Ilustrasi pelatihan atlet PB Djarum. | ANTARA
11 May 2021, 10:24 WIB

17 Atlet PB Djarum akan Berlaga di Eropa

Ke-17 atlet PB Djarum yang akan diterjunkan itu terdiri dari atlet dewasa dan junior.

JAKARTA — PB Djarum akan mengirimkan 17 atletnya berlaga pada empat turnamen bulu tangkis internasional di Eropa yang dijadwalkan digelar pada pertengahan Mei hingga Juni mendatang.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin mengatakan, rencana pengiriman para atlet ke empat turnamen tersebut sudah disiapkan sejak Maret lalu.

Kejuaraan tersebut adalah yang pertama kalinya yang akan diikuti oleh atlet PB Djarum setelah satu tahun vakum dari berbagai kompetisi internasional karena pandemi Covid-19.

“Kami melihat tidak ada pertandingan sama sekali di Asia maupun Asia Tenggara. Akhirnya kami melihat momentum di Eropa dan memutuskan untuk mengirimkan atlet dengan jumlah yang sangat terbatas,” kata Yoppy, kemarin.

Terkait

Ke-17 atlet yang akan diterjunkan itu terdiri dari atlet dewasa dan junior. Untuk kategori dewasa, ada dua turnamen yang akan diikuti oleh atlet PB Djarum, yaitu BWF World Tour Super 300 Spain Masters 2021 dan Austrian Open 2021 yang merupakan kejuaraan berkategori international series.

Ada lima atlet yang akan berlaga pada dua turnamen tersebut, yakni tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa, ganda campuran Dejan Ferdiansyah/Serena Kani, serta Ghana Muhammad Al Ilham/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Sementara, para atlet junior akan diturunkan ke Yonex Slovenia International 2021 dan Croatia Valamar Junior Open.

Total ada 12 atlet muda yang disiapkan. Mereka adalah Kafi Raditya Pandika, Raynaldi Oktavianur Rizky, Ruzana, Mutiara Ayu Puspitasari, Patra Harapan Rindo Rindo, Muh Putra Erwiansyah, Daniel Edgar Marvino, Raymond Indra, Sofy Al Mushira Asharunnisa, Rudya Aulia Fatasya, Aisyah Hanadiya Taisir, dan Jessica Maya Rismawardani.

Yoppy berharap para atlet yang dikirimkan itu bisa tampil maksimal dan membawa pulang minimal satu gelar juara dari kategori dewasa dan junior. Menurut dia, kesempatan itu merupakan momen yang bagus sekaligus langka bagi para atlet untuk membuktikan diri menuju pemain elite dunia.

"Ini kami sudah bukakan pintunya buat kalian menuju elite dunia. Harus dimanfaatkan atau nanti menyesal," kata Yoppy.

Salah satu atlet tunggal putra Ihsan Maulana Mustofa mengatakan akan memberikan penampilan maksimal, terutama pada turnamen Spain Masters 2021 yang akan berlangsung pada 18-23 Mei mendatang.

“Saya rindu bertanding, apalagi setelah mengundurkan diri dari pelatnas. Target di Spain Masters pastinya //pengin// juara karena ini kejuaraan perdana saya,” ujar Ihsan.

Rencananya tim atlet dewasa akan bertolak menuju Spanyol pada Rabu (12/5), disusul oleh tim atlet junior yang akan berangkat menuju Slovenia pada Jumat (14/5).

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky berharap pasukan Tanah Air yang berangkat bisa memetik banyak pengalaman. “Pemain pelapis yang kami turunkan dalam Spain Masters 2021 itu untuk percepatan regenerasi. Menimba pengalaman dan mencari poin. Nantinya saat menggantikan pemain utama, mereka tidak mulai dari bawah lagi,” kata dia.

Stunting pengaruhi olahraga Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengingatkan stunting akan memengaruhi prestasi keolahragaan bangsa sehingga perlu langkah pencegahan demi menciptakan generasi yang sehat, unggul, dan berprestasi. Stunting menjadi permasalahan bersama sehingga penanganannya menjadi tugas bersama, termasuk Kemenpora bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

"Kami dari Kemenpora tentu sangat berkepentingan khususnya penanganan para remaja dan pemuda, baik secara umum maupun yg dalam kategori menjadi atlet," kata Menpora, dalam konferensi pers virtual, beberapa hari lalu.

Hal tersebut disampaikannya usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait upaya pengentasan masalah stunting untuk mencetak atlet unggul di masa depan. Penandatanganan MoU dilakukan Menpora Zainudin P Amali dan Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo di Gedung Kemenpora, Jakarta, disaksikan anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska.

Diakui Menpora, penanganan stunting sejalan dengan grand design Kemenpora untuk mencetak bibit serta talenta keolahragaan yang unggul dan berprestasi.Akan tetapi, kata dia, program Kemenpora terkait stunting tidak hanya berkaitan dengan olahraga, melainkan juga kepemudaan yang dibidangi oleh kementerian tersebut.

"Jadi, untuk dua sisi, bidang kepemudaan dan keolahragaan. Karena merupakan hulu maka bisa jalan," tegas Amali.

Sementara itu, Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo menyebutkan banyak pembinaan atlet dimulai dari usia remaja dan anak-anak yang perlu dikawal dalam masa pertumbuhannya, terkait prestasi olahraga dan kesehatan reproduksinya.

Dulu, Hasto pernah membina sepak bola putri dan menemukan sejumlah atletnya sangat menjaga tubuhnya agar tidak berlemak dan hanya berotot, tetapi akhirnya mereka justru tidak menstruasi sehingga berbahaya untuk kesehatan reproduksinya.

"Betapa saya sering agak gemes, perempuan hanya karena ingin berprestasi olahraga kemudian membuat badan tidak berlemak sama sekali. Padahal badan berlemak bagi perempuan penting sekali untuk mencegah generasi berikutnya tidak stunting dan menjaga kesehatan," katanya.

Secara teknis, Hasto menjelaskan banyak program pencegahan stunting yang bisa dikerjasamakan BKKBN dengan Kemenpora, seperti pencegahan perkawinan dini, pendidikan kesehatan reproduksi, hingga pencegahan kehamilan yang tidak dikehendaki.

Sumber : Antara


Terkini

×