Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
14 Jun 2021, 06:00 WIB

Setiap Hari adalah Lembaran Baru

Jangan dibeda-bedakan antara satu hari dengan hari lainnya untuk beramal saleh.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

 

Dalam Alquran surah Ibrahim ayat 5, Allah SWT menegaskan bahwa semua hari adalah milik-Nya. “Wa dzakkirhum bi ayyaamillahi.” Artinya, “Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.”

Sekalipun maknanya adalah nikmat-nikmat-Nya atau kejadian-kejadian yang terjadi di dalamnya, penggunaan kata ayyam (hari-hari) setidaknya membuat kita paham bahwa semua hari berada dalam kekuasaan Allah. Ditambah lagi, bentuk kata tersebut adalah mudhaf-mudhafilaihi.

Terkait

Ini berarti suatu penisbahan yang langsung kepada Allah, ayyamullahi, sehingga tergambar betapa sucinya. Maka, sungguh celaka manusia yang menodai kesuciannya.

Biyadihil mulk,” di tangan-Nyalah semua kerajaan. Di tangan-Nyalah semua hari. Di antara hari-hari itu, ada yang Allah jadikan sebagai panglimanya. Istilahnya, “sayyidul ayyam.” Hari yang dimaksud adalah Jumat.

Karena itu, Allah menurunkan surah al-Jumu’ah (hari Jumat) sebagai bukti keagungannya. Pada hari Jumat, ada tuntunan bagi kaum Muslimin agar memperbanyak amal ibadah. Di antaranya membaca surah al-Kahfi dan mengucapkan shalawat kepada Rasulullah SAW.

Intinya, semua hari dapat diibaratkan sebagai lembaran putih yang belum ada isinya. Maka, kitalah manusia yang mengisinya. Imam Hasan al-Bashri menceritakan bahwa pada setiap pergantian hari, ada panggilan, tetapi kita sering tidak mendengarnya.

 
Ayyuhan naas ana yawmun jadid, wa ana ‘alaa amalaka syahid. wa lan a’uda ilaa yawmil qiyaamah.
 
 

Ayyuhan naas ana yawmun jadid, wa ana ‘alaa amalaka syahid. wa lan a’uda ilaa yawmil qiyaamah.” Wahai manusia, aku hari yang baru, aku merekam semua perbuatanmu, dan aku tidak akan kembali sampai hari kiamat.

Ini menunjukkan bahwa satu hari itu seperti satu lembar dari usia kita. Setiap orang mengisinya dengan perbuatan yang dilakukannya masing-masing. Jika perbuatan itu baik, yang terekam adalah kebaikan. “Famayya’mal mitsqaala dzarratin khairayyarah.”

Sebaliknya, jika itu buruk, yang terekam adalah keburukan pula. “Wamayya’mal mitsqaala dzarratin syarrayyarah.” Demikian firman Allah dalam surah al-Zalzalah ayat 7-8. Dan, kelak pada hari kiamat lembaran itu akan terkumpul menjadi buku amal.

Karena itu, Allah Ta’ala memerintahkan kita agar selalu beramal. Dalam surah at-Taubah ayat 105, Dia berfirman, “Wa quli’maluu fasayarallahu ‘amalakum wa rasuuluh.” Artinya, “Sampaikan, Muhammad, beramallah, Allah dan rasul-Nya hanya akan menilai apa yang kamu amalkan.” 

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bila kamu masuk waktu pagi, jangan menunggu sore untuk beramal. Sebaliknya, bila kamu masuk waktu sore, jangan menunggu pagi untuk beramal.” Beliau juga memberikan pesan, “Rebutlah minimal lima waktu untuk beramal, (yakni) sebelum tua, sebelum sakit, sebelum miskin, sebelum sibuk, dan sebelum mati.”

Hendaknya kita selalu ingat, semua hari hanyalah milik Allah. Jangan dibeda-bedakan antara satu hari dengan hari lainnya untuk beramal saleh. Masuklah ke dalam setiap hari dengan memperbanyak tasbih, zikir, dan doa.

 
Masuklah ke dalam setiap hari dengan memperbanyak tasbih, zikir, dan doa.
 
 

Bacalah Alquran selalu sebagai zikir tertinggi. Bersikaplah optimistis dan berprasangka baiklah. Sebab, semuanya di tangan Allah SWT. Lakukanlah yang terbaik untuk orang lain, Anda pasti bahagia.

Setiap manusia hidup dalam jangka waktu tertentu yang telah Allah tentukan. Pada akhirnya diri insan akan musnah. Semua makhluk akan kembali kepada-Nya. Maka, perbanyaklah mengingat Allah. Dengan terus menjaga zikrullah, insya Allah kebahagiaan dapat diraih.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’d: 28).


×