Petugas polisi memeriksa lokasi kejadian penabrakan terhadap keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, Selasa (8/6/2021). | Geoff Robins/AP
10 Jun 2021, 03:45 WIB

Trudeau: Ini Serangan Teroris

Trudeau menyebut Islamofobia sebagai hal nyata.

LONDON -- Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berjanji untuk melipatgandakan upaya memerangi kelompok sayap kanan, Selasa (8/6). Komitmen ini muncul setelah serangan bermotif kebencian yang menewaskan empat anggota keluarga Muslim di Kota London, Ontario, Kanada, Ahad (6/6).

"Ini adalah serangan teroris, dimotivasi oleh kebencian, di jantung salah satu komunitas kita," kata Trudeau di House of Commons setelah mengheningkan cipta.

Para korban adalah Salman Afzal (46 tahun), istrinya, Madiha (44 tahun), putri mereka, Yumna (15 tahun), dan nenek mereka yang berusia 74 tahun. Keempatnya sedang berjalan malam hari ketika sebuah truk menabrak mereka di perempatan di London, Ontario, Kanada. Keluarga ini berimigrasi ke Kanada 14 tahun silam.

Satu orang yang selamat dalam insiden itu adalah putra pasangan Afzal bernama Fayez yang berusia sembilan tahun. Ia dirawat di rumah sakit. Sedangkan pelakunya, Nathaniel Veltman (20 tahun) langsung ditangkap polisi.

Terkait

“Jika ada orang yang berpikir bahwa rasisme dan kebencian tidak ada di negeri ini, saya ingin katakan: Bagaimana kita bisa menjelaskan kekerasan yang terjadi pada seorang bocah yang saat ini ada di rumah sakit? Bagaimana kita bisa menatap kepada semua keluarga dan mengatakan, ‘Islamofobia tidak nyata’?” katanya.

photo
Warga berkumpul di lokasi penabrakan terhadap keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, Selasa (8/6/2021). - (Brett Gundlock/AP)

Menurut Trudeau, banyak warga Kanada sedang menikmati udara segar setelah sekian lama berada di rumah karena pandemi. “Namun, tak seperti malam lainnya, keluarga ini tidak pernah sampai di rumah mereka,” katanya.

“Hidup mereka direnggut dalam aksi yang brutal, pengecut, dan kekerasan yang keji. Kejadian ini bukanlah kecelakaan. Warga Kanada amat marah atas apa yang terjadi pada Ahad. Banyak warga Muslim Kanada yang ketakutan,” ujar Trudeau.

Trudeau menyatakan akan terus memerangi kebencian secara langsung dan daring termasuk mengambil lebih banyak tindakan untuk membongkar kelompok-kelompok kebencian sayap kanan. Dia mencontohkan dengan langkah tegas pemerintah Kanada memasukkan kelompok Proud Boys ke dalam daftar teroris.

London merupakan kota berpenduduk sekitar 400 ribu orang yang terletak di tengah antara Detroit dan Toronto. Wilayah ini memiliki komunitas Muslim yang besar dan setidaknya terdapat tiga masjid.

Deretan bunga yang baru dipotong diletakkan di atas rumput di pintu masuk Masjid Muslim London, tempat ibadah di jantung komunitas yang pernah dihadiri para korban. "Masjid Muslim London ini adalah masjid tertua kedua di Kanada. Komunitas London (Muslim) di sini telah membantu membangun kota ini," kata petugas keterlibatan komunitas dari kelompok nirlaba Dewan Nasional Muslim Kanada, Omar Khamissa.

Pada pagi hari, arus deras orang dewasa dan anak-anak meninggalkan karangan bunga, boneka binatang, dan benda-benda kecil lainnya. Benda-benda itu mengekspresikan kemarahan di sudut jalan tempat keluarga Afzal terbunuh.

Peristiwa penabrakan oleh Nathaniel Veltman ini pun berdampak pada kewaspadaan komunitas Muslim di wilayah London. "Islamofobia menggelegak di bawah permukaan dan muncul dari waktu ke waktu dengan konsekuensi yang menghancurkan," ujar imam dan koordinator pendidikan Islam, Aarij Anwer.

