Ilustrasi vaksinasi Covid-19. Warga Kabupaten Bogor akan menjalani vaksinasi dalam waktu dekat. | Wihdan Hidayat / Republika
16 Jun 2021, 13:05 WIB

Kabupaten Bogor Siapkan 5.000 Vaksin Covid-19

Warga Kabupaten Bogor akan menjalani vaksinasi untuk memperkuat imunitas mencegah Covid-19

BOGOR — Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyiapkan 5.000 dosis untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor pada Kamis, 17 Juni 2021.

"Untuk di Pakansari ada 5.000 vaksin yang kami sediakan dan tersebar di 10 titik tenda. Lalu juga di kecamatan dan rumah sakit swasta sebanyak 5.000 vaksin. Total ada 10.000 vaksin yang akan dilakukan dalam satu hari tersebut," ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor di Cibinong, Bogor, Selasa (15/6).

Kegiatan vaksinasi yang dijadwalkan akan ditinjau langsung oleh Presiden Jokowi itu terbuka untuk umum, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Bogor dengan rentang usia 18 tahun hingga 59 tahun.

Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari tenaga kesehatan, hingga fasilitas yang dibutuhkan untuk vaksinasi. "Persiapan sudah mulai kami lakukan. Tadi pagi sudah ditinjau bersama, oleh tim Satgas termasuk dari TNI juga Polri. Kami siapkan semaksimal mungkin," ujarnya.

Terkait

Ia memastikan bahwa tenaga kesehatan yang akan dilibatkan dalam vaksinasi akbar itu dalam kondisi siap dan telah menjalani vaksinasi Covid-19 dua dosis.Bagi masyarakat yang ingin menjalani vaksinasi bisa mendaftar secara online dengan mengisi formulir di bit.ly/vaksinasikabbogor. 

Pendaftaran paling lambat dilakukan pada Rabu 16 Juni 2021 pukul 24.00 WIB."Ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat. Terutama para pelaku usaha, tokoh agama, dan tenaga pendidik," tuturnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kementerian Kesehatan RI (kemenkes_ri)

47 kasus varian baru

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengemukakan 47 dari total 145 kasus varian baru SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang ditemukan di Indonesia berasal dari luar negeri."47 kasus impor dan 98 kasus lokal," katanya. 

Hingga Ahad (13/6), dari total 1.989 sekuens yang diperiksa, telah dideteksi 145 sekuens variant of voncern (VoC) yang diyakini lebih ganas serta menular lebih cepat hingga memperparah pasien saat jatuh sakit.

Sebanyak 36 kasus terdeteksi di Indonesia sebagai B117 (Alfa), lima kasus B1351 (Beta), dan 104 kasus B1617.2 (Delta). Saat ini, kasus tersebut menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Jumlah kasus terbanyak berada di Brebes, Cilacap, dan Kudus, Provinsi Jawa Tengah yang terdiri atas 75 kasus varian Delta dan satu kasus varian Alfa.

Selain di Jawa Tengah, kata Siti Nadia, DKI Jakarta juga mendominasi jumlah kasus, masing-masing varian Alfa 24 kasus, Beta empat kasus, dan Delta 20 kasus. Secara terpisah, Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan varian Delta memiliki karakteristik penularan yang cepat. 

"Di Inggris sudah ada 42.323 kasus varian Delta, naik 70 persen dari pekan sebelumnya, atau naik 29.892 kasus hanya dalam waktu satu pekan saja. Peningkatan yang amat besar," katanya.

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, mengatakan data terakhir Inggris menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen kasus baru Covid-19 di negara tersebutsaat ini adalah varian Delta yang menggantikan varian Alfa yang semua dominan di Inggris.

"Kalau pola ini juga akan terjadi di negara kita maka tentu bebannya akan berat jadinya," katanya.

Ia mengatakan varian Delta di Inggris ternyata 60 persen lebih mudah menular daripada Alfa."Waktu penggandaannya berkisar antara 4,5 sampai 11,5 hari. Akan baik kalau juga ada data tentang berapa besar penggandaan dari varian Delta yang kini ada di negara kita, termasuk tentunya laporan terakhir dari Kudus ini," katanya.

Sumber : Antara


×