Luis Suarez (kanan) mencetak gol kemenangan Atletico Madrid pada laga LaLiga antara Valladolid dan Atletico Madrid di Jose Zorrilla Stadium, Valladolid, Spanyol, Ahad (23/5) dini hari | REUTERS/JUAN MEDINA

Olahraga

25 May 2021, 10:51 WIB

Sepanjang 17 Tahun Hanya Atletico Pesaing Madrid dan Barca

Atletico Madrid harus berjuang sampai laga terakhir untuk memastikan gelar juara.

VALLADOLID -- Dominasi Real Madrid dan Barcelona akhirnya kembali runtuh usai Atletico Madrid menjuarai La Liga Spanyol musim ini, Ahad (23/5) dini hari WIB. Namun, perjalanan Los Colchoneros meraih gelar ke-11 La Liga tidaklah mudah.

Skuad asuhan Diego Simeone harus berjuang sampai laga terakhir atau pekan ke-38 untuk memastikan gelar juara. Sebab, Real Madrid terus menempel dengan hanya jarak dua poin. Misinya memang sederhana, yaitu menang. Tapi, Valladolid juga sedang berjuang untuk terhindar dari zona degradasi.

Pemain Atletico sempat dibuat tertekan setelah Oscar Plano menjebol gawang kiper Jan Oblak pada menit ke-18. Tapi, klub asal ibu kota Spanyol itu mampu membalikkan keadaan melalui gol dari Angel Correa dan Luis Suarez.

Kemenangan ini menjadi sangat berarti karena di saat yang bersamaan Real Madrid menang 2-1 atas Villarreal. Jika kalah, otomatis gelar La Liga akan jatuh ke tangan Los Blancos.

Superioritas Atletico yang memuncaki klasemen La Liga sejak pekan ke-12 ini tak bisa dibendung Barcelona dan Real Madrid. Selama 17 tahun terakhir, hanya Atletico yang mampu menyaingi dua klub raksasa tersebut dengan dua kali juara. Atletico terakhir kali merasakan gelar juara pada musim 2013/2014. Dua gelar terakhir ini pun didapat selama dilatih Diego Simeone.

"Saya sangat senang. Ini merupakan tahun yang sangat kompleks dan banyak orang meninggal karena virus (Covid-19). Jadi, bagi Atletico, menjadi juara terasa sangat berbeda. Ini tahun yang berat, seperti sejarah kami, ini merupakan tahun terbaik untuk menjadi juara," kata Simeone dikutip dari Marca, Ahad (23/5).

Tangis haru Luis Suarez

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Luis Suarez (luissuarez9)

Los Rojiblancos pun tidak mengecewakan 3.000-an fan di luar Stadion Jose Zorrilla untuk merayakan pesta kemenangan. Perjalanan fan dari Kota Madrid ke Valladolid tidaklah sia-sia. Penantian selama tujuh tahun dibayar lunas lewat gol Luis Suarez yang membuat Atletico memenangkan pertandingan.

Peran Suarez di musim pertama bersama Atletico memang tidak bisa diremehkan. Gol ke gawang Valladolid merupakan yang ke-21 untuk klub.

Pelatih Barcelona Ronald Koeman mungkin menganggap pemain internasional Uruguay tersebut sudah tidak lagi bisa bersaing di level tertinggi. Sehingga, ia memasukkannya ke dalam daftar pemain Barcelona yang harus dicoret untuk musim 2020/2021. Tapi, keputusan Koeman tersebut justru merugikan Barca yang krisis penyerang musim ini.

Barca praktis hanya mengandalkan Lionel Messi di lini depan. Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele tak mampu bersinar. Beda dengan Suarez yang saat di Barca masih bisa menjadi partner produktif Messi. Karena itu, gelar ini merupakan balasan menyakitkan setelah Suarez 'dibuang' Koeman yang gagal membawa Barcelona juara.

 
Suarez pun tak bisa menyembunyikan emosinya setelah membawa Atletico juara.
 
 

Suarez pun tak bisa menyembunyikan emosinya setelah membawa Atletico juara. Mantan striker asal Uruguay itu menangis di lapangan sembari melakukan panggilan video dengan anak dan istrinya. Suarez mengaku, tangisan itu merupakan ekspresi bahagianya seusai melalui masa sulit. Ia bersyukur, Atletico membuka pintu untuknya saat Barcelona sudah tak menginginkannya lagi.

"Situasi yang saya jalani untuk terus hidup, cara saya melihat ke bawah, tapi Atletico membuka pintu untuk saya. Banyak orang menderita bersama saya, istri saya, dan anak saya. Hari demi hari, mereka adalah orang yang paling menderita selama bertahun-tahun dalam sepak bola," ungkap Suarez.

Suarez juga bangga dengan musim yang dilalui dirinya dan juga rekan setimnya di Atletico. Meski di masa sulit, ia mengakui, Los Rojiblancos merupakan tim paling konsisten sehingga layak menjadi juara.

Bahkan, pada paruh pertama musim ini, efisiensi Atletico seolah tak normal. Kini, Suarez bisa bernapas lega karena mampu memberikan gelar di musim pertamanya bersama klub yang menjadi pesaing Barcelona.

photo
Tim Atletico Madrid merayakan gelar juara liga pada akhir laga LaLiga antara Valladolid dan Atletico Madrid di Jose Zorrilla Stadium, Valladolid, Spanyol, Ahad (23/5) dini hari. - (EPA-EFE/Ballesteros)
';
×