Tenaga kesehatan memeriksa suhu tubuh sebelum menyuntikan vaksin Covid-19 Astrazeneca kepada pekerja ritel di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin (24/5/2021). | Republika/Thoudy Badai

Nasional

BPOM: Tak Ada Keterkaitan Kematian dengan Vaksin

Tiga orang dikonfirmasi meninggal usai divaksin Astrazeneca.

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan tidak ada keterkaitan antara kematian Trio Fauqi Virdaus dan vaksin Astrazeneca. Kesimpulan itu didapat usai BPOM melakukan uji toksisitas dan sterilitas vaksin Astrazeneca batch CTMAV547 yang diberikan kepada pemuda 22 tahun tersebut.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, pada Selasa (25/5), Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) menerbitkan laporan pengujian vaksin Astrazeneca batch CTMAV547. Kesimpulannya, toksisitas abnormal dan sterilitas vaksin tersebut memenuhi syarat mutu dan aman digunakan.

“Berdasarkan hasil pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada keterkaitan antara mutu vaksin Covid-19 Astrazeneca nomor batch CTMAV547 dengan KIPI yang dilaporkan. Untuk itu, vaksin Covid-19 Astrazeneca nomor batch CTMAV547 dapat digunakan kembali,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (27/5).

Tiga orang dikonfirmasi meninggal usai divaksin Astrazeneca. Satu di antaranya adalah Trio, yang kini jenazahnya sedang dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pastinya. Pihak keluarga menyetujui dilakukannya autopsi terhadap almarhum Trio yang wafat setelah divaksin Astrazeneca.

Kakak Trio, Viki mengatakan, pihak keluarga merasa heran karena Trio meninggal tak sampai 24 jam setelah mendapat vaksin Astrazeneca. Salah satu pertimbangan untuk memberikan persetujuan autopsi adalah untuk menjawab hal tersebut karena pihak keluarga meyakini ada kaitan antara kematian Trio dan vaksinasi tersebut.

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan, hasil autopsi Trio baru bisa keluar sepekan hingga dua pekan mendatang. Hasilnya akan dikeluarkan oleh Departemen Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Meski BPOM telah mengeluarkan kesimpulan tidak adanya keterkaitan vaksin Astrazeneca dengan kematian Trio, Komnas KIPI enggan berspekulasi. Hindra masih menunggu hasil autopsi untuk mencari kepastian penyebab kematian. “Tujuan autopsi adalah mencari penyebab kematian,” ujar dia.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat