Ilustrasi pedagang yang menjadi tempat belanja para pemudik. | Republika/Thoudy Badai
07 May 2021, 19:29 WIB

Larangan Mudik Merugikan Kami

Larangan mudik mengurangi pendapatan pedagang kaki lima di sejumlah rest area.

OLEH SHABRINA ZAKARIA 

Para pedagang yang berjualan di tempat istirahat atau rest area di sepanjang ruas Tol Trans Jawa mengeluhkan kebijakan pelarangan mudik karena memangkas pendapatan mereka.

"Sejak pagi hingga sore ini belum ada satu pun dagangan yang laku terjual," kata Eem, penjual makanan di tempat istirahat kilometer 102 Tol Cipali, Subang, Jawa Barat, Jumat.

Bahkan, kemarin, pendapatan setelah seharian berjualan hanya Rp20.000 karena sedikit warga yang melakukan perjalanan dan mampir ke tempat istirahat. Tahun ini lebih parah dibanding tahun lalu, karena pengemudi travel tak diizinkan membawa penumpang, makanya jualan tidak laku.

Terkait

Meski pendapatan selama pelarangan mudik kali ini minim pemasukan tapi pedagang telah meraup untung sebelum kebijakan itu diterapkan, yakni tanggal 3-5 Mei lalu karena ada banyak pemudik curi start. "Sehari berjualan bisa dapat Rp 4 juta, ada yang dapat Rp 10 juta, bahkan Rp 11 juta, karena banyak orang duluan mudik pada tanggal itu," kata Eem.

Selama penerapan kebijakan pelarangan mudik pada 6-17 Mei 2021, pedagang di tempat istirahat hanya bisa bertahan dengan menggunakan sebagian keuntungan yang didapat sebelumnya untuk biaya operasional. Mereka tidak menutup toko meski dagangan tidak laku terjual.

"Sekarang yang bisa kami lakukan hanya bertahan dan tetap membuka toko," kata Teguh, pedagang batik dan aksesori di tempat istirahat kilometer 360 ruas Tol Semarang-Batang, Jawa Tengah.

Pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021, semua kendaraan angkutan penumpang mulai dari mobil pribadi, bus hingga sepeda motor dilarang beroperasi. Jika masyarakat nekat melanggar, maka petugas akan memberikan sanksi berupa putar balik ataupun hukuman sesuai ketentuan berlaku.

Kebijakan itu dilakukan guna mencegah penularan Covid-19 yang sering naik saat libur panjang. Meski pemerintah tegas melarang mudik, namun ada beberapa jenis kendaraan yang tetap diperbolehkan melintas, yakni kendaraan pelayanan distribusi logistik, keperluan kerja atau dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan keluarga duka, ibu hamil dengan didampingi satu anggota keluarga, dan kepentingan persalinan.

Lonjakan pengunjung

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho memprediksi akan ada lonjakan pengunjung pusat perbelanjaan dan pasar tradisional pada pekan terakhir Ramadhan ini. Sebab, menurutnya, tradisi belanja menjelang hari raya Idul Fitri tidak bisa dihilangkan dari masyarakat.

Agus mengatakan, pusat perbelanjaan Cibinong City Mall dan Pasar Cibinong mengalami lonjakan pengunjung pada akhir pekan lalu. Sehingga, dia memprediksi akan ada lonjakan pengunjung lagi pada pekan ini. "Diprediksi ada kenaikan (pengunjung) lagi pekan ini," kata Agus, Kamis (6/5).

Untuk itu, Agus mengaku akan menerjunkan petugas Satpol PP di pusat-pusat perbelanjaan dan pasar. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran protokol kesehatan jika terjadi lonjakan yang menyebabkan kerumunan masyarakat.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan akan mengevaluasi Satgas Covid-19 yang ada di pusat perbelanjaan. Dengan tujuan agar di akhir pekan ini tidak ada pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh pengunjung.

"Kita lakukan pengawasan selama ini turun patroli cek ke pasar, imbau teguran dan tindakan prokes," ujar dia.

Terpisah, Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, untuk menjaga agar tidak terjadi pelanggaran protokol kesehatan, jajaran kepolisian juga akan disebar di sejumlah pusat perbelanjaan. Diantaranya, seperti Cibinong City Mall, Aeon Mall Sentul, dan Pasar Cibinong.

"Selain menerjunkan personel untuk pengawasan. Kami juga akan menerapkan sistem buka tutup. Jadi, untuk memastikan tidak overload, akan kami pastikan betul jumlah pengunjung 50 persen," ujar dia.

Diisolasi di tempat angker

Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor akan mengisolasi pemudik ngeyel ke tempat angker jika positif terpapar Covid-19 saat mengikuti rapid antigen secara mobile mulai 6 Mei 2021. Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan tempat angker tersebut adalah pusat isolasi pasien Covid-19 di Wisma Artha Graha, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

"Wah, itu angker tempatnya. Kami saja meninjau ke sana siang-siang ngeri, apalagi malam hari. Nanti kami tempatkan di lokasi yang di paling bawah yang angker banget," kata Harun.

Sekalipun memiliki sertifikat vaksin atau surat rapid antigen dengan hasil negatif Covid-19, dia menegaskan warga luar Jabodetabek tetap tidak boleh masuk alias diputar balik. Mantan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyebutkan, delapan titik penyekatan antisipasi mudik yang mulai berlaku efektif pada tanggal 6 Mei 2021.

Sumber : Antara


×