Nasabah melakukan pembayaran zakat menggunakan aplikasi digital banking OCTO Mobile di Tangerang, Kamis (22/4). Melalui OCTO Mobile, CIMB Niaga Syariah memberikan kemudahan bagi nasabah dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf di bulan Ramadan in | REPUBLIKA
18 May 2021, 17:43 WIB

Berbagi Senyuman di Bulan Penuh Kebaikan

Bagi saudara yang hidup kekurangan, bulan puasa maupun Lebaran terasa semakin berat.

Ramadhan merupakan bulan suci yang dinanti setiap umat Muslim di dunia. Pada bulan ini, banyak amalan yang dilipatgandakan oleh Allah SWT untuk mengampuni dosa-dosa manusia. 

Selama menjalankan ibadah puasa, orang yang mampu kemungkinan akan berbuka maupun sahur dengan makanan layak. Namun, menurut Hadi Gumilar selaku Direktur Lazis Darul Hikam, bagi saudara yang hidup kekurangan, bulan puasa maupun Lebaran terasa semakin berat.

Bagi dhuafa, setiap hari adalah berpuasa. Bagaimana bisa berbuka dengan makanan yang enak, sedangkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah. “Melonjaknya harga kebutuhan pokok yang biasa saat Ramadhan dan Hari Raya menjadikan kehidupan pada lansia dan dhuafa semakin sulit,” kata Hadi.

Hadi melanjutkan, pada bulan suci Ramadhan, Lazis Darul Hikam menargetkan bisa membantu lebih banyak penerima manfaat, agar bisa memberikan senyum kebahagiaan kepada 100 ribu penerima manfaat yang tersebar di wilayah Bandung Raya, khususnya melalui tiga program unggulan, yaitu Bingkisan Senyum Lansia dan Dhuafa, Paket Sahur dan Berbuka, dan Tebar Mushaf Alquran.

Terkait

Mengusung program Ramadhanku Tersenyum, Lazis Darul Hikam mengajak berbagai pihak bersinergi bersama umat dalam tiga program utama Ramadhan untuk menyejahterakan dan membahagiakan para lansia, dhuafa, anak yatim/piatu, serta para santri penghafal Alqur'n dalam program Bingkisan Senyum Lansia dan Dhuafa (BSLD), Paket Sahur dan Ber buka (PSBB), dan Tebar Mushaf Al-Qur'an (TMA).

Adapun wilayah sebaran penyaluran merupakan wilayah desa berkah sebuah desa binaan terintegrasi yang dikelola Lazis Darul Hikam dengan basis program penyaluran dan pembinaan di masjid. Selain desa berkah penyaluran juga dilakukan di wilayah sekitar Bandung Raya, di antaranya daerah Dago Kecamatan Coblong, Dago Giri, Dago Pakar, Lembang, Punclut, Katamso, Cisitu, Rancaekek, Punclut, Cisitu, Regol, Pasir Impun, masjid dan mushala, pondok penghafal Alquran, panti yatim dan dhuafa di wilayah Bandung Raya.

Pada tahun lalu, digelar program yang sama dengan menyalurkan sebanyak 1.000 bingkisan lebaran kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, bingkisan diberikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah sekolah-sekolah Darul Hikam. 

Penyaluran tahun ini kembali akan langsung dibuka oleh Ketua Yayasan Darul Hikam Bapak Dr Ir H Sodik Mudjahid dan selama tiga hari berturut-turut dan dibagikan kepada penerima manfaat di wilayah sekitar Unit Darul Hikam.

Penyaluran dilakukan oleh siswa siswi sekolah Darul Hikam dari TK, SD, SMP, hingga SMA dengan menerapkan protokol kesehatan. Keterlibatan siswa adalah untuk menumbuhkan empati kepada siswa sejak dini bahwa esensi hidup adalah saling membantu, terutama kepada sau dara kita yang sangat membutuhkan bantuan.

Siswa-siswi Darul Hikam ini akan didampingi dan dibantu oleh penanggung jawab setiap Unit Darul Hikam dan pihak Lazis Darul Hikam sehingga para siswa bisa menyalurkan langsung kepada pene rima manfaat diantara yaitu para lansia, dhuafa, anak yatim, dan para penghafal Quran.

Bingkisan yang diberikan berisi sembako dan beberapa bingkisan Lebaran yang dapat dipergunakan penerima manfaat untuk mencukupi kebutuhan Lebaran dan merayakan Hari Raya dengan senyum bahagia.

 

 
Bagaimana bisa berbuka dengan makanan yang enak, sedangkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah.
 
 

Berbagi untuk Korban Bencana Alam

photo
Penyerahan donasi untuk korban bencana alam dari PT Heinz ABC - (PT Heinz ABC)

Bulan Ramadhan selalu menjadi bulan yang disambut penuh sukacita karena momen berkumpul bersama keluarga. Akan tetapi tidak semua keluarga Indonesia bisa merasakan momen tersebut karena terkena dampak dari banyaknya bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia akhir-akhir ini. 

