Pesepeda berada di luar jalur sepeda saat melintas di kawasan Sudirman Thamrin, Jakarta, Ahad (30/5). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menindak tegas atau memberlakukan tilang bagi pesepeda yang masih menggunakan lajur kanan di jalan umum sete | Republika/Thoudy Badai

Jakarta

31 May 2021, 12:41 WIB

Jalur Sepeda Dibuat Permanen

Polda Metro Jaya siap menindak pesepeda yang menggunakan jalur umum.

JAKARTA – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya terus melakukan kajian dan evaluasi terhadap uji coba jalur sepeda balap atau road bike di Jalan Layang Nontol (JLNT). Dia menyebut, Pemprov DKI berencana memberlakukan jalur itu secara permanen.

Adapun hingga kini Pemprov DKI Jakarta masih melakukan uji coba terhadap jalur tersebut. "Tentu setelah uji coba ini melihat dari animo masyarakat yang demikian tinggi ada peningkatan dari para pengguna, tentu setelah ini kami akan bahas untuk dipermanenkan," kata Syafrin, Ahad (30/5).

Syafrin mengatakan, peningkatan jumlah pegiat sepeda balap mengalami peningkatan dibandingkan saat uji coba pertama pada Ahad (23/5) lalu. Selain itu, sambung dia, para pesepeda juga sudah semakin disiplin dalam menggunakan lintasan yang ada.

"Hasil evaluasi memang untuk hari ini dibandingkan pekan lalu, terpantau para pegiat road bike ini ada peningkatan dan juga terlihat bahwa mereka mulai disiplin menggunakan lintasan ini," ujar dia.

Selain itu, sambung dia, para pengguna sepeda balap juga mulai disiplin saat melintas di jalur tersebut. Ia pun memastikan, Pemprov DKI akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para pesepeda, seiring dengan menyiapkan fasilitas, baik sarana maupun prasarana penunjang.

"Sehingga, kegiatan para pesepeda ini terpenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Sehingga, tujuan masyarakat yang tadinya menjadikan sepeda sebagai alat mobilitas, sebagai hobi, sebagai alat olahraga tentu lebih baik ke depan," ujar dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Perhubungan DKI Jakarta (dishubdkijakarta)

Lebih lanjut, Syafrin menuturkan, pihaknya juga telah menambah jumlah ambulans yang disiagakan di sekitar jalur road bike JLNT Casablanca. Jika pada uji coba pekan lalu hanya disiapkan satu unit ambulans, kini tersedia dua unit.

Satu unit ambulans disiagakan di depan Gedung Citywalk. Satu unit ambulans lainnya ditempatkan di sisi timur JLNT, tepatnya di seberang pusat perbelanjaan Kota Kasablanka (Kokas). Sehingga, jika terjadi kecelakaan ataupun keadaan darurat dari pengguna sepeda, maka bisa segera ditangani.

"Meski demikian, kami berharap bahwa seluruh peserta yang nantinya akan masuk ke lintasan road bike ini sudah mempersiapkan diri dengan baik, tentu dalam keadaan sehat," ujar dia.

Anggota DPRD DKI Jakarta Dedi Supriadi mengapresiasi upaya Pemprov DKI untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam berolahraga. Namun, Dedi menilai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan pada jalur sepeda di JLNT Casablanca.

Salah satunya adalah faktor keamanan dengan memperhatikan kekuatan angin di lokasi tersebut. Selain itu, menurut Dedi, pembagian lajur dan pemasangan rambu terkait batas kecepatan pengguna road bike juga perlu dilakukan.

"Kecenderungan pengguna sepeda balap adalah dengan kecepatan tinggi, sedangkan lebar JLNT sebenarnya tidak terlalu memadai. Maka, perlu ada pengaturan dan pengingat kecepatan juga," ujar politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Sepeda Minion Indonesia (minionbike.indonesia)

Anggota DPRD DKI Jakarta lainnya, Gilbert Simanjuntak, justru mempertanyakan konsep pembuatan jalur sepeda tersebut. Ia menuturkan, awalnya upaya tersebut untuk mengurangi polusi. Namun, kini justru berfokus pada hobi yang menyasar pengguna sepeda balap atau road bike.

