Nasional
Agar Anak - Anak Yatim Panti Asuhan Nyaman Belajar
Karyawan BP Jamsostek Jakarta Cilincing menggelar kegiatan sukarela peduli anak yatim di Panti Asuhan Al-Mutaqqin.
Meski sudah berlangsung sejak 2020, pandemi Covid-19 belum juga usai. Selalu ada tambahan kasus baru yang mengkhawatirkan masyarakat negeri. Pekan ini, Presiden Joko Widodo mencatat angka penambahan kasus Covid-19 berada di angka 4.000-6.000 kasus. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan Januari lalu yang mencapai 14.000-15.000 kasus dalam sehari.
Data itu membuatnya mengimbau seluruh kepala daerah untuk berhati-hati agar angka Covid-19 tidak bertambah lagi. Daerah harus lebih pro aktif mengingatkan dan mendisiplinkan masyarakatnya untuk menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas.
Dalam situasi demikian, Kantor BP Jamsostek Jakarta Cilincing menginisiasi employee volunteering pada Rabu 28 April 2021. Lokasinya di Panti Asuhan Al-Mutaqqin pada 28 April 2021. Program yang dijalankan adalah penyemprotan desinfektan dan pemberian Corona Safety Kit. Di dalamnya terdapat desinfektan, penyanitasi tangan, serta masker.
Ada juga paket takjil berbuka puasa untuk warga panti asuhan yang terdiri dari makanan dan minuman. Dengan adanya paket takjil tersebut, warga panti mengurangi interaksi dengan pihak luar lingkungan panti dan terhindar dari paparan virus.
Karyawan BP Jamsostek Jakarta Cilincing juga menyerahkan bantuan uang tunai yang dikumpulkan dari kocek karyawan. Pemberian semua bantuan tersebut bertujuan untuk menyemarakkan suasana Ramadhan di tengah pandemi Covid-19.
Program ini sepenuhnya merupakan inisiatif karyawan dan panti asuhan. Pertimbangannya adalah sudah dimulaianya proses belajar mengajar tatap muka.
Kami peduli dan ingin memastikan anak-anak di panti asuhan ini belajar dengan nyaman, aman serta steril.
HARYANI; Kepala Kantor BP Jamsostek Jakarta Cilincing
Anak-anak penghuni panti asuhan adalah mereka yang kehilangan figur penting dalam keluarga. Ayah atau ibu telah tiada, sehingga mereka harus hidup dalam keterbatasan. Di saat anak-anak seusianya mendapatkan belaian kasih sayang dari orang tua, mereka berdiri di kaki sendiri melanjutkan kehidupan.
Panti asuhan hadir sebagai gerakan sosial peduli mereka. Anak-anak yang kehilangan orang tua dihimpun dan tinggal di dalamnya untuk belajar dan mendapatkan kasih sayang, meski tidak ‘sehangat’ yang pernah mereka terima dari kedua orang tua.
Kegiatan sukarela karyawan BP Jamsostek ini menjadi bagian mengungkapkan kasih sayang kepada mereka. Ini merupakan bentuk empati kepada anak-anak yatim yang harus berjuang menghadapi hidup tanpa orang tua di sisinya.
Kegiatan sosial ini diharapkan bermanfaat secara langsung di lingkungan sekitar. Adapun dana yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut merupakan hasil patungan sukarela seluruh karyawan. “lebih dari 50 persen karyawan turun langsung membersihkan dan menyemprot area panti asuhan yang kita pilih sampai dengan ruang belajar mengajarnya, kita tidak turunkan semua karyawan karena kantor juga ada proses pelayanan yang membutuhkan perhatian dari kita juga, ya walaupun sebenarnya teman teman juga mau ikut semua.” Ungkap Haryani
Proses penyemprotan dalam aksi sosial yang dilakukan juga dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua menggunakan masker, menjaga jarak, serta sering mencuci tangan. “Program sukarela ini juga dimaksudkan untuk meramaikan ulang tahun Serikat Pekerja BP Jamsostek yang ke-22,” ujar Haryani.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
