Ilustrasi gaya pakaian berbahan jin atau denim | Wihdan Hidayat / Republika
25 Jun 2021, 13:10 WIB

Gaya Muda Sepanjang Masa

Gaya pakaian berupa celana berbahan jin bertahan lama dan keberlanjutan melawan arus tren sekali pakai saat ini. 

Gaya dan fashion selalu berganti dan terus berputar. Gaya yang berlangsung pada tahun ini bisa saja merupakan mode yang berlaku puluhan tahun yang lalu. Namun, ada juga gaya dan mode yang terus diadopsi setiap saat alias tak lekang oleh waktu. 

Melalui berbagai era dan gaya dalam satu setengah abad terakhir ini, ada satu hal yang konstan dan terus diusung oleh para penggemarnya, yaitu pakaian berbahan denim dan celana jin. Salah satu jenama dan ikon yang terkenal dalam pakaian berbahan jin ini adalah Levi's. 

Sebagai contohnya adalah tipe Levi’s 501 dengan model straight leg, button fly. Celana jin biru ikonik khas Levi's ini banyak dimiliki orang, mulai dari pekerja pabrik, bintang film, programmer, presiden, hingga beberapa penyuara yang paling menonjol di ruang pergerakan.

Pada 20 Mei lalu, Levi's merayakan hari jadi yang ke-148 untuk jin biru original. Bisa dibilang, jin tersebut sebagai kakek dari semua jin biru, di mana model apa pun saat ini adalah pengulangan dari keluaran aslinya. 

Terkait

Model 501 merupakan media yang pas untuk menuangkan ekspresi yang kreatif dan telah menjadi gaya utama para kaum muda sejak pertengahan abad ke-20. Model 501 menjadi pilihan dan gambaran anak muda keren, seperti Marlon Brando di The Wild One tahun 1953, ke gaya lusuh di Summer of Love selama akhir 1960-an, punk tahun 1970-an, dark indigo, hingga pada tampilan oversized dari NWA di akhir 1980-an.

Sebagian besar dari gaya itu muncul karena kesederhanaan klasik model Levi's 501. Berpakaian atau berdandan, fit atau oversized, gelap atau pudar, lugas atau disesuaikan, hal tersebut merupakan hati dan jiwa anak muda. Hal itu berlaku bukan hanya bagi Levi's, melainkan juga fashion modern. Model ini berupa celana kerja sederhana denim yang tahan lama dengan siluet yang bisa dipakai banyak orang. 

“Model 501 adalah jin biru orisinal sehingga sangat masuk akal untuk kami merayakan produk ikonik tersebut dengan para Originals ini. Kami terinspirasi oleh hubungan emosional yang mereka miliki dengan 501. Gaya dan cerita pribadi mereka menjadikan jin itu begitu unik dimiliki oleh mereka," ujar Levi’s Chief Marketing Officer Karen Riley-Grant, sebulan lalu.

Levi's 501 tentunya bukan hanya tentang gaya abadi, kata Riley-Grant, melainkan juga soal keberlanjutan yang bergerak melawan arus tren sekali pakai saat ini. Untuk Levi's, selain tahan lama, penampilannya terlihat semakin baik seiring dengan lamanya pemakaian. Berkat Levi’s Tailor Shop, jin 501 juga dapat diperbaiki agar memperpanjang masa pemakaian. Malah, dengan Levi’s SecondHand membuat pembelian pakaian vintage 501 sangat didambakan.

Dalam peringatannya itu, Levi's merilis kolaborasi edisi terbatas dengan Wasted Youth, yaitu Levi's x Wasted Youth 501 '93 Straight. Wasted Youth adalah tentang pemberontakan dan kebebasan dengan berciri budaya skate dan punk berorientasi ciri Jepang yang didirikan oleh Verdy. Ketika pemberontakan dan kebebasan menjadi bagian yang tertanam di selera Anda, sangat erat kaitannya Anda bersentuhan dengan Levi's 501.

