Oni Sahroni | Daan Yahya | Republika
12 May 2021, 10:19 WIB

Tuntunan dalam Merencanakan Karier

Menjadi kewajiban setiap personal untuk merencanakan karier dan pekerjaannya

DIASUH OLEH USTAZ DR ONI SAHRONI

 

Saat baru lulus kuliah dan mulai mendapatkan pekerjaan, tidak sedikit yang merasakan kegalauan. Di tengah kebutuhan hidup yang makin besar, ketidakpastian serta keinginan yang tak terbatas, terselip banyak pertanyaan, seperti bagaimana dengan pendapatan nanti?

Bagaimana pula dengan karier dua, empat, dan sepuluh tahun nanti? Sesungguhnya, jika menelaah ayat dan hadis, maka banyak sekali yang menjadi tuntunan.

Terkait

Pertama, menguatkan keyakinan kepada Allah SWT hingga hadir dan kokoh kepercayaan kepada Allah SWT dan syukur. Seseorang yang bekerja di suatu perusahaan dengan totalitas, kemudian mendapatkan gaji, maka harus direspons dengan penuh qana'ah dan syukur kepada Allah.

Kepercayaan kepada Allah yang  membuat setiap jiwa menjadi tumakninah. Hingga yang ada dalam pikirannya yaitu merencanakan dan bekerja dengan totalitas, serta apapun hasilnya itu yang terbaik.

Umar bin Khattab RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, maka Ia akan memberikan rezeki seperti halnya burung mendapatkan rezeki. Saat pagi hari dan dalam keadaan lapar, burung tersebut pergi. Kemudian sore harinya kembali dalam keadaan kenyang. ” (HR Ahmad)

Kedua, memilih pekerjaan yang memenuhi kriteria. Yakni, pekerjaan yang bisa menjadi sarana pengembangan diri agar semakin berkembang,  menjadi sumber pendapatan yang cukup, serta  menjadi media  berdakwah seorang profesional (kasb al-maisyah, tanmiyatu al-kafa'ah, dan nasyru ad-dakwah). Kriteria ini menjadi penting agar setiap orang bisa menikmati tugas dan pekerjaannya.

Ketiga, fokus dan totalitas pada tugas dan pekerjaan saat ini sebagai seorang profesional. Bagi mereka yang ditugaskan di unit tertentu sebagai seorang akuntan atau lainnya, maka jadilah profesional dan fokus pada tugasnya.

Fokus pada pekerjaan ini menjadi penting, walaupun perencanaan menjadi keharusan, tetapi tidak boleh mengganggu pekerjaannya sebagai seorang profesional, apalagi melalaikannya.

Keempat, menjadi kewajiban setiap personal untuk merencanakan karier dan pekerjaannya agar tetap survive. Bisa memenuhi kebutuhan finansialnya saat ini dan masa yang akan datang. Sebagaimana tuntunan firman Allah SWT, "Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. ..." (QS Luqman : 34)

Juga penjelasan para sahabat di antaranya Hasan al-Bashri yang menjelaskan, “Semoga Allah SWT merahmati seseorang yang berpenghasilan halal, berbelanja secukupnya, dan menyisihkan kelebihannya untuk saat membutuhkannya.”

Kelima, dalam syariah, walaupun besarnya gaji dan pendapatan serta prestise sebagai imbas dari karir itu menjadi pertimbangan saat memilih pekerjaan, tetapi memastikan bahwa pekerjaan tersebut itu halal, berkah dan prioritas untuk ditekuni sebagai karir jangka panjang itu menjadi prioritas pertama.

Keenam, doa, dukungan dan ridha dari orang tua serta keluarga menjadi penting selain karena bagian dari bakti kepada orang tua dan keluarga, meminta izin saat memilih pekerjaan, dan juga agar mendapatkan dukungan.

Wallahu a'lam.


×