Petugas beraktivitas di Tempat Pemakaman Umum TPU Karet Bivak di Jakarta, Selasa (12/5). Pemprov DKI Jakarta menutup semua Tempat Pemakaman Umum di wilayah Jabodetabek untuk aktivitas ziarah saat hari raya Idulfitri 1442 Hijriah mulai 12 Mei hingga 16 Mei | Republika/Thoudy Badai

Kisah Dalam Negeri

13 May 2021, 15:47 WIB

Makam Sepi, Pedagang Bunga Nelangsa

Pedagang bunga mengaku bingung lantaran bunga yang ia jual sepi pembeli.

OLEH FEBRIANTO ADI SAPUTRO, HARTIFIANY PRAISRA

Kebijakan larangan ziarah makam dikeluhkan para pedagang bunga dan air mawar di Tempat Pemakaman Umam (TPU) Karet Bivak, Jakarta. Taryu (45 Tahun) pedagang bunga dan air mawar yang sudah 10 tahun berdagang di sekitaran TPU Karet Bivak mengaku terkena dampak kebijakan tersebut.

"Kena dampaknya. Sekarang gini ya aku dah modal. Setelah modal kaya gini aku jadi bingung ya," kata Taryu saat ditemui Republika, Kamis (13/5).

Perempuan yang tinggal di Petukangan tersebut mengaku bingung lantaran bunga yang ia jual sepi pembeli. Hingga pukul 10.00 WIB dirinya baru memperoleh Rp 20 ribu.

"Aku jadi bingung. Modal kemarin hampir Rp 400 ribu. Modal boleh pinjem, ntar (pikirnya) kepulangan tapi ternyata malah kaya ginian. Ngenes jadinya saya," ujarnya.

Ia berharap kebijakan segera diakhiri. Selain merugikan pedagang, Taryu mengaku kasihan dengan para keluarga yang hendak berziarah, tapi dilarang oleh petugas setempat.

photo
Pedagang bunga dan air mawar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Kamis (13/5/2021). - (Febrianto Adi Saputro/Republika)

"Orang sampai mohon kesitu nggak bisa masuk. Kasian juga sih. Setiap tahun harus ziarah ke orang tua kan biar ada doa, masa iya langsung kaya gini kan kasihan juga yang di dalam kubur," tuturnya.

"Jangan terlalu lama (larangan ziarah) saya mintanya kaya gitu. Kita sebagai orang nggak punya usaha buat dapat satu liter. Kalau kaya gini sama aja nyengsarin kita-kita lah," harapnya. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Harapan serupa juga disampaikan Sani (50 tahun). Biasanya dia mendapatkan Rp300 ribu hingga Rp 400 ribu. "Sedih (sekarang) nggak ada penghasilan," ujar Sani.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, ziarah kubur ditiadakan selama Idul Fitri 1442 Hijriah. Seluruh tempat pemakaman umum di wilayah Jabodetabek akan ditutup bagi para peziarah. Ziarah ke pemakaman akan ditutup kecuali kegiatan pemakaman.

photo
Tempat pemakaman umum (TPU) khusus Covid-19 di Cikadut, Kota Bandung, Jawa Barat, didatangi peziarah, Kamis (13/5/2021). - (Hartifiany Praisra/Republika)

Makam Covid

Sementara di Kota Bandung, peziarah justru mendatangani Tempat Pemakaman Umum khusus Covid-19 di Cikadut, Kamis (13/5). Petugas TPU Cikadut, Diki menuturkan, peziarah terus berdatangan, meskipun di malam harinya masih ada pemakaman jenazah Covid-19. "Kalau awal-awal Ramadhan itu ada peziarah, tapi pas tengah-tengah sepi, lalu sekarang mulai banyak lagi," kata Diki. 

Diki mengakui beberapa petugas penggali kubur yang melewatkan shalat Idul Fitri karena harus memakamkan jenazah. Total ada dua jenazah yang dimakamkan sejak malam takbiran. "Itu memang mau nggak mau harus memakamkan, total pada malam tadi ada dua jenazah yang dimakamkan," kata Diki.

Salah satu peziarah, Rahman, mengaku bersyukur dapat berziarah ke makam keluarganya yang meninggal karena Covid-19. Dia tidak khawatir dengan penyebaran Covid-19 karena tetap menggunakan protokol kesehatan ketat.

"Alhamdulillah saya bisa berziarah, tentunya saya juga menerapkan protokol kesehatan, mudah-mudahan Covid-19 cepat berlalu," kata Rahman.  ';

×