Atas: Gubernur Jakarta Anies Baswedan bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno. Bawah: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendengarkan musik yang dibawakan warga Jateng. | Republika
13 Jun 2021, 22:14 WIB

Nama Baru Bermunculan Sebagai Capres

Ganjar dan Anies menjadi capres yang elektabilitasnya naik. Prabowo stagnan di 20 persen

JAKARTA — Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memunculkan sejumlah nama baru yang meramaikan bursa calon presiden 2024. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Nama Sandiaga Uno juga tercatat sebagai capres dengan elektabilitas yang meningkat.

Berdasarkan hasil survei, nama-nama tersebut memiliki tempat tersendiri di hati publik. Apabila pemilu presiden digelar pada Mei 2021 lalu, maka Ganjar merupakan calon presiden yang memperoleh 12,6 persen suara. Sedangkan Anies Baswedan memperoleh 12 persen. Selisih suara keduanya hanya 0,6 persen. Tipis sekali. Ridwan Kamil berada di angka 4,5 persen. Risma memperoleh 2 persen. Sandiaga Uno mendapatkan suara 5 persen.

Sedangkan capres yang namanya sudah tidak asing adalah Prabowo Subianto. Elektabilitasnya berada di angka 20 persen. Namun berdasarkan analisis survei sebelumnya, Prabowo stagnan di angka 20 persen. Harus ada indikator lain untuk mendongkrak elektabilitas mantan pangkostrad yang kini menjadi Menteri Pertahanan tersebut.

SMRC menilai, setelah Pilpres 2019 Prabowo cenderung stabil. Sementara itu hanya Ganjar yang mengalami kemajuan signifikan dari 6,9 persen menjadi 12,6 persen. 

Terkait

Prabowo juga unggul dalam simulasi 15 nama calon presiden dengan 24,4 persen. Kemudian Ganjar (15,7 persen), Anies (14,3 persen), Sandiaga Uno (7,9 persen), Ridwan Kamil (5,3 persen). Kemudian dalam simulasi 8 nama, elektabiltas Prabowo juga berada di paling atas dengan 26 persen.  

Sementara itu pada simulasi tiga nama, Prabowo juga unggul dengan 34,1 persen. Kemudian Ganjar dengan 25,5 persen, dan Anies 23,5 persen. 

SMRC merilis hasil survei terbaru bertajuk 'Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Pasca 2 Tahun Pemilu 2019'. Dalam simulasi semi terbuka dengan 42 nama, diketahui Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, unggul dengan 21,5 persen. Elektabilitas Prabowo cenderung stabil selama tujuh tahun.

photo
Survei SMRC (1) Juni 2021 - (SMRC)

Survei ini dilatarbelakangi beberapa hal. Pertama adalah Undang – Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan hanya partai politik yang dapat mengajukan calon presiden.  

Calon presiden 2024 dicalonkan oleh partai atau koaliasi partai hasil pemilihan umum 2019 yang punya kursi minimal 20 persen di DPR atau 25 persen suara pemilih nasional. Di antara partai hanya PDI Perjuangan yang dapat mencalonkan sendiri tanpa koalisi karena kursinya di DPR 22 persen.  Partai-partai lain harus berkoalisi jika ingin mengusung capres. 

Dilihat dari kekuatan partai di DPR, jumlah pasangan calon bisa empat, dan minimal dua pasangan. Empat pasangan hanya mungkin bila PDI Perjuangan mencalonkan sendiri, tanpa koalisi.  Yang paling mungkin adalah 3 pasangan atau bahkan hanya dua pasangan.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1220. Margin of error survei di angka +- 3,05 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan data di lapangan dilakukan pada 21-28 Mei 2021.

Airlangga

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin, mengklaim upaya kader Partai Golkar mensosialisasikan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto berhasil. Menurutnya hal tersebut tercemin dalam hasil survei  terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan Mei 2021. 

"Saya lihat popularitas ketua umum kami juga meningkat di situ ya," kata Nurul. 

Dalam survei SMRC diketahui tingkat kesukaan publik terhadap Airlangga lebih tinggi ketimbang tingkat keterkenalan publik. Tingkat keterkenalan Airlangga sebesar 28 persen. Sedangkan tingkat kesukaan publik terhadap Airlangga sebesar 44 persen. "Jadi ini sebetulnya apa yang kami lakukan dengan sosialisasi untuk beliau ini sudah ada peningkatan dari hasil," ungkapnya.

photo
Survei SMRC (2) Juni 2021 - (SMRC)

Namun demikian, Nurul menyebut bahwa Airlangga saat ini belum terlalu fokus membicarakan pencapresan. Airlangga dinilai masih ingin fokus dalam upaya penanggulangan covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Kami di dalam juga betul-betul ingin menjaga agar distorsinya tidak terlalu, biasnya tidak terlalu jauh, namun juga bahwa keberadaan Airlangga Hartarto ketua umum Golkar juga diketahui masyarakat. Ini semua bagi kami masih menjadi tugas karena memang beliau belum mau all out 100 persen belum mau," ucap anggota Komisi I DPR itu.