Anwer menyatakan, masjid meningkatkan langkah-langkah keamanan setelah seorang pria bersenjata membunuh 51 orang pada 2019 di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. "Kami telah meningkatkan keamanan sejak saat itu dan sekarang bahkan lebih," kata Anwer.

Serangan kali ini adalah yang terburuk terhadap Muslim Kanada setelah seorang pria menembak mati enam anggota masjid Kota Quebec pada 2017. Wali Kota London Ed Holder menyebutnya sebagai pembunuhan massal terburuk dalam sejarah kotanya.

photo
Warga berkumpul di lokasi penabrakan terhadap keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, Selasa (8/6/2021). - (Carlos Osorio/Reuters)

Mengakar kuat

Komunitas Muslim seluruh negeri meminta pemerintah melakukan lebih banyak perhatian untuk melindungi umat Islam. Salah satu seruan datang dari komunitas di Kingston, Kanada. Seruan disampaikan setelah insiden maut yang dialami keluarga Afzal.

"Semua kehidupan itu suci. Ketika nyawa tak berdosa diambil, maka pemerintah lokal serta pemerintah federal kita, yang terhormat Perdana Menteri Justin Trudeau, perlu mengambil sikap yang lebih kuat daripada sekadar pernyataan dan kecaman,” kata Imam Abubakar Mulla dari Kingston's Islamic Society, dikutip Global News, Selasa (8/6).

Sedangkan Direktur School of Religion di Queen's University, Profesor Adnan Husain mengatakan, ketakutan atau kebencian terhadap orang-orang Muslim di Kanada, khususnya di Kingston, sudah berlangsung lama. Husain adalah salah satu tokoh yang membuka salah satu kursus pertama di Kanada, yang didedikasikan untuk Islamofobia.

“Untuk mengatasi dan meredakan situasi (Islamofobia) dan menghapusnya dari masyarakat, kita harus benar-benar mengakui sejarah yang telah membentang panjang ini dan melakukan lebih banyak pendidikan serta menyiapkan institusi dan praktik untuk menghilangkannya,” kata Husain.

Salah satu penyelenggara kursus, Profesor Ariel Salzmann mengatakan, Statistics Canada tidak secara jelas menguraikan apa itu diskriminasi terhadap Muslim. Oleh karena itu, kejahatan rasial terhadap Muslim tidak dilacak dengan benar.

Kejahatan kebencian dipecah menjadi tiga kategori di situs statistik nasional, yakni ras, agama, dan seksualitas. Salzmann mengatakan, sering kali Muslim menerima perlakuan yang masuk dalam beberapa kategori sekaligus, sehingga sulit untuk didokumentasikan dengan benar.

Saya Takut

Nomaan Mubashir menulis opini pada laman The Star, Rabu (9/6). Tulisan Muslim yang tinggal di Ontario, Kanada, ini mengacu serangan teroris yang terjadi di London, Ontario, Kanada pada Ahad (6/6). Ia mengaku sebagai seorang Muslim Kanada bangga dan percaya pada Imam Mahdi.

“Saya sangat merasakan kekhawatiran akan keamanan keluarga saya, termasuk istri saya, yang berhijab, dan anak-anak karena kejadian ini," tulis dia.

Sebagai orang yang suka bepergian, Mubashir merasa beruntung bisa bepergian ke seluruh dunia. Ia bangga memberi tahu keluarga dan teman-teman bahwa Kanada adalah negara terbaik di dunia untuk ditinggali.

"Pada saat ini, kita harus bangkit menghadapi tantangan dan melawan rasisme dan tindakan kebencian terhadap anggota, komunitas, atau kelompok agama mana pun," jelasnya yang kemudian mengutip Surah al-Maidah ayat 33.

"Hati saya merasakan kesedihan yang luar biasa karena kehilangan empat kehidupan indah yang terputus. Begitu banyak mimpi dan potensi hancur dengan kematian mereka," ujarnya.

Sebagai orang Kanada, Mubashir menyampaikan, intoleransi dan kebencian harus diatasi. Kanada memiliki masyarakat multikultural sehingga harus mengutuk tindakan jahat ini dalam istilah yang paling keras.

"Pelaku serangan teroris keji ini harus diadili dengan pesan pamungkas bahwa tidak ada tempat untuk kebencian, rasisme, dan intoleransi di Kanada," tulisnya. 

Sumber : Reuters/Associated Press


×