Petugas kesehatan memeriksa sampel lendir karyawan saat pelaksanaan tes cepat antigen di kedai kopi Kopilatory, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Rabu (23/6/2021). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
24 Jun 2021, 03:45 WIB

Kemenkes: Tes Covid-19 di Indonesia tidak Bermasalah

Seorang delegasi Indonesia dalam forum G-20 dinyatakan positif Covid-19.

JAKARTA -- Tes kesehatan calon penumpang pesawat asal Indonesia disorot. Itu karena dua kasus penumpang warga Indonesia yang berangkat ke luar negeri, Italia dan Hong Kong. Penumpang itu mendapatkan hasil negatif Covid-19 saat dites di Indonesia.

Namun, saat tiba di negara tujuan, mereka menjalani tes ulang dan hasilnya positif. Kemenkes menegaskan, tes Covid-19 di Indonesia tidak bermasalah meski menunjukkan hasil berbeda.

Seorang delegasi Indonesia yang akan menghadiri rangkaian pertemuan Kelompok 20 (G-20) di Kota Catania, Italia, dinyatakan positif Covid-19. Delegasi yang namanya dirahasiakan ini telah mengantongi surat negatif Covid-19 saat berangkat dari Indonesia. Namun, ketika menjalani pemeriksaan di Catania, yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19.

Permasalahan serupa terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia ke Hong Kong dengan nomor penerbangan GA876, Ahad (20/6). Otoritas Kesehatan Hong Kong menemukan empat penumpang Garuda yang positif Covid-19 setelah pemeriksaan ulang. Kasus ini mengakibatkan penerbangan penumpang Garuda ke Hong Kong dilarang.

Terkait

Mengenai delegasi Indonesia di G-20 yang positif Covid-19, berbagai media asing melaporkan, utusan Indonesia tersebut merupakan seorang kepala delegasi. Kedutaan Besar RI di Roma dalam pernyataan tertulis pada Rabu (23/6) menyampaikan, awalnya terdapat dua delegasi Indonesia dari Jakarta yang berangkat ke Italia untuk menghadiri rangkaian pertemuan G-20 pada 22-23 Juni 2021.

Masing-masing delegasi Indonesia yang terbang dari Jakarta itu tiba di Catania secara terpisah dan menjalani tes antigen.

photo
Seorang karyawan menjalani tes cepat antigen di kedai kopi Kopilatory, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Rabu (23/6/2021). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Berdasarkan hasil tes antigen, salah seorang dari delegasi Indonesia terindikasi positif Covid-19, sedangkan seorang lainnya negatif. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, satu orang delegasi yang positif Covid-19 menjalani tes molekuler atau tes usap pada Senin (21/6). Hasil tes usap yang diterima pada Senin malam mengonfirmasi yang bersangkutan positif Covid-19.

Sesuai ketentuan, Dinas Kesehatan Provinsi (Azienda Sanitaria Provincia/ASP) Catania pada Selasa (22/6) langsung melakukan tes usap terhadap enam delegasi Indonesia yang terdiri atas tiga delegasi asal Jakarta dan tiga delegasi KBRI Roma. Keenamnya termasuk dalam kontak dekat dengan kasus positif tersebut.

Hasil tes usap dari keenam orang itu negatif Covid-19. Selanjutnya, dokter Italia melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap delegasi Indonesia yang positif Covid-19 dan menyatakan yang bersangkutan dalam kondisi baik dan stabil.

WNI tersebut diminta tetap melakukan isolasi mandiri di hotel selama 10 hari. Mereka juga wajib menjalani tes usap kedua pada hari ke-11 isolasi mandiri. Terkait dengan hal itu, KBRI Roma telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, memberikan bantuan serta pendampingan, dan tetap memantau perkembangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membenarkan adanya larangan penerbangan dari otoritas kesehatan Hong Kong, Centre for Health Protection (CHP), untuk membawa penumpang masuk ke Hong Kong. Irfan mengakui, larangan itu karena terdapat penumpang positif Covid-19 yang terangkut dari Jakarta.

photo
Petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan menunjukkan tujuh sample swab antigen yang kedapatan reaktif Covid-19 saat melakukan swab antigen di kawasan zona merah Covid-19 di Juramangu Barat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (23/6/2021). Pelacakan lewat swab antigen dilakukan karena di kawasan tersebut ditemukan 47 warga yang positif terpapar Covid-19. - (ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL)

Meskipun begitu, Irfan menuturkan, penumpang diperbolehkan naik saat di Jakarta karena dinyatakan negatif. "Saat berangkat, di dalam negeri itu dites negatif. Tapi, dites di Hong Kong positif," kata Irfan kepada Republika, Rabu (23/6).

Walau penerbangan penumpang dilarang, Irfan menyebut angkutan kargo tidak terganggu. “Iya, kita tetap terbangkan penerbangan kargo,” kata Irfan.

Otoritas kesehatan Hong Kong menerapkan kebijakan pelarangan penerbangan penumpang untuk Garuda sejak Selasa (22/6). Larangan ini akan berlaku hingga 5 Juli 2021.

