Novak Djokovic saat bertanding melawan Matteo Berrettini pada turnamen tenis Prancis Terbuka di Roland Garros, Paris, Prancis, 09 June 2021. | EPA/YOAN VALAT
15 Jun 2021, 09:20 WIB

Mental Baja Novak Djokovic

Novak Djokovic melepaskan semua ketegangan setelah menjadi yang terbaik.

OLEH REJA IRFA WIDODO 

Tidak ada ekspresi berlebihan yang ditunjukkan Novak Djokovic setelah melepaskan pukulan forehand untuk membalas pengembalian bola Stefanos Tsitsipas pada partai final Grand Slam French Open 2021, Senin (14/6) WIB. Petenis asal Serbia itu sedikit menyeringai sembari berjalan perlahan ke arah net. 

Kondisi berbeda justru terlihat di kursi penonton yang diisi keluarga dan tim pelatih Djokovic. Semuanya berseorak, melompat, dan berpelukan, meluapkan emosi kegemberian seusai melihat Nole, panggilan kecil Djokovic, merengkuh gelar kedua Prancis Terbuka sepanjang kariernya.

Djokovic tetap tenang. Setelah bersalaman dengan Tsipipas, petenis nomor satu dunia itu kembali berjalan ke tengah lapangan merentangkan tangan dan tidak berhenti menyunggingkan senyum. Namun, tidak berselang lama, Djokovic akhirnya meluapkan emosinya. Juara Australia Open 2021 itu langsung mengepalkan tangan dengan sedikit menunduk dan berteriak sekuat tenaga hingga urat-urat di lehernya terlihat begitu jelas.

Terkait

Djokovic melepaskan semua ketegangan, beban mental, dan kelelahan setelah menyelesaikan satu dari empat turnamen paling bergengsi di pentas tenis profesional, sebagai yang terbaik. Setelah terakhir kali mengangkat trofi Roland Garos pada 2016, Djokovic akhirnya kembali juara di turnamen lapangan tanah liat tersebut.

Raihan trofi kali ini terasa begitu istimewa buat unggulan pertama tunggal putra tersebut, terutama setelah menang pada partai semifinal melawan Rafael Nadal. “Total sembilan jam permainan tenis dalam waktu kurang dari 48 jam. Hal itu tidak mudah. Secara fisik dan mental hal itu tidak mudah," ujar Djokovic seperti dikutip laman resmi Roland Garros, Senin (14/6).

Djokovic terbukti menunjukkan kekuatan mental sebagai salah satu modal utama bagi seorang atlet. Ia sempat kesulitan menghadapi Nadal, petenis tersukses di Prancis Terbuka. Takluk 3-6 di set pertama, bayang-bayang kekalahan dari Nadal, seperti yang terjadi pada final French Open 2020 kembali menghantui Nole.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Novak Djokovic (djokernole)

Namun, ia berhasil bangkit dengan merebut tiga set berikutnya dengan 6-3, 7-6, dan 6-2 untuk melangkah ke final. Djokovic mengaku akan selalu mengingat kemenangan ini. "Bisa menang atas Rafa di lapangan ini, Anda harus bisa tampil dengan sempurna. Saat ini saya menampilkan permainan terbaik saya,'' kata Djokovic.

Dengan modal kemenangan atas juara bertahan Prancis Terbuka dalam empat tahun terakhir itu, Djokovic menghadapi petenis berusia 22 tahun asal Yunani di partai final. Tsitsipas, yang menempati unggulan kelima mengambil dua set awal 7-6 dan 6-2. Namun, Djokovic bangkit di tiga set akhir dengan kemenangan 6-3, 6-2, dan 6-4. 

Dengan tambahan trofi Prancis Terbuka 2021, Djokovic menjadi pemain pertama pada era turnamen terbuka yang berhasil meraih setidaknya dua gelar di masing-masing turnamen grand slam.

Djokovic tinggal terpaut satu trofi dari penguasa turnamen grand slam, Rafael Nadal dan Roger Federer, yang total telah mengoleksi 20 trofi grand slam. Target menyamai rekor Nadal dan Federer ini akan diusung Djokovic kala tampil di Wimbledon 2021, yang rencananya akan digelar pada akhir bulan ini.


×