Petugas kesehatan membawa pasien Covid-19 ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Kota Bandung, Rabu (16/6/2021). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
23 Jun 2021, 03:45 WIB

Kekurangan Nakes, Indramayu Rekrut Relawan

Di Garut, Jawa Barat, beban nakes juga terus bertambah seiring terus terjadinya kematian para nakes.

INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akan merekrut relawan untuk membantu tenaga kesehatan (nakes) menangani pasien Covid-19. Selain merekrut relawan, penambahan tempat tidur bagi pasien Covid-19 juga akan dilakukan.

“Pasti akan ada (rekrut relawan nakes). Karena kita kekurangan tenaga kesehatan dan ada beberapa nakes juga yang terpapar,” kata Bupati Indramayu, Nina Agustina, saat ditemui di Pendopo Indramayu, Selasa (22/6).

Nina mengatakan, pemkab akan segera membuka tempat-tempat perawatan bagi pasien Covid-19, seperti di Rumah Sakit PMC maupun Wisma Haji. Di RS PMC, akan tersedia 26 tempat tidur. Sedangkan di Wisma Haji, rencananya akan ditempatkan 50 tempat tidur bagi pasien Covid-19. “Itu untuk menanggulangi yang parah,” kata Nina.

photo
Tenaga kesehatan beristirahat sejenak disela menangani pasien Covid-19 di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (20/6/2021). Tercatat sekitar 90 persen tingkat keterisian tempat tidur di RSUD Kota Bogor telah terisi oleh pasien positif Covid-19 dengan total pasien sebanyak 115 orang. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Selain itu, lanjut Nina, pihaknya juga mengerahkan dokter umum maupun para nakes yang ada di puskesmas untuk dialihkan ke rumah sakit. Mereka akan membantu menangani para pasien Covid-19.

Terkait

Nina pun mengaku sedih melihat peningkatan kasus Covid-19 yang terus terjadi di Kabupaten Indramayu. Dia menyatakan, upaya mengatasi Covid-19 tak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian tanpa ada kepedulian dan peran serta masyarakat.

“Covid-19 itu nyata. Musuh kita itu tidak kelihatan karena virus. Jadi kita tidak bisa sendiri dalam mengatasinya, harus bersama-sama,” kata Nina.

Di Garut, Jawa Barat, beban nakes juga terus bertambah seiring terus terjadinya kematian para nakes. Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyebut, sebanyak 11 nakes telah meninggal dunia karena Covid-19. Para nakes yang meninggal dunia itu terdiri dari dua dokter, tiga perawat, dua bidan, dan empat nakes lainnya.

Helmi mengatakan, pengorbanan para nakes selama masa pandemi Covid-19 sangatlah besar. Menurut dia, para nakes merupakan orang yang berada di garis terdepan memberi pelayanan kepada pasien Covid-19.

photo
Tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat shalat Maghrib di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (20/6/2021). - (Republika/Putra M. Akbar)

“Bahkan, tidak sedikit di antaranya justru menjadi korban yang terpapar Covid-19. Perawat kita sangat terbatas. Kami mohon doanya untuk masyarakat Kabupaten Garut agar para tenaga medis selalu diberi kesehatan,” kata dia.

Helmi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam menangani Covid-19 dengan melaksanakan vaksinasi. “Mari bersama-sama mendukung program vaksinasi yang diselenggarakan oleh pemerintah semua harus berperan sebagai bentuk tanggung jawab sosial,” kata dia.

Ia juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dalam jangka waktu hingga empat pekan ke depan. Pasalnya, lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut diprediksi masih akan terus terjadi. Kendati demikian, Helmi optimistis pandemi Covid-19 dapat teratasi. Asalkan, semua tetap mematuhi prokes.


×