Pedagang melayani pembeli daging sapi di Pasar Impres, Lhokseumawe, Aceh, Ahad (9/5). | ANTARA FOTO/Rahmad
10 May 2021, 04:00 WIB

Harga Pangan Masuki Fase Puncak

Kementan menyoroti pergerakan harga daging sapi dan ayam.

JAKARTA -- Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyampaikan, pergerakan harga bahan pangan pokok telah memasuki masa puncak. Permintaan masyarakat terpantau melonjak signifikan untuk mempersiapkan kebutuhan perayaan Lebaran. Seiring kenaikan permintaan, harga pun ikut terkerek naik.

Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan, puncak permintaan yang diikuti kenaikan harga pada akhir pekan ini karena pada H-2 dan H-1 Lebaran, pedagang mulai berkurang sehingga stok yang tersedia di pasar menurun.

"Ini sesungguhnya puncak jadi (harga) beberapa komoditas cukup tinggi. Mendekati Lebaran mungkin 50 persen pedagang yang masih berjualan," kata Mansuri kepada Republika, Ahad (9/5).

 
Harga sapi hidup dari feedloter mengalami kenaikan sehingga harga jual tentu mengalami kenaikan meskipun pemantauan kami masih dalam batas kewajaran.
RISFAHERI, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementan
 

Ia menyebut, harga pangan yang mengalami kenaikan yakni daging sapi, daging ayam, minyak goreng, aneka cabai, bawang merah dan bawang putih, gula, serta beras. Ikappi mencatat, harga daging sapi lokal dan impor rata-rata dari Rp 120 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp 140 ribu per kg.

Daging ayam naik dari Rp 33 ribu per kg menjadi Rp 40 ribu per kg. Harga minyak goreng juga relatif cukup tinggi yakni hingga Rp 16 ribu per kg. Selanjutnya, cabai rawit merah dari Rp 60 ribu per kg menjadi Rp 70 ribu per kg, cabai merah besar dari Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 40 ribu per kg, serta cabai keriting yang dihargai Rp 40 ribu dari sebelumnya Rp 30 ribu per kg.

Ikappi meminta pemerintah tetap menjaga kelancaran distribusi pangan setelah periode Ramadhan dan Lebaran. Ia berharap, kebijakan larangan mudik dan penyekatan antardaerah tidak menghambat distribusi pangan.

"Kami khawatirkan ini mempengaruhi distribusi seperti dari sentra produksi ke Jakarta. Ini yang harus dipikirkan," kata dia.

Meski begitu, ia menilai, saat ini kebijakan larangan mudik belum berdampak terhadap kelancaran pengiriman bahan pangan. Para pedagang di pasar juga fokus untuk menghabiskan stok yang masih tersedia kepada para konsumen.

photo
Pembeli membeli cabai rawit di salah satu kios sayur di Pasar Mayestik, Jakarta, Ahad (9/5). Sejumlah harga komoditas pangan seperti cabai dan daging sapi mengalami kenaikan signifikan menjelang Idul Fitri 1442 H. Harga cabai merah keriting dari sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram, cabai rawit dari Rp 70ribu menjadi Rp 80 ribu per kilogram, sedangkan harga daging sapi dari Rp 120 ribu per kilogram menjadi Rp 140 ribu per kilogram. - (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Sementara itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan menyoroti situasi pergerakan harga komoditas daging sapi dan daging ayam. Kedua komoditas tersebut tengah mengalami kenaikan harga signifikan di tingkat konsumen.

"Kita tentu memberikan perhatian terhadap stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis. Perhatian utama ke pasokan dan harga daging sapi dan daging ayam," kata Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Risfaheri.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat, harga daging ayam ras segar secara rata-rata nasional hingga akhir pekan ini sebesar Rp 37 ribu per kilogram (kg) atau naik 1,09 persen. Sementara, daging sapi kualitas I dihargai Rp 128 ribu per kg, naik 0,43 persen.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Badan Pusat Statistik (@bps_statistics)

Risfaheri menjelaskan, ketersediaan daging sapi saat ini dalam level cukup. Sementara, permintaan menjelang Idul Fitri cukup meningkat. Menurutnya, dengan situasi itu dipasikan akan mendongkrak harga hingga ke tingkat hilir. Situasi itu terutama dimanfaatkan oleh pemasok daging sapi atau perusahaan penggemukan sapi.

"Harga sapi hidup dari feedloter mengalami kenaikan sehingga harga jual tentu mengalami kenaikan meskipun pemantauan kami masih dalam batas kewajaran," kata Risfaheri.

Untuk daging ayam, ia mengatakan, seharusnya tidak mengalami kenaikan karena pasokan lebih dari cukup. Risfaheri mengklaim, berdasarkan prognosis neraca produksi daging ayam nasional mengalami surplus besar.

Namun, beberapa rumah potong ayam (RPA) beralasan harga ayam hidup dari peternak sudah mengalami peningkatan. Terdapat kenaikan harga bibit ayam atau day old chick (doc) serta harga jagung untuk pakan yang meningkat.

Risfaheri menuturkan, BKP melalui pasar mitra tani khususnya di Jabodetabek gencar melalukan pasar murah, termasuk untuk daging sapi dan daging ayam beku. "Pembelian daging sapi beku khususnya mengalami kenaikan tajam baik melalui online maupun offline," ujarnya.


×