Menurut anggota Fraksi PDIP DKI Jakarta itu, perlu ada perencanaan yang baik sebelum membuat jalur khusus sepeda. Terutama konsep mengenai penggunaan sepeda. "Sehingga, pertanyaan pertama adalah ini konsepnya bagaimana? Apakah sepeda mau jadi alat transportasi utama atau hanya musiman, atau hanya hobi. Saya melihat ini (pembuatan jalur sepeda) seperti suka-suka," kata Gilbert.

Pesepeda ‘nakal’ ditindak

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menindak tegas pesepeda yang masih menggunakan jalan umum atau keluar dari jalur khusus. "Kita siapkan jalur khusus 'road bike. Setelah jalur itu operasional, kita akan mulai penindakan tegas terhadap para bikers," kata Direktur Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Hal itu disampaikan Sambodo menanggapi banyaknya pesepeda yang menggunakan lajur kanan di jalan umum dan menutup sebagian jalan. Fenomena tersebut banyak menuai protes dari pengguna jalan lainnya dan bahkan viral di media sosial.

Seorang pengendara motor yang diduga kesal jalannya terhalang oleh rombongan road bikers hingga mengacungkan jari tengahnya ke arah rombongan tersebut. Adapun sanksi untuk pesepeda ini, kata Sambodo, telah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Ada pelanggaran UU Lalu Lintas. Pasal 299 UU LLAJ," kata dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga meminta penggunaan jalan disesuaikan dengan peruntukannya. Riza mengingatkan bila para pesepeda balap masuk ke jalur umum, dikhawatirkan hal itu akan mengakibatkan kecelakaan fatal.

"Kalau sepeda masuk di jalur umum seperti itu akan sangat berbahaya. Untuk itu, kami minta ke depan mari kita saling jaga, saling menghormati satu sama lain. Semua kita berikan kesempatan yang sama dan seluas-luasnya termasuk pengguna sepeda," kata Riza.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Perhubungan DKI Jakarta (dishubdkijakarta)

Unpad

Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran menggelar rangkaian acara pra-event Unpad Tourism Day 2021. Rangkaian acara ini sekaligus menyambut ulang tahun Magister Pariwisata Berkelanjutan yang kelima. 

Rangkaian acara dimulai dari talkshow yang digelar secara daring pada Kamis (27/5). Talkshow dengan tema "Jangan Takut Berwisata dan Berkreasi di Tengah Pandemi" menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik, budayawan Budi Dalton dan seniman Pidi Baiq. 

Acara gowes santai dan urban sketch digelar secara bersamaan di Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Ahad (30/5). Gowes Santai ini bertujuan untuk menkampanyekan bersepeda aman dan nyaman. 

Kepala Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan, Evi Novianti menyebut rangkaian ini dilangsungkan secara daring dan luring untuk mempromosikan pariwisata. Sebagaimana diketahui, pariwisata merupakan industri yang paling terdampak pandemi. 

"Kami memulai dengan talkshow untuk memaparkan tips dan trik agar wisatawan tetap merasa nyaman berwisata di Jawa Barat. Selain itu Kota Bandung yang terkenal akan kreativitasnya pun perlahan bangkit dari pandemi ini," ujar Evi. 

Di sisi lain, Gowes Santai ini digelar secara berbeda. Seratus peserta gowes terbagi atas beberapa kloter agar tidak terjadi penumpukan di jalan. Peserta pun mengelilingi jalan-jalan yang dipenuhi oleh bangunan heritage

"Jadi kita mempromosikan bersepeda nyaman tanpa mengganggu pengguna jalan lain dengan menggunakan jalur sepeda yang sudah ada. Bagi yang tidak memiliki sepeda pun kita menyediakan boseh yang bisa digunakan secara gratis oleh peserta," kata Evi.

Untuk Urban Sketching, MPB bekerja sama dengan Bandung Sketchwalk, komunitas sketch asal Bandung yang diketuai oleh Muhammad Thamrin. Para peserta sketch mengelilingi kampus Unpad untuk memilih objek gambar mereka.

Thamrin menyambut baik kolaborasi ini. Menariknya, acara ini menjadi kegiatan pertama BSW secara luring setelah terhenti akibat pandemi Covid-19.

"Ke depannya semoga ada kolaborasi lain yang bisa kita bangun bersama. Termasuk dengan menggelar secara hybrid dengan mengajak sketcher lain yang berada di luar kota bahkan luar negeri," kata Thamrin.


×