Suporter Inggris bersorak saat pertandingan grup D Euro 2020 antara Inggris dan Skotlandia di Stadion Wembley, London, Jumat, (18/6/2021). Para suporter memakai pernak-pernik dan dandanan unik untuk memberikan semangat timnas yang didukungnya. | Reuters Pool
22 Jun 2021, 09:53 WIB

Bara Inggris Kontra Ceska di Wembley

Ceska dan Inggris bertarung demi posisi pertama klasemen Grup D.

LONDON — Satu kemenangan dan satu kekalahan membuat pertarungan antara timnas Inggris versus Republik Ceska begitu menentukan. Dua kesebelasan tersebut jelas bakal tampil habis-habisan untuk bisa mengantongi tiket lolos ke babak 16 besar Piala Eropa (Euro) 2020.

Kedua tim akan bertarung pada matchday pemungkas Grup D Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu (23/6) dini hari WIB. Keempat tim, termasuk Kroasia dan Skotlandia, masih berpeluang untuk lolos ke fase selanjutnya.

Persaingan ketat terjadi pada hasil matchday kedua, Inggris bermain imbang tanpa gol kontra Skotlandia. Sedangkan, Ceska harus puas ditahan imbang runner-up Piala Dunia 2018 Kroasia.

Skotlandia dan Kroasia menempati peringkat empat dan tiga karena sama-sama baru mengoleksi satu poin. Adapun Ceska dan Inggris masih berebut posisi pertama dengan raihan empat poin.

Terkait

Kans Inggris sebagai tim unggulan di grup ini terbilang aman. Namun, batu kerikil seusai hasil imbang kontra kesebelasan serumpun, Skotlandia, memperlambat laju Raheem Sterling dkk untuk lolos ke babak 16 besar.

Meski demikian, armada Gareth Southgate tak mungkin terdepak dari tiga besar Grup D. Pasalnya, hanya salah satu dari Kroasia dan Skotlandia yang bisa menyamai perolehan poin Inggris jika kemungkinan terburuk the Three Lions tumbang atas Ceska.

Southgate bertekad untuk kembali membawa timnya berada di trek positif demi bisa mengalahkan Ceska sekaligus keluar sebagai pemimpin klasemen Grup D. "Kami ingin menjadi lebih baik dan itulah yang akan kami lakukan ketika berhadapan dengan Republik Ceska," kata Southgate dikutip laman resmi UEFA, Senin (21/6).

Skuad Tiga Singa baru menciptakan satu gol dalam dua laga terakhir dan gagal menunjukkan performa mengesankan pada Euro 2020 kali ini. Southgate mengakui, hal itu merupakan proses pembelajaran bagi skuad muda yang menghadapi tekanan ketika bermain di kejuaraan elite Benua Biru.

"Kami sadar komitmen mereka untuk tim nasional sangat besar dan kami tahu kualitas mereka. Beberapa pemain datang ke Liga Primer dan tampil luar biasa musim ini. Jadi, kami harus sangat berhati-hati dan menunjukkan konsistensi permainan," kata pelatih berusia 50 tahun itu.

Kemenangan di Wembley terasa penting untuk mengangkat motivasi para pemain seusai dicemooh menyusul hasil imbang kontra Skotlandia. Sektor lini depan yang dipimpin Harry Kane diklaim gagal menghadirkan pembeda.

Dalam skema tiga penyerang yang digunakan Southgate, trio Phil Foden, Kane, serta Sterling sejatinya belum berumur lama. Sang pelatih baru menerapkan skema ini pada dua kualifikasi Piala Dunia. Alhasil, serangan Inggris diklaim kurang variatif dan impresif.

Apabila merujuk pada perjalanan kualifikasi Euro 2020, trio lini depan Tiga Singa terbilang superior dengan materi Marcus Rashford, Kane, serta Jadon Sancho. Bahkan, dengan modal kecepatan dan ketajaman dari dua sisi sayap, Inggris sukses mempermalukan timnas Spanyol.

 
Kane tetap fundamental untuk tim. Dia adalah pemain terpenting kami.
 
 

"Kane tetap fundamental untuk tim. Dia adalah pemain terpenting kami. Kami memiliki beberapa opsi di sektor penyerang sayap dan tentu saja kami akan menggunakan opsi untuk memasang Jadon Sancho sejak menit awal," kata Southgate.

Situasi tak jauh berbeda juga dialami kubu Ceska. Tim besutan Jaroslav Silhavy memiliki modal dan kepercayaan diri besar saat bentrok melawan tuan rumah di Stadion Wembley.

Satu kemenangan dan sekali imbang jadi bukti apabila pemenang Euro 1976 itu patut diperhitungkan sebagai kuda hitam yang mampu mengancam reputasi tim favorit. Silhavy sangat berharap timnya bisa meredam permainan the Three Lions sekaligus mengamankan tiket ke fase berikutnya.

"Kami berharap untuk menghadapi Inggris yang kuat seperti beberapa tahun terakhir. Tim mereka seimbang dengan pemain berpengalaman di klub papan atas," kata Silhavy dikutip laman resmi UEFA.


×