Kesebelasan Italia dalam sebuah pertandingan | AP Pool

Olahraga

Italia Belum Terkalahkan dalam 28 Pertandingan

Italia ditantang Swiss di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (17/6) dini hari WIB.

ROMA -- Tim nasional Italia siap melanjutkan petualangan pada penyisihan Grup A Euro 2020. Setelah membantai Turki 3-0, Gli Azzurri ditantang Swiss di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (17/6) dini hari WIB. Jelas, tuan rumah diunggulkan menjadi pemenang.

Ada sejumlah faktor yang membuat skuad polesan Roberto Mancini di atas angin. Pertama, kehadiran penggemar yang sangat vital. Kendati tak sebanyak biasanya, sorakan fan Azzurri sangat berarti bagi para penggawa Italia. Maklum, selama lebih dari setahun mereka bermain di arena yang lengang. Para tifosi bisa membakar semangat Giorgio Chiellini dan rekan-rekan.

Berikutnya, dari statistik di lapangan. Italia belum terkalahkan dalam 28 pertandingan terakhir di berbagai ajang sejak September 2018. Mancini membawa perubahan drastis. Dari tim yang gagal ke Rusia, menjadi skuad haus kemenangan. Terbukti, para elite Negeri Spageti selalu menang di sembilan partai terakhir.

Hebatnya lagi, selama periode tersebut, Gli Azzurri mencetak 28 gol. Pada saat yang sama, mereka pun tidak kebobolan. Ini menjadi sinyal bahaya untuk pertahanan Red Crosses.

Meski demikian, Leonardo Bonucci berharap kubunya tetap membumi. Masih panjang perjalanan pasukan Negeri Piza di turnamen antarnegara Benua Biru edisi terkini. Setiap lawan harus dihormati.

"Sekarang ada antusiasme, tapi kami harus tetap rendah hati. Kami perlu menyadari, kami bisa kompetitif melawan tim mana pun, jika kami menunjukkannya di lapangan," kata Bonucci, dikutip dari laman UEFA, Selasa (15/6).

Italia memiliki rekor apik saat bertanding di Roma dalam turnamen besar Piala Dunia dan Piala Eropa. Dari 11 laga, Gli Azzurri mengoleksi sembilan kemenangan dan dua imbang.

Namun, kubu tamu benar-benar tak bisa dipandang sebelah mata. Swiss sedang 'marah'. Armada Rossocrociati (Palang Merah) cuma meraih satu poin ketika bermain imbang 1-1 kontra Wales pada laga perdana. Saat itu, Xherdan Shaqiri dan rekan-rekan mendominasi jalannya pertandingan, tapi gagal keluar sebagai pemenang.

"Mengecewakan, kami tidak terlalu senang dengan penampilan kami," ujar pelatih Vladimir Petkovic usai duel di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, itu.

Ia merasa, pasukannya hanya menurunkan tekanan selama 10 menit. Selebihnya, mereka dominan. Namun, penurunan intensitas tersebut harus dibayar mahal.

Italia dan Swiss sudah bertemu dalam 58 pertandingan. Kemenangan terakhir tim Red Crosses atas Gli Azzurri terjadi pada Mei 1993. Saat itu, mereka bertempur di kualifikasi Piala Dunia 1994 atau nyaris tiga dekade yang lalu.

Setelahnya, dalam delapan pertemuan terakhir, Swiss selalu kesulitan meladeni para gladiator Negeri Piza. Selama periode tersebut, Rossocrociati maksimal menahan imbang di empat laga. Sisanya, mereka selalu kalah.

Untungnya, anak asuh Vladimir Petkovic memiliki rekor mentereng menuju Euro. Jika digabung dari kualifikasi hingga turnamen, Granit Xhaka cs cuma sekali terjungkal. Sisanya, tim tersebut mengoleksi delapan kemenangan dan bermain imbang di enam kesempatan.

Petkovic dapat menurunkan kekuatan terbaiknya. Dimulai dengan striker Breel Embolo, bek sayap kiri Ricardo Rodriguez, serta palang pintu Manuel Akanji dan Fabian Schar. Ditambah, nama-nama lawas seperti Shaqiri dan Xhaka.

Tuan rumah tampaknya belum bisa diperkuat Marco Verratti. Gelandang asal klub Paris Saint Germain itu sudah memasuki tahap akhir pemulihan cedera. Mancini juga bakal mengistirahatkan Alessandro Florenzi. Sebagai gantinya, ia menurunkan Giovanni Di Lorenzo di posisi bek kanan.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat