Nasabah melakukan transkasi melalui mesin ATM Link di Jakarta, Ahad (23/5/2021). Himbara dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) menunda implementasi penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai di mesin ATM Merah Putih atau ATM Link yang semul | GALIH PRADIPTA/ANTARA FOTO
02 Jun 2021, 23:44 WIB

Himbara: Biaya Cek Saldo Ditunda

Penundaan biaya cek saldo diharapkan meningkatkan sosialisasi kepada nasabah Himbara.

JAKARTA  — Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) sepakat menjadwalkan kembali implementasi penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai di mesin–mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Link. Sebelumnya, Himbara menyatakan, mulai menerapkan biaya administrasi saat mengecek saldo dan tarik tunai di jaringan ATM Link pada Selasa (1/6).

Penyesuaian tarif yang pada awalnya akan diimplementasikan terhitung Selasa (1/6) menjadi ditunda. Penundaan ini diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi kepada nasabah Himbara lebih luas lagi.

Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Adi Sulistyowati mengatakan, meski tarif tranksasi di ATM Link nantinya akan disesuaikan, para nasabah Himbara masih bisa menikmati layanan cek saldo dan tarik tunai secara gratis melalui ATM yang berlogo sama dengan penerbit kartu.

Ia mencontohkan, misalnya pemilik kartu ATM BNI tidak dikenakan biaya transaksi tersebut jika digunakan di ATM Link BNI. "Nasabah juga memiliki pilihan untuk melakukan pengecekan saldo secara gratis melalui layanan mobile banking," kata Adi melalui di Jakarta, Selasa (1/6).

Terkait

Informasi penerapan biaya pengecekan saldo dan tarik tunai sebelumnya disampaikan bank pelat merah lainnya lewat laman resminya masing-masing. Nasabah harus membayar biaya Rp 2.500 untuk mengecek saldo dan tarik tunai sebesar Rp 5.000, sedangkan transfer, biayanya tidak berubah, yakni sebesar Rp 4.000.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Negara Indonesia (bni46)

Meski ada perubahan, jaringan bank pemerintah ini menyebut para nasabah tetap mendapatkan manfaat. Sebab, mereka masih tetap dapat bertransaksi dengan biaya yang lebih hemat dibandingkan transaksi pada ATM non-Link.

Dilansir laman resminya, BNI memberikan perbandingan biaya transaksi dengan ATM non-Link yang lebih mahal. Dimulai dari cek saldo Rp 4.000, tarik tunai Rp 7.500, dan transfer Rp 6.500. "Biaya transaksi ini akan didebet langsung dari rekening nasabah pada saat melakukan transaksi,” begitu pernyataan manajemen BNI.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BANK BRI (bankbri_id)

Setelah perubahan tarif diberlakukan, anggota Himbara, yakni BNI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang bergabung dalam layanan ATM Link memastikan layanan transaksi di ATM Link akan lebih baik. Jaringan Himbara ini nantinya akan semakin luas sampai ke area remote dengan dukungan lebih dari 45 ribu unit ATM.

"Tetapi patut diingat penyesuaian tarif baru untuk tarif cek saldo dan tarik tunai tetap  lebih rendah dibandingkan jaringan ATM lain di Indonesia. Khusus untuk nasabah penerima bantuan sosial, cek saldo dan tarik tunai di ATM Link tidak akan dikenakan biaya sama sekali," ujar Adi.

Selain jangkauan yang lebih luas, Adi melanjutkan, penyesuaian biaya transaksi ATM Link diharapkan memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas layanan, keamanan, dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. Himbara juga mengajak nasabah untuk dapat bertransaksi secara nontunai (cashless) dan melakukan berbagai macam transaksi perbankan secara digital.

Sekretaris Perusahaan BNI Mucharom menambahkan, perubahan tarif cek saldo dan tarik tunai ini untuk meningkatkan kenyamanan nasabah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Mandiri (bankmandiri)

"Penyesuaian biaya transaksi merupakan bentuk komitmen Himbara untuk terus meningkatkan layanan perbankan inklusif, peningkatan keamanan yang pada akhirnya akan menciptakan kenyamanan dalam bertransaksi dengan biaya yang terjangkau bagi masyarakat,” kata Mucharom.

Ketua Himbara Sunarso meyakini jumlah mesin ATM Link sebanyak 45 ribu unit akan mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. Adapun jumlah itu tersebar di berbagai daerah bahkan sampai pelosok desa terpencil.

"Dengan pentingnya layanan nasabah terutama bagi pengguna ATM Link, maka untuk tetap menjaga kualitas layanan tersebut, Himbara akan melakukan penyesuaian tarif penggunaan ATM Link mulai 1 Juni 2021,” kata Sunarso.

photo
Warga bertransaksi di ATM Link, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021). Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) menunda implementasi penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai di mesin ATM Merah Putih atau ATM Link yang pada awalnya akan diterapkan mulai 1 Juni 2021 kemarin. - (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Menurut Sunarso, kebijakan tersebut merupakan bentuk healthy business untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan. Hal itu juga merupakan komitmen untuk meningkatkan layanan perbankan inklusif, peningkatan keamanan, dan kualitas layanan yang pada akhirnya menciptakan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.

Adapun tarif yang diberlakukan transaksi cek saldo menjadi Rp 2.500 dan tarik tunai menjadi Rp 5.000. Sedangkan transaksi transfer antarbank tidak dilakukan perubahan biaya atau tetap dikenakan tarif Rp 4.000. "Penyesuaian biaya itu tidak berlaku untuk pengecekan saldo dan tarik tunai ATM Link yang sama dengan penerbit kartu debit," ujar Sunarso.


×