Warga berkumpul di lokasi penabrakan terhadap keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, Selasa (8/6/2021). | Carlos Osorio/Reuters
11 Jun 2021, 03:40 WIB

Kanada Bersiap Tindak Ekstremisme Daring

Kanada akan segera menindak ekstremisme daring menyusul pembunuhan sebuah keluarga Muslim.

ONTARIO -- Kanada akan segera mengungkap langkah-langkah untuk menindak ekstremisme daring menyusul pembunuhan sebuah keluarga Muslim. Peristiwa itu menurut polisi merupakan bentuk dari kejahatan yang diilhami oleh kebencian.

"Pemerintah kami terus melakukan apa yang diperlukan, jelas bekerja dengan platform media sosial, untuk memerangi kebencian daring dan kami akan berbicara lebih banyak tentang langkah-langkah spesifik dalam beberapa minggu mendatang," kata Menteri Urusan Antar Pemerintah Dominic LeBlanc, Rabu (9/6).

Nathaniel Veltman telah menewaskan empat anggota keluarga Muslim dengan menabrak mereka dengan menggunakan truk di London, Ontario, 200 km barat daya Toronto pada Ahad (6/6). Namun, hingga saat ini kepolisian belum menemukan bukti yang mengaitkan Veltman dengan kelompok yang menyebar kebencian.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau juga telah menghadapi keluhan dari komunitas agama dan etnis setempat. Mereka menilai, pemerintah belum berbuat cukup untuk memerangi kefanatikan dan rasisme.

Terkait

photo
Warga berkumpul di lokasi penabrakan terhadap keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, Selasa (8/6/2021). - (Brett Gundlock/AP)

Trudeau berjanji untuk mengintensifkan upaya memerangi kelompok sayap kanan. "Kami belum mengetahui semua penyebab atau alasannya, tetapi mungkin ada unsur hasutan daring untuk melakukan kekerasan," kata Trudeau pada konferensi tentang tata kelola digital pada Rabu.

Asisten profesor dan pakar keamanan di Carleton University Ottawa, Stephanie Carvin, mengatakan opsi jangka pendek yang paling mungkin adalah melarang lebih banyak organisasi ekstremis. "Masalah dengan menargetkan kelompok-kelompok ekstremis kekerasan yang bermotivasi ideologis ini adalah bahwa mereka muncul kembali," katanya menyerukan kebijakan untuk menargetkan gerakan sayap kanan secara keseluruhan.

Profesor politik dan pakar keamanan dan terorisme di Royal Military College of Canada, Christian Leuprecht, mencatat data resmi menunjukkan kejahatan rasial yang dilaporkan ke polisi turun pada 2019 dibandingkan dengan 2018.

Menurutnya, daripada membuat daftar kelompok dan memperluas definisi perilaku apa yang dapat diterima, Kanada membutuhkan alat kebijakan khusus untuk menangani fenomena terpisah dari kebencian, ekstremisme kekerasan, dan kekerasan ekstremis.

"Saya khawatir kita menciptakan palu pemukul semua ini... yang bernilai politik tetapi tidak menyelesaikan masalah sesungguhnya," kata Leuprecht.

Pada Januari, Trudeau meminta Menteri Warisan Budaya Steven Guilbeault dan Menteri Keamanan Publik Bill Blair memerangi kelompok kebencian dan kebencian daring. Sebulan kemudian, Kanada menyebut kelompok sayap kanan Proud Boys sebagai entitas teroris. 

Sumber : Reuters


×