Penumpang bus menjalani tes Antigen di terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Lhokseumawe, Aceh, Rabu (5/5/2021) malam. | RAHMAD/ANTARA FOTO
07 May 2021, 03:45 WIB

Varian India di Banten Belum Pasti

Dua orang yang diduga terpapar varian asal India usai berkunjung ke rumah anaknya di Jakarta.

JAKARTA – Kementerian Kesehatan membantah adanya dua warga Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, yang terpapar virus korona varian baru asal India (B1617). Pemeriksaan varian baru di Banten secara whole genome sequencing (WGS) belum membuktikannya.

“Tidak, yang di Banten hanya B117 (varian Inggris),” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi Republika, Kamis (6/5).

Namun, Nadia membenarkan dua orang yang diduga terpapar virus varian baru asal India tersebut pernah melakukan kontak dengan pasien yang dinyatakan positif terkena B1617. “Iya, ada dua kasus kontak erat dari B1617 di Jakarta,” ujar dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendarlin Mahdaniar saat dikonfirmasi Republika pada Kamis (6/5) membenarkan adanya dua orang terpapat B1617. Allin menyebut dua kasus perdana di Tangsel tersebut diketahui dari informasi Kemenkes.

Terkait

“Iya, info posko KLB Kemenkes tanggal 1 Mei 2021 ada kasus positif strain baru. B1617 strain India (dua kasus), alamat Perum Pondok Jagung RT 005/004, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangsel,” ujar Allin.

Dua orang yang terpapar B1617 tersebut diketahui berkontak erat dengan anaknya yang telah lebih dulu dinyatakan terpapar virus korona jenis baru itu. Kedua orang itu, kata Allin, berkunjung ke rumah anaknya di Jakarta, dan kemungkinan tertular anaknya.

Allin menerangkan, dalam proses perawatan, awalnya dua orang itu dalam pengawasan Puskesmas Pondok Jagung, lalu dirawat di RS Hermina Ciputat, Tangsel, tanggal 5 April sampai 17 April 2021. Setelah menjalani perawatan dan dinyatakan negatif, keduanya pun dinyatakan sembuh.

“Kemarin pada hari Ahad kami kunjungi pasiennya sudah di rumah dan dalam keadaan sehat,” ujar Allin. Dia menambahkan, Dinkes Tangsel juga telah melakukan pelacakan kepada kontak erat.

Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengingatkan untuk waspada meski tidak perlu panik. Varian baru apapun dari virus korona bisa dicegah dengan disiplin dan tertib menaati protokol kesehatan (prokes). Cara itu merupakan yang paling ampuh sebagai benteng pertama pertahanan dari serangan Covid-19.

“Untuk mencegah penularan, saya meminta masyarakat untuk dapat mematuhi prokes dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Selain itu untuk antisipasi masuknya varian Covid-19 dari luar Indonesia, pemerintah memperketat di pintu masuk di wilayah Indonesia,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

photo
Petugas medis melakukan tes usap antigen pemudik saat penyekatan pemudik di pintu keluar tol Pejagan-Pemalang, Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (6/5/2021). - (Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO)

Pelaku perjalanan

Siti Nadia Tarmizi melaporkan puluhan pelaku perjalanan luar negeri asal India di Indonesia terdeteksi positif Covid-19. Jumlah itu terhitung pada periode 28 Desember 2020 sampai 25 April 2021. “Kita dapatkan 59 kasus positif dari pelaku perjalanan dari India,” ujar dia.

Dari 59 kasus positif tersebut, lanjut dia, 49 di antaranya merupakan warga negara asing asal India dan 10 warga negara Indonesia. Ke-26 kasus positif tersebut di antaranya dideteksi dari para pelaku perjalanan dari India pada 10 hingga 25 April 2021. “Dari 26 kasus itu, 24 warga negara India dan dua orang WNI,” kata dia.

Nadia mengatakan, 26 kasus positif sudah diambil spesimennya untuk dilakukan pemeriksaan WGS atau pengurutan genom. Hal tersebut untuk memastikan apakah ada varian baru korona seperti B117, B1617 dan B1351.

“Kita masih tunggu spesimen tadi, baik dari 26 yang positif maupun spesimen yang jadi sampel pada periode sebelumnya,” kata Nadia.

Sumber : antara


×