Hal inilah yang menginspirasi ABC, untuk menginisiasi Gerakan ABC Berbagi Kebersamaan Ramadhan. Program ini bertujuan membantu para keluarga yang terdampak bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. "Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk berbagi dan berkontribusi untuk keluarga Indonesia yang membutuhkan. Melalui Gerakan ABC Berbagi Kebersamaan Ramadhan yang telah kami mulai dari tanggal 1 April lalu, kami berhasil mengumpulkan donasi yang saat ini sedang diberikan secara berkala kepada 110 ribu keluarga Indonesia yang terdampak bencana alam,” ujar Steven Debrabandere selaku Presiden Direktur PT Heinz ABC Indonesia.

Donasi ini diberikan dalam bentuk paket produk makanan dan minuman ABC di mana distribusi bantuan ini disalurkan melalui Foodbank of Indonesia di 15 titik di Pulau Jawa, yang meliputi, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Sumedang, Pandeglang, Yogyakarta, Lumajang, Probolinggo, Surabaya, Pasuruan, Jombang, dan Malang. 

Gerakan ABC Berbagi Kebersamaan Ramadhan yang berlangsung dari tanggal 1 April lalu bisa terlaksana dengan dukungan dari para masyarakat yang telah berbelanja produk ABC di Alfamart dan Alfamidi. Setiap pembelian produk ABC artinya konsumen telah menyumbangkan Rp1.000, untuk berbagi di program ini. 

Bangkitkan Ekonomi Bangsa

Potensi zakat yang sangat besar dinilai belum maksimal untuk mengatasi permasalahan- permasalah umat. Peran lembaga amil zakat infak dan sedekah menjadi penting untuk ikut mengatasi permasalahan tersebut.

LazisMu sebagai lembaga zakat yang fokus mengentaskan kemiskinan, ingin berkontribusi nyata membangkitkan ekonomi umat. Ramadhan 1442 H pun menjadi salah satu momen memaksimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah untuk pemberdayaan umat agar bangkit dari berbagai keterpurukan yang sedang melanda Indonesia.

Direktur Penghimpunan LazisMu Pusat Edi Muktiono mengatakan, tema Ramadhan kali ini, yaitu Zakat Bangkitkan Indonesia. Zakat yang memiliki dimensi ekonomi, sosial dakwah, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan lingkungan sangat strategis perannya untuk mengisi ruang kosong yang belum terisi oleh program-program pemerintah. 

Hal ini dalam rangka membangkitkan semangat umat keluar dari belenggu pandemi yang mengakibatkan melemahnya sektor strategis. “Tiga program utamanya adalah Kado Ramadhan, Back To Masjid, dan Pemberdayaan Ekonomi,” kata Edi.

Kado Ramadhan meliputi kegiatan bagi-bagi takjil, santunan yatim/dhuafa, kemudian ada beberapa kegiatan santunan lansia, mualaf bakti guru, paket sembako, dai mengabdi, dan zakat fitrah/fidyah.

Ada pula sebar takjil yang menyasar tenaga kesehatan yang ada di sejumlah rumah sakit. Selain rumah sakit, sebar takjil juga dilakukan di pusat-pusat dakwah Muhammadiyah dan di jalanan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

LazisMu juga membantu Lapas tingkat satu di Salemba, bekerja sama dengan DKM Masjid. “Ada beberapa proposal yang masuk untuk kegiatan pesantren kilat walaupun masih pandemi kita coba lakukan dengan protokol,” tambah Edi.

Dalam cakupan nasional, telah dibagikan kurang lebih satu juta takjil dari Aceh sampai Merauke. Perbedaan kegiatan dibandingkan tahun lalu, seperti ditiadakannya safari Ramadhan karena mematuhi larangan berkumpul dan kali ini berbagi takjil lebih masif terhadap tenaga kesehatan.

Back To Masjid menjadi program yang ditujukan untuk meningkatkan peran strategis masjid dengan memberikan peningkatan kualitas sarana masjid. Komponen programnya, seperti bersih-bersih masjid/mushala (BBM), yaitu aksi kepedulian sosial untuk masjid dan mushala. 

Sedekah, yaitu aksi kepedulian masjid dan mushala dengan bersedekah perlengkapan ibadah. Suara, yaitu sedekah pengeras suara masjid dan mushala. Dan, rehab, yaitu merenovasi tempat ibadah seperti masjid dan mushala.

Kemudian pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan peningkatan ekonomi umat. Dengan bentuk pemberian modal usaha kepada keluarga dhuafa, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan menggerakkan roda ekonomi keluarga.

Edi menambahkan, LazisMu hadir di ruang-ruang yang kurang mendapat sentuhan khusus dari lembaga dan pemerintah. “Pemerintah sudah melakukan sesuatu, tapi kami juga ingin membantu di bidang ekonomi,” kata Edi.

LazisMu melakukan hal-hal yang membangkitkan umat, memberi stimulus, motivasi, dan semangat khususnya bagi dhuafa yang sangat memerlukan uluran tangan yang sebenarnya mau bangkit, tapi tidak berdaya. LazisMu melakukan pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

 


×