknologi nanosilver untuk menghentikan partikel agar tidak masuk ke hidung dan mulut," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Tip sederhana menggunakan masker dari 3M

1. Memilih masker berkualitas baik

2. Cuci tangan sebelum mengenakan masker dan melepaskan masker.

3. Hindari menyentuh wajah saat bermasker di tempat umum atau bersihkan tangan dulu sebelum menyentuh wajah. 

4. Tempelkan klip hidung masker ke wajah agar napas tak membuat kacamata berkabut.

5. Simpan masker di tempat yang bersih dan kering. 

6. Hindari pemakaian masker terbalik.

7. Hindari membuka dan memakai masker berulang kali.

8. Hindari lupa menggunakan masker.

photo
Anggota Pramuka memasangkan masker pada salah satu pengunjung yang tidak menggenakan masker saat sosialisasi penegakan protokol kesehatan, di Pasar Palima Palembang, Sumsel, Rabu (3/2/2021). Sosialisasi yang dilakukan di sejumlah titik pasar di Kota Palembang ini bertujuan untuk menekankan penegakkan protokol kesehatan di lingkungan pasar sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya vaksin COVID-19. - (FENY SELLY/ANTARA FOTO)

Lindungi anak dari virus

 

Masker menjadi hal penting karena mampu menangkal virus ataupun bakteri dari saluran pernapasan. Penggunaan masker wajib dipakai setiap orang saat berada di luar rumah, juga di dalam rumah saat ada anggota keluarga yang terinfeksi Covid-19. 

Pemakaian masker disarankan untuk anak yang berusia enam tahun ke atas. Sedangkan bagi anak di bawah usia tersebut tidak disarankan mengenakan masker dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan. Namun, mereka tetap perlu diberikan pengarahan cara menggunakan masker dan perlunya mengawasi anak saat menggunakannya. 

Meskipun anak usia dini belum disarankan untuk menggunakan masker, saat ini perlu dipertimbangkan untuk pemakaiannya. Sebab, anak yang tertular Covid-19 varian baru sudah cukup banyak. Karena itu, untuk pencegahannya, anak dapat menggunakan masker di bawah pengawasan orang tua. 

Karena itu, Momami sebagai mom’s little helper bagi para orang tua untuk produk si kecil kembali meluncurkan koleksinya. Kali ini mereka meluncurkan masker sekali pakai yang dirancang khusus untuk sang buah hati.

Vice President Momami Lina Paulina mengatakan, orang tua adalah orang terbaik untuk mengajarkan dan memberi tahu anak terkait kesehatan, keamanan, dan kebersihan. Apalagi, pada masa pandemi seperti ini, orang tua harus mencontohkan penerapan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin menggunakan masker saat bepergian atau berinteraksi dengan orang lain. 

"Layaknya masker untuk orang dewasa, masker Momami menggunakan 4-ply lapisan pelindung, 99 persen filtrasi mikropartikel, dan bagian kawat di atas hidung yang mudah disesuaikan. Masker anak sekali pakai dari Momami ini untuk anak usia dua tahun ke atas," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Republika, sebulan lalu.

Momami yang pertama kali diluncurkan oleh Kanmo Group pada 2019 punya rangkaian produk untuk anak. Produknya berupa tisu basah; baby and kids body care, seperti sabun, sampo, pelembap, dan krim; sampai perlengkapan alcohol-free sanitizer, face shield, dan kacamata blueray

Lina menyebutkan, Momami ingin selalu menjadi produsen yang memenuhi kebutuhan para orang tua dan anak-anak. Fokus produknya adalah aneka pemenuhan kebutuhan anak yang aman. "Masker Momami untuk anak ini aman dipakai karena menggunakan bahan polos tanpa gambar sehingga tidak ada residu yang akan terhirup oleh anak."


×