Petugas memberikan pesanan BTS Meal kepada pengendara ojek online di McDonalds Raden Saleh, Cikini, Jakarta, Rabu (9/6/2021). Satpol PP DKI Jakarta menutup sementara McDonalds Raden Saleh karena terjadinya kerumunan yang mengabaikan protokol kesehatan. | Republika/Putra M. Akbar
11 Jun 2021, 05:07 WIB

Promo McDonald Diminta Dihapus

Polisi sudah memeriksa manajemen McDonald terkait kerumunan promo BTS Meal.

JAKARTA -- Jajaran Polda Metro Jaya sudah memeriksa sejumlah pengelola gerai McDonald's di Ibu Kota untuk dimintai klarifikasi terkait kerumunan yang dipicu oleh promo BTS Meal pada Rabu (9/6). Ratusan pengemudi ojek daring bergerombol untuk mengambil pesanan paket pelanggan di berbagai gerai MacDonald's.

"Ada beberapa polsek dan polres mengundang klarifikasi manajemen gerai untuk diambil keterangannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat ditemui di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (10/6).

Polisi bersikap tegas mencegah kerumunan berulang. Menurut Yusri, manajemen McDonald's sebaiknya menghapus sementara promo paket makanan demi mencegah terulangnya kerumunan di gerai restoran cepat saji.

"Kami mengusulkan kemarin supaya aplikasi yangBTS Meal itu dihilangkan dulu, jangan sampai terjadi kerumunan seperti ini," kata Yusri.

Terkait

Yusri mengatakan, pengelola gerai asal Amerika Serikat itu berjanji memperbaiki sistem pemesanan secara daring. Langkah itu untuk mencegah terulangnya kerumunan pengemudi ojek daring. "Hasilnya ada beberapa gerai, manajemennya minta maaf atas kejadian tersebut dan akan memperbaiki aplikasi tersebut," ucapnya.

Buntut kerumunan yang melanggar protokol kesehatan (prokes) membuat 32 gerai McDonald's ditutup selama 1x24 jam. Gerai tersebut sudah bisa beroperasi kembali mulai Kamis siang WIB. "Ini yang sudah kita lakukan, termasuk beberapa yang ditutup ada juga yang mungkin jam 14.00 WIB siang, baru bisa dibuka lagi untuk layani pembeli," kata Yusri.

Menurut Yusri, tidak semua gerai disegel lantaran meski cukup ramai, di lapangan masih kondusif. Pihaknya mewanti-wanti manajamen untuk memperbaiki sistem pemesanan paket makanan agar kerumunan serupa tidak terulang.

Semula, konsep promo makanan hasil kerja sama McDonald's dengan boy band asal Korea Selatan, itu menggunakan mekanisme lantatur(drive thru). Hanya saja, pesanan yang membeludak pada hari pertama promo membuat petugas McD kewalahan. Hal itu sempat menimbulkan insiden dengan pengemudi ojek daring lantaran terlalu lama menunggu untuk mengambil pesanan pelanggan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, sejumlah gerai restoran cepat saji diharuskan menutup operasional. Mereka juga dikenakan sanksi administratif akibat menggelar promo yang memicu terjadinya kerumunan.

"Jadi, karena ada kerumunan yang luar biasa maka Satpol PP mengambil tindakan langkah-langkah melakukan penyegelan oleh TNI, Polri, dan satgas," kata Riza.

Berdasarkan laporan yang diterima Riza, setidaknya 32 gerai yang ditutup berlokasi di Gambir, Cideng, Kramat Raya, Cikini, Menteng, dan beberapa di Jakarta Timur.

Terkait denda, Riza menyebut, besarannya sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku selama pandemi Covid-19."Dendanya seperti biasa Rp50 juta," kata Riza yang tidak menjelaskan apakah denda tersebut per gerai atau satu kesatuan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Satpol PP DKI Jakarta (satpolpp.dki)

Kepala Satpol PP DKI Arifin menjelaskan, dalam Pergub Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pengendalian Covid-19 tertuang aturan setiap pengelola tempat usaha wajib melaksanakan pengaturan jaga jarak antarkonsumen. Selain itu, juga dilakukan pembatasan kapasitas hingga 50 persen dan mengusahakan tidak terjadinya kerumunan di lokasi.

Arifin menyebut, petugas Satpol PP menemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan di 32 gerai makanan cepat saji. Perinciannya, di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur masing-masing enam gerai melanggar dan diberikan sanksi. Kemudian, lima gerai di Jakarta Utara dan sembilan di Jakarta Selatan juga terkena sanksi.

Namun, ia menyebut, sanksi yang diberikan hanya berupa teguran tertulis hingga penutupan sementara selama 1x24 jam. Hanya saja, ia tidak menyinggung tentang denda uang. "Kalau yang didenda administrasi enggak ada," ujar Arifin.

Adapun dua gerai McDonald's yang sempat ramai di PGC Cililitan, Jakarta Timur, dan Transmart Cempaka Putih, Jakarta Pusat, tidak sampa diberi sanksi. Arifin mengatakan, petugas tidak menemukan pelanggaran di dua lokasi tersebut.

Associate Director of Communication McDonald's Indonesia, Sutji Lantyka, hanya memberikan pernyataan normatif. Dia menjelaskan, keselamatan dan keamanan konsumen menjadi prioritas McDonald's Indonesia. Sutji menyampaikan, produk BTS Meal tidak hanya tersedia sehari sehingga konsumen tidak perlu khawatir kehabisan persediaan.


×