Produk kolaborasi ini diluncurkan bulan lalu. Persediaannya memang terbatas untuk produk 501 dan hanya tersedia di Levi's NextGen Store Grand Indonesia.

Rayakan ragam budaya pop

Budaya populer atau yang biasa disebut budaya pop tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat. Sebuah budaya sudah lekat menjadi bagian keseharian setiap manusia di dunia. 

Bagi anak muda, budaya yang lekat dalam keseharian terwujud dalam bentuk fashion, yaitu pakaian. Busana yang berlaku sepanjang zaman adalah pakaian atau celana berbahan jin dan atasan dari bahan kaus (t-shirt). Kedua jenis pakaian inilah yang lekat sekali dengan budaya pop masyarakat seluruh dunia. 

Perusahaan retail pakaian Uniqlo melihat budaya pop ini untuk koleksi Spring/Summer 2021, yaitu Uniqlo T-shirt (UT) berupa lebih dari 1.000 produk dengan menampilkan beberapa pilihan budaya pop dari seluruh dunia. Mulai dari karya seniman populer yang berskala internasional hingga konten game yang digemari di kalangan anak-anak hingga orang dewasa. 

Public Relations Manager Uniqlo Indonesia Stefanie Saragih mengatakan, sesuai dengan tema “Wear Your World”, koleksi UT selalu menawarkan sesuatu untuk semua orang. Penawarannya adalah mengubah t-shirt menjadi kanvas seni sebagai ekspresi setiap orang dengan selera pemakainya. “Rangkaian produk ini terus berkembang setiap musim sebagai salah satu LifeWear yang menarik dan unik," kata Stefanie, bulan lalu.

Untuk itu, jenama tersebut berkolaborasi dengan Pokémon dalam perayaan hari jadinya yang ke-25 dengan koleksi bagi segala usia. Dua koleksi Pokémon UT untuk 2021 diluncurkan pada Mei lalu. Koleksinya adalah Pokémon All-Stars untuk dewasa dan anak-anak dan Pokémon Dreaming berupa piyama bayi yang sempurna untuk musim panas. Koleksi ini dilengkapi aksesori UT berupa alas kaki. 

Dalam peringatan kali ini, Uniqlo berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasinya dengan Pokémon UT dan artis populer Yuni Yoshida mengambil Disney untuk proyek Magic for All. Art director ini menampilkan desain karakter Mickey Mouse dan Minnie Mouse. “UT menampilkan karya ikonik dan ucapan dari para legenda seni pop Andy Warhol, Keith Haring, dan Jean-Michel Basquiat,” ujar Stefanie. 

Kolaborasi lainnya adalah dengan Daido Moriyama, fotografer Jepang, yang mempresentasikan beberapa karyanya dalam warna hitam dan putih untuk mengekspresikan kekuatan aslinya. Kolaborasinya dengan Blue Note Records dari jalur musik jaz hadir dalam album yang penting untuk desain UT yang dipilih bersama Presiden Label Don Was. 

Untuk menyoroti game dan konten anime populer, kata Stephanie, Uniqlo menelurkan koleksi UT berupa Monster Hunter Rise dan League of Legends dengan desain berupa grup K-Pop virtual K/DA. Kolaborasi lainnya adalah dengan One Piece yang populer dalam cerita Negeri Wano yang ditayangkan televisi Jepang. 

Sebagai ciri khasnya, Uniqlo Lifewear kental dengan kesederhanaan, kualitas terbaik, dan ketahanan. "Desain sederhananya kerap menyembunyikan detail-detail modern dan penuh pemikiran," kata Stephanie. LifeWear, dia menyebut, merupakan pakaian yang terus dikembangkan, memberikan kehangatan, lebih ringan, desain yang lebih baik, dan lebih nyaman bagi kehidupan masyarakat.


×