Pesepeda berada di luar jalur sepeda saat melintas di kawasan Sudirman Thamrin, Jakarta, Ahad (30/5). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menindak tegas atau memberlakukan tilang bagi pesepeda yang masih menggunakan lajur kanan di jalan umum sete | Republika/Thoudy Badai

Jakarta

07 Jun 2021, 05:12 WIB

DKI Dorong Sepeda Jadi Alat Transportasi

Dewan minta Pemprov DKI tidak mengistimewakan pesepeda.

JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong masyarakat untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, bukan semata untuk olahraga. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pelaksanaan uji coba sepeda sebagai alat transportasi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin berlangsung sepekan mulai Senin (7/6). Jalur khusus sepeda itu memiliki panjang sekitar 11,2 kilometer (km).

Syafrin mengatakan, tahap pengujian awal, sepeda dicoba melintasi lajur paling kiri jalan protokol tersebut selama satu setengah jam, mulai pukul 05.00 sampai 06.30 WIB. "Uji coba tahap awal dari Senin sampai Jumat. Jika di sana ada tiga lajur, dua lajur kendaraan bermotor di satu lajur, itu difokuskan pada kegiatan bersepeda," ujar Syafrin di Jakarta, Ahad (6/6).

Setelah pukul 06.30 WIB, kata dia, pengguna sepeda kembali diarahkan masuk ke dalam jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin. Selama masa uji coba tersebut, jalur sepeda dan kendaraan bermotor di Jalan Sudirman-Thamrin tidak diberi pembatas tambahan.

Meski begitu, Syafrin menegaskan, petugas gabungan dari Dishub DKI dan Polda Metro Jaya kerahkan untuk berjaga mengawasi pelaksanaan uji coba tersebut. Demi kondisi keselamatan dan keamanan dan kenyamanan bersama, Syafrin mengimbau agar setiap pengguna jalan dapat bertenggang rasa. Sehingga, baik pengendara mobil, motor, maupun sepeda dapat saling menghargai sesama pengguna jalan yang melintas di jalan raya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Perhubungan DKI Jakarta (dishubdkijakarta)

Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus memberikan fasilitas agar sepeda dapat digunakan sebagai alat transportasi masyarakat. Saat ini, Pemprov DKI menargetkan jalur bagi sepeda di sejumlah ruas jalan mencapai 170 km pada akhir 2021. Anies pun ingin  masyarakat dapat memanfaatkan sepeda sebagai alat transportasi.

"Jadi, jalur sepeda dibangun sejak tahun 2018 adalah untuk semua kegiatan sepeda. Kita ingin masyarakat menggunakan sepeda sebagai alat transportasi bukan sport," kata Anies di Jakarta, Sabtu (5/6).

Dia menuturkan, ada perbedaan ketika sepeda digunakan sebagai alat transportasi dan digunakan untuk kebutuhan olahraga atau sekadar hobi. Menurut dia, jika sepeda digunakan sebagai olahraga atau hobi, digunakan dalam waktu singkat. "Cuma sebentar paling satu jam, dua jam. Kalau transportasi sepanjang hari. Jadi saya menganjurkan pakai sepeda ke tempat kerja," kata Anies.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Annas (annasfresti)

Road bike

Syafrin Liputo melanjutkan, jumlah pengguna road bike (sepeda balap) meningkat secara signifikan di jalan layang nontol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang atau Casablanca. Tercatat kenaikan pesepeda hingga 74 persen pada uji coba pekan kedua di jalan layang tersebut.

"Dari dua kali berturut pelaksanaan uji coba road bike, terjadi peningkatan yang signifikan jumlah pesepeda yang melintas di kawasan ini," kata Syafrin.

Uji coba road bike di JLNT Casablanca pertama kali dilakukan pada Sabtu (22/5) dan Ahad (23/5) pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. Uji coba kedua dilakukan pada Sabtu (29/5) dan Ahad (30/5) dengan jam yang sama. Uji coba ketiga digelar Sabtu dan Ahad awal Juni.

Meski terjadi peningkatan signifikan, kata Syafrin, jalan tersebut belum ditetapkan sebagai lintasan permanen sepeda balap. Meski begitu, Syafrin menyebut, tak tertutup kemungkinan akan ada penambahan jalur buat pengguna sepeda balap di JLNT. "Setelah ada regulasinya baru akan diumumkan seperti apa pelaksanaan lintasan road bike di JLNT Casablanca," ucapnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Perhubungan DKI Jakarta (dishubdkijakarta)

Anggota Komisi D DPRD DKI, Hardiyanto Kenneth, menyoroti keputusan Dishub DKI yang membolehkan sepeda balap melintasi JLNT Casablanca. Dia mengingatkan, regulator untuk lebih teliti dan melihat secara komprehensif terkait dibolehkannya pesepeda balap di jalur Kampung Melayu-Tanah Abang.

"Sepeda pun semestinya tidak pas untuk melintas di JLNT, karena jalan layang itu ada batas kecepatan minimum, apakah sepeda bisa memenuhi batas minimum tersebut?" kata politikus PDIP itu.

Selain jalur JLNT Casablanca, Kenneth juga menilai, kebijakan membolehkan sepeda balap melintas di Jalan Sudirman-Thamrin pada hari kerja, dengan pengaturan waktu pagi hari, harus ditinjau ulang.

"Pukul 05.00 WIB di Jalan Sudirman itu sudah ramai, beda dengan weekend. Harus pikirkan hak pengguna jalan yang lain dan apakah pesepeda itu bayar pajak setiap tahunnya, sampai harus diperlakukan seistimewa ini?" kata Kenneth.

Kenneth khawatir, jika pesepeda terlalu diistimewakan melintas di Jalan Sudirman-Thamrin dan JLNT Casablanca, pemotor bisa protes dan meminta diperlakukan sama. Hal itu karena saat ini pemotor dilarang melintasi JLNT Casablanca.


×