Sejumlah warga mengantre saat hendak masuk ke dalam lokasi untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/6/2021). | ANTARA FOTO/FAUZAN

Nasional

10 Jun 2021, 03:45 WIB

400 Ribu Dosis Vaksin Kedaluwarsa Juni

Kemenkes mendorong daerah menggunakan 400 ribu dosis vaksin itu sebelum kedaluwarsa.

JAKARTA – Sebanyak 400 ribu dosis vaksin Astrazeneca yang telah didistribusikan ke Provinsi DKI Jakarta akan kedaluwarsa pada Juni 2021. Kementerian Kesehatan pun mendorong pemerintah daerah setempat untuk menggunakan secepatnya sebelum vaksin Covid-19 tersebut mubazir tak terpakai.

“Ada vaksin (Astrazeneca) yang kedaluwarsa di bulan Juni ini. Sebagian ada yang dari batch CTMAV547,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Rabu (9/6).

Vaksin Astrazeneca batch CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis dan merupakan bagian dari 3.852.000 dosis Astrazeneca yang diterima Indonesia melalui skema Covax Facility. Vaksin batch tersebut juga diketahui sempat dihentikan sementara penggunaan serta distribusinya oleh pemerintah pada pertengahan Mei 2021.

Penghentian itu dilakukan setelah muncul laporan sejumlah peserta vaksin yang meninggal diduga akibat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Namun pada 1 Juni 2021, pemerintah kembali melanjutkan distribusi vaksin Astrazeneca batch CTMAV547 menyusul hasil uji toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan aman dan tidak berkaitan dengan laporan kematian di Indonesia.

Nadia mengatakan, hasil uji toksisitas dan sterilitas yang dilakukan BPOM terhadap vaksin Astrazeneca dengan nomor batch tersebut dianggap telah memenuhi syarat mutu penggunaan vaksin. Kemenkes pun meminta Pemprov DKI segera memanfaatkan vaksin yang tak lama lagi kedalwarsa tersebut.

“Sayang kalau vaksin terbuang, sasarannya kan sudah ada. Kita mau jaga DKI jangan sampai ada lonjakan kasus karena arus mudik,” ujar dia.

Kemenkes memulai program vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang menyasar sekitar 4,8 juta penduduk DKI Jakarta pada kelompok usia minimal 18 tahun menggunakan vaksin Astrazeneca. Pelaksanaan vaksinasi diselenggarakan di seluruh fasilitas kesehatan seperti puskesmas serta sentra vaksinasi di DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta membuka layanan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh warga Ibu Kota yang berusia 18 tahun ke atas. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya pun akan mengatur prosedur pelaksanaan vaksin tersebut. “Ya insya Allah kami akan mengatur, Dinas Kesehatan akan mengatur vaksinasi umur di atas 18 tahun,” kata Riza di Jakarta.

Meski demikian, dia belum menjelaskan secara rinci mengenai teknis maupun waktu pelaksanaan vaksinasi itu. Dia hanya menjanjikan, Pemprov DKI akan melakukannya dalam waktu dekat.

1 juta sehari

Presiden Jokowi menargetkan vaksinasi Covid-19 dapat mencapai 700 ribu suntikan per hari pada Juni ini. Sedangkan pada Juli nanti, ia meminta target satu juta suntikan vaksinasi dapat diberikan per harinya kepada masyarakat.

“Kita berharap pada bulan ini bulan Juni target untuk vaksinasi per hari 700 ribu itu betul-betul bisa tercapai, sehingga di bulan Juli kita sudah masuk pada target vaksinasi per hari 1 juta,” ujar Jokowi di RSUI Depok, Kota Depok, Jawa Barat.

Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan di RSUI Depok ini diberikan kepada sekitar 1.500 tenaga kesehatan, dosen dan tenaga pendidik, guru, lansia, pemadam kebakaran, pelayan publik, dan penyedia layanan transportasi. Presiden juga meninjau pelaksanaan vaksinasi secara drive thru untuk para pengemudi ojek daring.

Presiden berharap, percepatan vaksinasi Covid-19 ini tidak hanya dilakukan di Kota Depok saja, tapi juga di berbagai provinsi lain sehingga kekebalan komunitas dapat segera tercapai. “Tadi saya sudah mendapatkan informasi dari Menkes bahwa hari ini juga dilaksanakan di Bandung, kemudian juga di Tangerang yang jumlahnya massal, banyak,” kata dia. ';

×