"Jadi kita juga pelan-pelan namun pasti kita sudah tahu memulai dengan sosialisasi untuk kenaikan popularitas dan ini kita rasakan di survei internal, kita rasakan kenaikan angka untuk popularitas beliau tersebut dan juga diamini oleh survei SMRC ini, saya melihat angkanya kelihatan sangat signifikan," kata Nurul menambahkan. (Febrianto Adi Saputro)

Sangat dinamis

photo
Survei SMRC (3) Juni 2021 - (SMRC)

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait calon presiden (capres) 2024. Jazilul meyakini di sisa tiga tahun menjelang pilpres, dinamika capres masih bisa berubah. 

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa, segala kemungkinan terkait calon-calon presiden karena waktunya masih cukup panjang, ini dinamikanya masih akan luar biasa bisa berubah," kata Jazilul dalam diskusi hasil survei SMRC yang digelar secara daring, Ahad (13/6).

Dirinya juga mengingatkan pada dua tahun sebelum pilpres 2004. figur seperti Joko Widodo belum tampak. ketika mendekati pilpres, elektoral Jokowi langsung tinggi. 

"Kalau Pak Prabowo seperti hasil survei SMRC, memang karena beliau sudah berulang kali nyalon sehingga elektroalnya atau popularitasnya cukup tinggi dibanding yang lain," ucapnya.

Sementara itu terkait munculnya nama-nama capres dari kalangan kepala daerah, ia memahami bahwa hal tersebut tidak lepas dari kondisi covid-19 saat ini. Jazilul menegaskan, PKB akan terus berusaha agar kader PKB bisa ikut dalam kontestasi pilpres kedepan.

"Capres cawapres memiliki efek terhadap peningkatan suara partai," ujarnya.

Deklarasi capres

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mendorong partai-partai agar segera mendeklarasikan calon presiden yang diusungnya di 2024. Tujuannya agar masyarakat dapat segera melihat rekam jejak dan memiliki sejumlah pilihan.

"Semua partai politik atau individu sesegera mungkin mendeklarasikan diri sebagai capres. Ini memang bisa jadi berisiko, ini bisa jadi tidak strategis, tapi ini bisa menjadi kejujuran," ujar Mardani dalam rilis dari yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Ahad (13/6).

Ia mengapresiasi langkah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sudah mendeklarasikan Giring Ganesa sebagai capres di 2024. Bahkan, partai tersebut sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dengan dideklarasikannya Giring.

"Kita perlu sesegera mungkin memberika kepada publik nama-nama yang akan berkontestasi. Sehingga ada waktu untuk mengenal, ada waktu untuk kontestasi karya dan gagasan," ujar Mardani.

PKS, kata Mardani, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan mengumumkan calon presiden yang diusung atau didukung. Proses pembahasannya saat ini masih dilakukan oleh para pengurus partai.

"Majelis Syuro akan mengumumkan siapa calon presiden dari Partai Keadilan Sejahtera. Kenapa? karena kalau kita lihat game changernya adalah capres," ujar anggota Komisi II DPR itu.

Ia berkaca pada Pilpres 2019, saat pemilihnya lebih banyak ketimbang pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Hal tersebut menandakan bahwa publik merasa lebih personal dengan calon presiden pilihannya.

"Orang lebih aware, lebih engage, lebih intim dengan capres. Siapa yang punya capres, efek ekor jas yang kemarin diharapkan sangat mungkin dan ini juga pertanggungjawaban publik," ujar Mardani.

Kualitas pemilihan presiden

Wakil Ketua Umum DPP PPP,Arsul Sani,mengatakan, saat ini partai politik fokus bagaimana agar kualitas Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 lebih baik dari 2019 sehingga diharapkan Pilpres dapat diikuti lebih dari dua pasangan calon presiden.

"PPP belum mengusulkan (nama capres) dari internal maka fokus kami saat ini adalah bicara dulu bagaimana agar kualitas Pilpres 2024 lebih dari 2019. Salah satunya adalah kita perlu mendorong Pilpres diikuti lebih dari dua pasangan calon meskipun konsekuensinya ada putaran kedua," katanya. 

Alasan partainya mendorong Pilpres 2024 diikuti lebih dari dua paslon karena pembelahan yang terjadi di masyarakat seperti Pilpres 2019, "biaya" pemulihannya sangat mahal. Menurut wakil ketua MPR RI, banyak energi bangsa Indonesia yang seharusnya dijadikan produktivitas namun menjadi hal yang tidak produktif karena keterbelahan tersebut. 

"Ini yang ingin kami yakinkan kepada partai-partai lain. Namun kalau pada akhirnya harus menjadi dua (pasangan calon) lagi, itu tidak masalah namun sudah melewati putaran pertama," ujarnya.

Anggota Komisi III DPR itu menilai Pilpres tanpa adanya pembelahan yang tajam maka diyakininya kualitas Pilpres akan lebih baik dan PPP belum berbicara terkait sosok capres. 

Selain itu dia menjelaskan PPP ingin mempertahankan pakem bahwa sosok capres-cawapres yang diusung mewakili dua kekuatan besar negara Indonesia yaitu nasionalis-agamis. "Meskipun tidak berarti nasionalis itu tidak agamis dan yang agamis itu tidak nasionalis," katanya.

Sumber : Antara


×