Sebelumnya, empat penumpang pada penerbangan Garuda Indonesia GA876 dinyatakan positif Covid-19. Penerbangan tersebut beroperasi dari Jakarta ke Hong Kong pada 20 Juni 2021.

Kementerian Kesehatan menilai kasus yang dialami delegasi Indonesia pernah ditemukan. Namun, bukan berarti tes antigen maupun polymerase chain reaction (PCR) di Jakarta yang bermasalah.

 
Kalau soal tes, baik pakai antigen maupun PCR yang dibawa saat akan perjalanan, kami juga menemukan kasus yang sama.
SITI NADIA TARMIZI, Juru Bicara Covid-19 dari Kemenkes
 

"Kalau soal tes, baik pakai antigen maupun PCR yang dibawa saat akan perjalanan, kami juga menemukan kasus yang sama," kata Juru Bicara Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada Republika, Rabu (23/6).

Ia mencontohkan, saat pemeriksaan 232 ribu sampel orang-orang yang membawa surat keterangan PCR dari negara lain, sebanyak 2.700 positif Covid-19 ketika pemeriksaan ulang. Menurut Nadia, ada beberapa kemungkinan penyebab delegasi tersebut akhirnya positif Covid-19 meski telah mengantongi surat keterangan negatif Covid-19.

Pertama, kata dia, ada kemungkinan orang yang bersangkutan tertular virus ketika berangkat dari rumah ke bandara dan saat berada di bandara. Kemungkinan kedua, yang bersangkutan sebenarnya dalam masa inkubasi virus sehingga belum bisa terdeteksi positif saat diperiksa di Jakarta. "Jadi, bukan berarti tes antigen ataupun PCR Bandara Soekarno-Hatta yang tidak baik," katanya.

Mengenai pengecekan akurasi tes antigen maupun PCR, Nadia menyebut mekanisme untuk itu belum ada. Satu hal yang penting, dia melanjutkan, prosedur tetap untuk tes sudah sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO).

Usulan Indonesia

Pertemuan G-20 pada 22-23 Juni mempertemukan para menteri pendidikan dan menteri ketenagakerjaan. Pertemuan itu membahas pemulihan inklusif dari pandemi Covid-19, khususnya untuk mempromosikan pekerjaan perempuan, melindungi pekerja, dan meningkatkan sistem pendidikan yang berkualitas. Selain itu, para menteri membahas produktivitas, inovasi, dan digitalisasi.

Fase transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja atau dikenal dengan link and match mendapatkan perhatian negara-negara anggota G-20. Indonesia berpandangan, isu tersebut harus ditangani secara inovatif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

photo
Bendera negara-negara G-20. - (istimewa)

Dalam agenda Joint Meeting of Ministers of Education and Ministers of Labour and Employment at Exchange Views on Transitions from Education to Work yang berlangsung di Catania, Selasa (22/6), Kementerian Ketenagakerjaan diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi.

Anwar mengemukakan, persoalan fase transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja bukanlah isu baru. Namun, seiring dengan dinamika zaman yang banyak dipengaruhi perkembangan teknologi dan informasi, langkah inovatif dan kolaboratif dalam mengelola isu ini sangat diperlukan.

Tujuannya untuk menjaga kesesuaian sisi supply and demand tenaga kerja.

“Kami memandang dengan dinamika supply dan demand industri saat ini, maka penanganan transitions from education to work memerlukan inovasi dan kolaborasi yang luas. Tujuannya agar tercipta kebijakan dan program yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dunia kerja,” kata Anwar.

Anwar mengatakan, dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia telah mengimplementasikan sejumlah program dan kebijakan untuk menjembatani transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja. Bisa dilakukan dengan pelatihan kerja di balai latihan kerja (BLK) bagi lulusan sekolah, program pemagangan di dalam dan luar negeri, pelatihan kerja berbasis komunitas, hingga program inkubasi bisnis.

 
Pemerintah Indonesia juga sudah dan sedang menjalankan program Kartu Prakerja guna perluas akses pelatihan dan insentif angkatan kerja muda.
 
 

“Untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia, Pemerintah Indonesia juga sudah dan sedang menjalankan program Kartu Prakerja untuk memperluas akses pelatihan dan insentif bagi angkatan kerja muda,” kata Anwar.

Anwar melanjutkan, Indonesia memandang perlu untuk melakukan inovasi kebijakan dan program yang berkaitan dengan transitions from education to work untuk memitigasi dampak perubahan dunia kerja. Ia pun memaparkan beberapa upaya yang sedang dan akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

Beberapa upaya tersebut yaitu menyiapkan ekosistem digital siap kerja untuk mendorong link and match yang responsif terhadap perkembangan dunia usaha dan industri. Kedua, mengembangkan program penciptaan talenta muda di bidang kewirausahaan dan digital start-up.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepresidenan Italia yang telah memprakarsai Pertemuan Bersama Menteri Pendidikan dan Menteri Ketenagakerjaan ini.

Menurut dia, pertemuan tersebut sangat berharga karena dapat membangun sinergi dalam membuat arah kebijakan strategis guna menghadapi transisi dari pendidikan ke pekerjaan.

Sumber : Antara


×