Produk halal diperlihatkan saat konferensi pers Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-motion) di Jakarta, Selasa (25/5). | Tahta Aidilla/ Republika
22 Jun 2021, 08:57 WIB

MES Pamerkan Produk Halal

Indonesia tengah membidik Singapura sebagai penghubung untuk pemasaran produk halal.

JAKARTA – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) akan menjajakan produk halal Indonesia di tingkat global melalui pendirian kantor cabang luar negeri. Langkah tersebut dimulai dengan menggelar International Halal Fair di Singapura.

Sekretaris Jenderal MES Iggi Haruman Achsien mengatakan, kehadiran MES di luar negeri akan fokus membangun aktivitas promosi produk halal Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus beralih dari negara konsumen menjadi produsen.

"Kita harus bangkit dari tidur dan keluar dari comfort zone karena jumlah sumber daya alam dan manusia yang besar tidak otomatis jadikan kita terdepan," kata Iggi dalam Opening Ceremony Road to ISEF 2021 dan 1st Indonesia International Halal Fair, Senin (21/6).

 
Menggarap rantai nilai halal benar-benar harus end to end, baik dalam proses produksi, hingga unit usaha, dan itu perlu sinergi.
Gubernur BI Perry Warjiyo
 

Iggi mengatakan, pengembangan ekonomi syariah juga menjadi bentuk keberpihakan terhadap UMKM. MES berkomitmen membangun kemandirian dan kekuatan pelaku usaha lokal untuk menjadi produsen, tidak hanya pedagang yang memanfaatkan produk impor tapi juga bisa ekspor.

Pendirian kantor perwakilan merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar program MES berdampak signifikan. Program ini diharapkan bisa direplikasi melalui peran serta para pengurus dan anggota MEI di berbagai jenjang kepengurusan.

"Bagi kami, perwakilan MES luar negeri memiliki peran yang sangat sentral, terutama dalam berbagi informasi seputar isu-isu strategis internasional serta membuka peluang jaringan investor global yang dapat berpartisipasi dalam berbagai aktivitas pengembangan ekonomi syariah MES," katanya.

Karenanya, kegiatan Indonesia International Halal Fair merupakan salah satu inisiatif untuk membuka pintu-pintu baru dalam rangka mempromosikan produk halal Indonesia di kancah internasional. Kegiatan itu melibatkan jaringan MES dari Mesir dan Singapura. Acara ini berlangsung sejak 14 Juni 2021 hingga 27 Juni 2021 mendatang.

Terdapat empat hal yang perlu digarap agar pengembangan mata rantai ekonomi halal Indonesia kompetitif di pasar global. Gubernur Bank Indonesia yang juga Ketua Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Perry Warjiyo mengatakan, empat hal ini dapat membawa produk halal Indonesia lebih berdaya saing di tingkat internasional.

"Menggarap rantai nilai halal benar-benar harus end to end, baik dalam proses produksi, hingga unit usaha, dan itu perlu sinergi," kata Perry.

Empat hal optimalisasi rantai nilai halal Indonesia antara lain sertifikasi halal, penguatan ekosistem pelaku usaha, peningkatan kualitas produk, dan memaksimalkan rantai nilai menyeluruh. Perry menegaskan, sertifikasi halal bagi produk halal prioritas adalah wajib jika ingin menggarap pasar global.

Lima sektor industri halal prioritas yang kini diupayakan pemerintah adalah makanan, fesyen, farmasi kosmetik, pariwisata, dan energi terbarukan. Sektor super prioritas yang dipilih BI untuk dikembangkan adalah makanan, fesyen, dan industri kreatif.

"Memang di Indonesia semuanya bisa terjamin halal, tapi kalau mau bersaing di global maka sertifikasi halal itu harus," katanya.

Berbagai negara sedang berlomba untuk mengembangkan sistem sertifikasi produk halal agar bisa menggaet pasar Muslim. Selanjutnya, ekosistem pelaku usaha juga perlu menjadi perhatian khusus dalam membangun rantai nilai halal yang terintegrasi. Berbagai strategi harus disiapkan di tingkat kecil, menengah, dan industri besar untuk kemudian menghubungkannya menjadi satu kesatuan rantai pasok.

photo
Kaca yang dipasangi stiker sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, beberapa waktu lalu. - (Republika/Putra M. Akbar)

Kemudian, peningkatan kualitas produk juga akan meningkatkan daya saing di mata pasar global. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk menjamin ketersediaan fasilitas peningkatan kualitas tersebut terutama untuk UMKM.

"Seperti misalnya di produk makanan itu basisnya usaha skala kecil, diproduksi rakyat, pesantren, dan lainnya, jadi perlu sekali dukungan dari mulai produksinya hingga pemasarannya," kata Perry.

Indonesia juga tengah membidik Singapura sebagai penghubung untuk pemasaran produk halal dalam negeri di pasar internasional. Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo mengatakan, negara kota itu dapat menjadi batu loncatan agar produk Indonesia bisa semakin dikenal di kancah global.

"Singapura harus dilihat sebagai pasar dengan 5,6 juta penduduk dan hub yang memungkinkan kita masuk jaringan pasar global dan kemitraan yang lebih luas," kata Suryo.


×